Saya Juga Bisalah

Sekarang banyak orang yang sok jago. Merasa bisa segala hal. Semua orang dikritiknya. Padahal mereka tidak mengetahui banyak hal dari apa yang dikritiknya. Media sosial penuh dengan spesies seperti itu. Dalam olah raga, penonton selalu merasa lebih jagoan daripada pemain dan pelatih. ha ha ha.

Ada proses belajar, melalui teori dan praktek, untuk dapat mengerjakan sesuatu dengan baik. Apalagi kalau mau jadi jagoan. Proses belajar ini membutuhkan waktu. Tidak bisa seketika. Tapi, banyak yang mau instan. Proses belajar ini juga membutuhkan upaya. Tidak boleh malas.Tapi, banyak yang maunya disuapi.

Ketika orang yang merasa jagoan ini diberitahu, misalnya untuk membaca referensi ini dan itu, mereka malah bertanya “memangnya isinya apa”. Halah. Padahal sudah ditunjukkan referensinya. Mereka tinggal membaca. Namun inipun diabaikan. Jika orang tidak mau menjelaskan kepada mereka, maka mereka enggan berusaha untuk belajar dan tetap pada pendirian mereka (yang salah).

Bagaimana menghadapi orang semacam itu ya? Abaikan saja? Soalnya mengajari mereka itu membutuhkan kesabaran dalam ukuran yang luar biasa. Gimana ya?

Begitu ada orang yang berkata “saya juga bisa”, langsung saya meringis. Hadoh. Ujian kesabaran nih.

Iklan

7 pemikiran pada “Saya Juga Bisalah

  1. Ini sama kya orang-orang non-IT yang bilang ke orang IT “klo google saya juga bisa” =))

  2. Betul sekali. Ini memang zaman yang serba gagap, karena merasa bisa googling orang juga akhirnya merasa serba bisa. Sementara itu kebiasaan membaca justru mulai pudar, informasi dimakan sepotong-sepotong.

  3. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa mengetahui setengah pengetahuan lebih berbahaya daripada tidak mengetahui sama sekali. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan situasi di masyarakat sekarang yang malas mengecek referensi. Lihat saja bagaimana USA keluar dari Paris Agreement karena Presidennya mengganggap Global Warming adalah Fake News. Yang kita takutkan bukan karena kekesalan dan sakit kepala ketika menghadapi kaum-kaum tersebut, tetapi kaum-kaum tersebut mulai menjadi mayoritas dan mulai turun sebagai policy maker (setidaknya di USA).

  4. abaikan saja pak. masuk telinga kiri keluar telinga kanan
    klo di grup wa tidak usah ditanggapi, anggap dia tidak menulis apa2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s