Pembenaran

Bagaimana memastikan bahwa ide bisnis kita, misal dalam kerangka start-up, sudah pada jalan yang benar? Istilah kerennya adalah validasi. Ada banyak cara yang ditempuh orang. Ada yang ikutan kompetisi, ada yang ikut bimbingan atau mentoring, ada yang ikut asosiasi, dan seterusnya.

Pembenaran juga tidak hanya terjadi di dunia start-up saja tetapi dalam aspek kehidupan kita lainnya. Kita menuliskan sesuatu di media sosial dan berharap banyak disukai (like) oleh banyak orang. Ini juga merupakan salah satu cara untuk mencari pembenaran.

Cara-cara di atas, meskipun sah-sah saja, bukan satu-satunya (eh banyak ya?) yang dapat mengatakan bahwa apa yang kita lakukan sudah benar. Seringkali saya melakukan inisiatif-inisiatif tanpa menunggu pembenaran dari orang lain. Masalahnya adalah banyak inisiatif yang saya lakukan (di dunia internet, bisnis, pendidikan, kepemimpinan, dan lain-lain) banyak yang belum mengerti. Jadi bagaimana mungkin saya menunggu pembenaran dari orang-orang yang belum mengerti? Cara yang saya lakukan adalah jalan terus saja. Kalau kata iklan Nike, “just do it.”

Jadi, saya hanya senyum-senyum saja ketika orang membuat lomba, perkumpulan, atau apapun tanpa mengajak saya. Padahal saya bergerak di bidang itu. ha ha ha. Biarlah. Saya toh tidak mencari pembenaran dari mereka.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

3 responses to “Pembenaran

  • Blogger Centong Pontianak

    kadang bayank orang yang merasa pendapatnya benar tetapi justru malah menjadi pembenaran bagi dirinya sendiri, akhirnya melahirkan sikap egois, toh pada akhirnya kebenaran tidak bersifat mutlak juga kecual dalam kerangka keagamaan, kalau bisnis sih banyak teori juga mas hehehe

    salam kenal ya mas

  • Wadiyo

    kutipan salah satu kalimat
    “Seringkali saya melakukan inisiatif-inisiatif tanpa menunggu pembenaran dari orang lain”

    apakah pandangan negatif seseorang terhadap yang kita lakukan, apa termasuk dalam kategori ini juga ya?
    trims

  • faralia15

    kalau saya sih berprinsip selama yg salah lakukan berada dijalan yg benar dan tidak merugikan orang lain ngga mau mikirin apa kata orang lain, di mata orang lain kita pasti ada aja salahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: