Akhlak Yang Baik

Akhlak didefinisikan sebagai perangai, tingkah laku, atau tabiat. Akhlak ini melekat pada seseorang ketika dia melakukan perbuatan (yang baik) tanpa perlu mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Jika perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa, maka itu sebetulnya bukan cerminan dari akhlak.

Akhlak itu bersumber dari agama. Kalau moral, sumber acuannya adalah norma-norma yang berlangsung di masyarakat tersebut (adat istiadat). Kalau etika, sumbernya adalah akal dan logika. Dalam agama Islam tentunya sumber acuan tentang akhlak adalah Al Qur’an dan Hadis.

Sedemikian pentingnya akhlak itu di dalam agama Islam sehingga disebutkan bahwa Rasulullah (saw) diutus untuk kaumnya dan seluruh umat manusia untuk memperbaiki akhlak manusia. Bukan untuk membuat semua orang menjadi Muslim. Maka akhlak Rasulullah dapat menjadi contoh bagi semua orang, bukan hanya orang Muslim saja.

Akhlak ada dua, yaitu akhlak yang terpuji (mulia) dan akhlak yang tercela. Contoh dari akhlak yang terpuji adalah sabar, jujur, rendah hati, dermawan, sopan santun, rela berkorban, dan seterusnya. Sementara itu contoh akhlak yang tidak tercela adalah iri, dengki, fitnah, sombong, takabur, ghibah, dan hal-hal yang buruk lainnya.

Umumnya orang dapat melihat mana orang-orang yang memiliki akhlak terpuji atau tercela. Orang-orang yang memiliki akhlak terpuji disenangi semua orang karena dia membuat kehidupan menjadi lebih nyaman. Membuat dunia ini menjadi lebih baik. Jadi sangat jelas akhlak yang terpuji itu banyak manfaatnya tidak saja bagi diri sendiri tetapi bagi orang lain juga.

Bagaimana manfaat akhlak di hari akhir? Ternyata akhlak itu sangat penting.

Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [HR Tirmidzi]

Perhatikan juga ini.

Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Rasulullah (saw) bersabda:

Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. [HR Abu Daud]

Hal itu semua menunjukkan betapa pentingnya akhlak yang terpuji atau mulia itu. Siapa yang tidak mau? Saya belum pernah menemukan orang yang secara sadar ingin memiliki akhlak yang tidak terpuji. Semua orang (yang baik dan jahat) selalu ingin dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki aklak yang terpuji.

Apakah akhlak yang baik ini lahir dari bawaan kita? Ataukah dia dapat dipelajari? Akhlak yang baik dapat dipelajari dengan melalui berbagai latihan, latihan, dan latihan. Lingkungan yang baik lebih memudahkan orang untuk mempelajari akhlak yang mulia ini karena cara belajar yang paling mudah adalah dengan melihat contoh. Akan sulit untuk berlatih di lingkungan yang auranya negatif.

Mari kita belajar dan belatih agar memiliki akhlak yang mulia.

Iklan

4 pemikiran pada “Akhlak Yang Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s