Warisan

Ternyata lagi heboh soal “warisan”. Maksudnya soal tulisan tentang warisan agama itu. Saya mah nyantai saja. ha ha ha. Bayangkan begini.

Jika, misalnya (ini misalnya lho), Anda mendapat warisan 3 milyar Rupiah. Kalau Anda diberitahu bahwa Anda dapat warisan 3 milyar, bagaimana sikap Anda? Kalau saya sih akan senang dan berkata … Amiiin … eh, Alhamdulillah. hi hi hi …

Sama lah dengan warisan agama. Ya, Alhamdulillah jugalah. hi hi hi …

Tentu saja berusaha sendiri lebih baik. Sudahkah kita berusaha?

#selalupositif

[mau nulis yang panjang-panjang, tidak ada yang baca. lagian, ini lagi bulan puasa. alasan, yang tidak nyambung tapi original.]

Iklan

13 pemikiran pada “Warisan

  1. Innalillahi wainna ilaihi rojiun anak Nabi Nuh tidak mengikuti “warisan” ayahnya

    Alhamdulillah Nabi Ibrahim tidak mengikuti “warisan” ayahnya

    Alhamdulillah Nabi Muhammad tidak mengikuti “warisan” jahiliyah kaumnya

    Alhamdulillah Allah memberi kita semua akal untuk berpikir

    Alhamdulillah Allah memberi kita Al Quran. Semoga kita mau belajar Al Quran beserta maknanya, paling cuma sekitar 600 halaman, masih jauh lebih sedikit dari textbook S1 kalau dikumpulkan πŸ˜‰

    Salam hangat πŸ™‚

  2. warisan, kalau gak dirawat dengan baik akan tergerus dan habis. oleh sebab maka daripada itu … (he he he) kita tidak boleh mengandalkan kepada warisan saja. bukankah begitu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s