Belajar, Belajar, dan Belajar

Di sebuah tempat. Melihat mahasiswa yang sedang berkerumun. Yang cowok duduk bergerombol, ketawa-ketawa, sambil merokok. Sementara itu yang cewek ada yang sedang berjalan sambil mendekap buku teks, map, dan buku catatan. Sementara itu saya lihat pandangan mereka kosong. Apa yang ada di dalam pikiran mereka ya?

Saya menduga-duga bahwa mereka ke kampus tidak dalam mode untuk belajar. Mereka ke kampus hanya sekedar untuk menghabiskan waktu saja. Dari pada di rumah nganggur, mendingan ke kampus (entah untuk ngapain). Demikian pula pikiran orang tuanya; dari pada anak saya nggak ada kerjaan di rumah, lebih baik dia ke kampus saja. Tidak ada semangat untuk *belajar*. Bahwa saya mau ke kampus untuk belajar.

Semangat untuk belajar ini sudah hilang. Keingintahuan (curiousity) menjadi barang yang langka.

Kalau ditanya sih mau belajar, tetapi berusaha untuk belajar itu tidak. Kalau mau berusaha itu harus pergi ke satu tempat, berguru. Jauh-jauh, berusaha untuk menemui guru yang terbaik. Bukan asal saja.

Contoh paling gampang. Ada training ini dan itu gratisan. Eh, yang datang sedikit. Alasan yang tidak datang adalah sibuk. ha ha ha. Semua orang juga sibuk. Itu sebetulnya alasan untuk tidak mau berusaha.

Sementara itu saya masih ingin belajar, belajar, dan belajar.

Iklan

16 pemikiran pada “Belajar, Belajar, dan Belajar

  1. Samuel Desfortin:
    Ya mas, kebanyakan org emang mengalami mslah bljar, mungkin perlu kiat2 bljar diajarkan lagi kali ya, tapi kalo mahasiswa sih bkn anak sekolahan lg sih, hmmm… mungkin gaya pmlbjaran di kampus yg monoton kali, yg perlu divariasikan lg, heee….

  2. iya Pak. ngapain belajar. Semua pencapaian, kemajuan & inovasi sudah ada orang lain yang mengusahakannya, kita tinggal menikmati. Yg penting punya duit. Nah gimana caranya cari duit yang banyak? :mrgreen:

  3. hahaha ini betul sekali pak sangat sesuai dengan keadaan yang dialami sekarang pak.. pak jangan lupa kunjungi blog saya yah pak yang butuh saran dari bapak pak.. terima kasih pak..

  4. Iklimnya ga mendukung belajar. Malah iklimnya mendukung untuk ngobrol.
    Coba aja rajin belajar, pasti ada yang nyeletuk, bureng banget.
    *Bureng (Buru rengking)

  5. betul sekali pak. Imho, Pemerintah sudah mengalokasikan dana pendidikan yang banyak, seperti bidik misi dsb, namun motivasi mahasiswa untuk mendapatkan nilai pengetahuan lambat laun menurun, fokusannya adalah cepat lulus dan diterima kerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s