Menjauh Dari Spotlight

Ada beberapa orang yang bertanya kemana saja saya. Saya jawab, ada di sini. Hanya saja memang sudah lama saya tidak tertarik untuk muncul di berbagai acara seremonial. Tidak tertarik dengan spotlight. Dulu tidak, sekarang juga tidak. Kalau dulu mungkin banyak muncul karena terpaksa. Atau mungkin dulu karena masih (lebih) muda sehingga tidak terlalu memikirkan hal ini.

Sementara itu banyak orang yang justru mencari spotlight. Apapun dilakukan untuk mendapatkan popularitas. Jika perlu mengorbankan orang lain, korbankan! Saya, saya, dan saya. Itu saja yang ada di kepala mereka. Padahal boleh jadi spotlight yang ada bukanlah lampu sorot tetapi bara api yang dapat membakar mereka.

Ada satu hal lagi. Saya masih dapat mengerti (meski tidak sepakat) kalau yang mencari spotlight ini adalah anak muda, tetapi kalau orang yang sudah tua? Ah. Apa yang kau cari wahai manusia uzur?

Jadi saya ada dimana? Ada di belakang layar saja. Sesekali muncul di lingkungan yang terbatas saja, jika memang dibutuhkan. Ada ketentraman di sana.

Spotlight itu terlalu menyilaukan sehingga tidak dapat menampakkan apa yang sesungguhnya terjadi.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: