Kurangnya Etos Kerja

Tadi pagi saya sentil mahasiswa (yang hadir pagi) tentang disiplin dan etos kerja (etos kuliah?). Pasalnya saya (selalu) hadir pagi dan mahasiswa banyak yang datang telat.

Saya termasuk yang tidak terlalu peduli dengan aturan kehadiran di kelas. Bagi saya, itu adalah hak mahasiswa dan bukan kewajiban. Tapi, ada konsekuensinya, yaitu kalau tidak lulus atau tidak paham materi kuliah jangan menyalahkan saya dan jangan menyesal. Saya menghargai kuliah saya sendiri. Setidaknya, harga kehadiran saya adalah Rp. 5 juta. Silahkan rugi sendiri kalau tidak ikut kuliah saya. (Di waktu dan tempat lain, Anda harus bayar segitu.)

17758256_10154430056911526_3438788283222184741_o
Persiapan kuliah pukul 7:00 pagi. Bawa kopi sendiri. Kelas masih kosong. Mahasiswa telat.

Tadi pagi, hanya tiga mahasiswa yang datang tepat waktu. Beginilah potret disiplin dan etos kerja orang Indonesia.

Tentu saja mahasiswa boleh menyampaikan alasannya. Mereka tidak tahu bahwa saya semalam pulang telat (karena ada pertandingan futsal, itu cerita lain) dan semalam akhirnya saya hanya tidur kurang dari 5 jam. (Mungkin 4 jam.) Namun ini bukan alasan untuk datang telat ke kelas. I uphold my end of the bargain.

Untuk kali tadi, saya tegur mahasiswa. Kayaknya untuk hal-hal kecil seperti ini yang seharusnya mereka mengerti sendiri ternyata tidak mengerti. Jadi memang harus diberitahu secara eksplisit. Hadoh.

Bagaimana ya mengajarkan disiplin dan etos kerja?

Iklan

14 pemikiran pada “Kurangnya Etos Kerja

  1. Meskipun dibilang hal kecil, tapi disiplin dan etos kerja itu susah banget pak buat diterapin untuk hal yang berkelanjutan, ya seperti datang tepat waktu. Dan ini bukan hanya terjadi di mahasiswa, dosen pun banyak yang saya temui seperti ini.

  2. Enaknya mending ditegur saja pak, bener itu kemauan setiap orang. Tapi bukan berarti juga haru menyelewengkan waktu. Salut lah sama pak budi!

  3. Sebenarnya masalah kedisiplinan dan etos kerja itu di bentuk dari usia dini, kalo besarnya kurang bisa memanage kedisiplinan, berarti kurang nya didikan dari orangtua tentang penting nya kedisiplinan dan etos kerja.

  4. etos kerja dan dispilin itu lebih susah diterapkan ya pak daripada pelajaran ilmu pengetahuan, kurangnya di Indonesia, dispilin dan etos kerja tidak diajarkan sejak kecil sama seperti di negara maju, saya jg merasakan hehe

  5. Saya termasuk yang rajin. Tapi anehnya nilai saya kalah sama yang jumlah kehadirannya lebih sedikit dari saya. Mungkin mereka sudah tahu materinya kali pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s