Minimnya Kemampuan Menulis

Ini saya sedang memeriksa tugas mahasiswa dalam bentuk makalah. Ada lebih dari 100 makalah yang harus saya periksa. Makalah ini berasal dari kuliah S1 dan S2. Semuanya memiliki topik keamanan (security). Yang menjadi masalah adalah mahasiswa-mahasiswa ini tidak memiliki kemampuan menulis.

Ada makalah yang bahasanya acak-adut. Ada nuansa dia menerjemahkan makalah. Kalau menerjemahkan makalah dan dia mengerti, masih lumayan. Lha ini nampaknya dia tidak mengerti apa yang dia tuliskan. Mbulet. Ketahuanlah dari tulisannya. (Penggunaan Google Translate masih menghasilkan tulisan yang aneh bahasanya.)

Sebagian besar – mungkin 8 dari 10 mahasiswa – tidak tahu cara menuliskan referensi dan tidak tahu cara menggunakannya dalam tulisan. Ini parah sekali. Padahal salah satu kunci utama dalam penulisan makalah adalah penulisan dan pemanfaatan referensi. Padahal (2), saya sudah mengajarkan di kelas bagaimana tata cara penulisan referensi. Tidak menyimak? Tidur? Hadoh.

Banyak tulisan yang terlalu banyak bagian pengantarnya. Mungkin ini karakter orang Indonesia (yang kalau bicara juga terlalu banyak pengantarnya; “sebagaimana kita ketahui, … dan seterusnya”)? Akibatnya, pembahasan materinya sendiri menjadi terlalu singkat dan kurang mendalam. Mungkin mahasiswa kita jarang membaca makalah di jurnal sehingga tidak mengetahui bagaimana membuat tulisan yang yang singkat dan langsung kepada topiknya. Maklum, jumlah halaman untuk tulisan di jurnal dibatasi. Lewat dari batas itu, harus bayar mahal.

Ada lagi yang tulisannya sangat singkat. Maka ada akal-akalan untuk membuatnya terlihat lebih panjang, misalnya dengan membuat spasi yang lebih besar atau dengan memasukkan gambar-gambar yang tidak penting. ha ha ha.

Di atas itu saya tertawa sambil menangis. Jika kualitas tulisan mahasiswa-mahasiswa saya seperti ini, saya dapat membayangkan kualitas di tempat lain. Kira-kira samalah. Mau diadu dengan karya mahasiswa di luar negeri? Walah. Keok lah.

Harus mulai dari mana memperbaikinya? Perbanyak latihan menulis. Sekarang sudah banyak media untuk belajar menulis. Lha, blog ini juga merupakan sebuah tempat untuk latihan menulis. Apa alasan untuk tidak (latihan) menulis ya?

Iklan

11 pemikiran pada “Minimnya Kemampuan Menulis

  1. Waaah. Saya sebagai mahasiswa jadi tersentil, pasalnya saya kalo ngerjain tugas juga seadanya, cenderung menulis dengan asal-asalan. Huhu 😦
    Sebabnya, saya sering procrastinating, jadi kalo kerja ngebut asal jadi dan ga peduli kualitas. Selain itu, saya juga makin jarang nulis, apalagi tulisan ilmiah. Yah, semoga aja ke depannya saya bisa nulis tugas lebih baik

  2. Hal yang lazim terjadi pak, mungkin bagus kalau ada format makalah dalam bentuk LaTex supaya lebih terkontrol formatnya, hehehe…

  3. blog saya termasuk yang minim tulisan. hahaha. gak ada waktu nulis panjang tapi menarik di baca. butuh jam terbang… eh, jam nulis 😀

  4. Ayo, Pak, buat format penulisan yang tinggal diisi mahasiswa. Format baku penulisan makalah khas ITB misalnya: o. Lisensi Penulisan: ITB Documentation License; i. Daftar Isi; ii. Kata Pengantar; 1. Abstraksi; 2. Introduksi: a. Perumusan Masalah, b. Penguraian Masalah, c. Penyelesaian Masalah; 3. Kalkulasi: a. Objek Penelitian, b. Metode Penelitian, c. Tujuan Penelitian; 4. Eksplorasi: a. Deskripsi Data, b. Analisis Data, c. Penafsiran Data; 5. Integrasi: antara Kalkulasi dan Eksplorasi; 6. Kesimpulan: a. Kalkulasi, b. Eksplorasi, c. Integrasi; 7. Daftar Pustaka; 8. Tentang Penulis.

  5. Alhamdullilah, sejak smk hingga saat ini saya terus konsisten menuangkan gagasan dan ide saya dalam bentuk tulisan… semoga terus konsisten untuk terus menulis dan menulis hingga tulisanlah yang akan mengabadikan nama saya

  6. Kecenderungan mahasiswa sekarang memang sering mengambil jalan pintas guna menyelesaikan tugas. Mungkin saja, hal-hal seperti itu bisa terjadi karena pada jenjang pendidikan sebelumnya, kurang ditekankan bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Tetapi, seburuk-buruknya suatu tulisan itu masih lebih baik apabila hasil karya sendiri, dan tidak melakukan plagiarisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s