Kopi

Kalau diperhatikan, foto-foto yang saya ambil kebanyakan terkait dengan makanan. Lebih spesifik lagi, ada banyak foto terkait dengan kopi. Ya begitulah. Kopi yang sering saya temui, sehingga foto-fotonya pun banyak kopi.

dsc_0794-kopi

Ada yang bertanya di media sosial; “bapak suka kopi ya?”. Mau saya jawab, tidak. ha ha ha.

Saya lupa sejak kapan saya menyukai kopi. Seingat saya, saya mulai rutin minum kopi ketika menyelesaikan S2 dan S3 saya di Kanada. Itu adalah masanya saya harus begadang untuk membaca makalah, membuat program, dan seterusnya. Maka kopi adalah teman yang baik. Tapi pada masa itu saya belum terlalu spesifik kepada kopi tertentu. Asal kopi, cukup. (Dan masa itu, kopi harus ditemani dengan gula. Sekarang kopi saya  hitam tidak pakai gula.)

Sekembalinya ke Bandung pun saya masih biasa-biasa saja dengan kopi. Kalau ada ya terima kasih. Kalau tidak ada, ya biasa saja. Biasanya minum kopi juga kalau pas ada acara, seminar misalnya. Selebihnya masih jarang juga membeli kopi. Tapi, masa itu juga kayaknya kopi belum setenar sekarang. Sekarang, kopi sudah menjadi life style. Keren kalau ngopi. Mungkin ini gara-gara Starbucks ya?

Saya sekarang menyukai kopi karena ternyata di Indonesia ini ada berbagai macam kopi lokal. Kebetulan juga saya sukanya kopi-kopi Indonesia. Sekarang kalau mau ngopi milih-milih. he he he. Jadi sok-sok-an begini. Bukan saya mau ngesok, tetapi ternyata perut saya sensitif terhadap kopi tertentu. Ada kopi-kopi – terutama sachet – yang bikin saya sakit perut. Ini bukan mengada-ada, tapi betulan. Maka dari itu sekarang saya terpaksa pilih-pilih kopi.

dsc_0766-kopi

Alhamdulillah, Bandung ini surganya kopi. Di setiap pojok jalan ada kedai kopi. Lagian kopi-kopi-nya enak banget. Kopi lokal! Setelah jalan-jalan ke sana sini, kopi hitam Indonesia ini memang paling mantap. Ini masalah selera sih, tapi saya bilang boleh diadu. (Kalau kopi yang menggunakan susu, flatwhite coffee di Australia lebih mantap! Mungkin ini masalah susunya.)

Mari ngopi dulu …

Iklan

11 pemikiran pada “Kopi

  1. Salam kenal pak

    Memang Starbucks yang bikin ngopi itu identik dengan keren, padahal sbnrnya warung kopi sih udah banyak dari lama..

    Btw saya ikut Course Information Security bapak di IDX, mampir di blog saya pak, jarang2 sekarang orang saling kunjung2an blog 😀

  2. memang Kopi Lokal Indonesia lebih mantap dan memiliki banyak jenis dan Varian tergantung pada daerahnya, akan tetapi kesesuaian dengan kondisi tubuh seseorang memang berbeda.
    pernah mencoba kopi Toraja pak ?

  3. Helo, How would get local Indonesia coffee from India, is their any online shopping site from which i can order the coffee.I would really like to taste local Indonesia coffee.

    With Love,
    David from India

  4. Jangan main-main dengan Kopi, wow kue bisnisnya sedunia per tahun 100 ribu US Dolar , jadi … mari jualan kopi, tapi susahnya kalau kita pake nama sendiri agak kurang branding ya, tapi kalau Coffee Bean … Star Bucks … wah jaminan mutu. Btw ada lho bisnis yang kue bisnisnya lebih besar dari kopi. Kalau ingin tahun silahkan SMS/WA ke hp saya 0812 9824 9957. Salam Kenal, dengan Ign Urip Widodo

  5. aku juga ada beberapa kopi yang ga nyaman diperut, biasanya yang tipe white coffe sachet..

    udah coba nambahin krimer ke kopinya pak ? aku baru beberapa bulan lalu, liat krimer di indomaret, terus coba beli. Pas dicoba tambahin ke kopi, kopi sachet pun ga kalah sama kopi di kafe2 gitu :D..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s