Data Entry

Mari kita bahas (lagi) tentag dota entry, eh data entry. Supaya lebih jelas, saya akan ambilkan sebuah contoh kasus pemilihan umum di sebuah negara antah berantah.

Seorang operator data entry menemukan form (borang) dengan data seperti berikut:

calon #1 = 20
calon #2 = 20
calon #3 = 20
total suara = 80

Jika kita perhatikan, maka jumlah total suara tidak sama dengan jumlah yang seharunya. Jumlah seharusnya adalah 20+20+20 = 60. Jika Anda operator data entry tersebut, apa yang Anda lakukan?
(a) perbaiki data;
(b) masukkan (entry) data persis seperti itu.

Misalnya Anda berniat untuk memperbaiki data tersebut. Apa yang akan Anda perbaiki? Misal Anda ambil inisiatif mengubah jumlah total suara. Oleh Anda total suara diganti menjadi 60. Jreng! Anda masukkan data dan ternyata keputusan Anda itu salah! Maka Anda (dan institusi tempat Anda bekerja) langsung mendapat tuduhan menghilangkan suara! Ribut.

Kenapa keputusan Anda salah? Karena ternyata ada beberapa kemungkinan kesalahan. Kemungkinan pertama, yang salah adalah data untuk calon #3. Seharusnya data yang benar adalah “calon #3 = 40“. Maka jumlah total suara sudah benar, 80. Nah lho.

Kemungkinan tersebut bukan satu-satunya kemungkinan. Bisa jadi yang salah adalah data di calon #1 atau calon #2 atau keduanya atau ketiganya. Misalnya, bisa jadi datanya harusnya “calon #2 = 30” dan “calon #3 = 30“. Dan seterusnya. Paham maksud saya kan?

Ok. Cara yang paling aman adalah data dimasukkan APA ADANYA. As is. Pilihan (b). Sebagai seorang operator, Anda memasukkan data apa adanya. Seperti mesin scanner saja. Namun form ini diberi tanda (flag, warning) bahwa ada masalah di dalamnya. Tolong seseorang (manusia) melakukan verifikasi ulang.

Nah, inilah yang terjadi pada sistem perhitungan suara di Pilpres 2019. Itulah sebabnya terlihat bahwa sistem seperti tidak melakukan perhitungan, padahal dia melakukan perhitungan tetapi untuk jumlah yang salah ini maka aplikasi akan meminta perhatian seorang pemeriksa.

Ada yang berkomentar juga, kalau begitu seharusnya aplikasi tidak mau menerima data yang salah tersebut. Data yang jumlahnya totalnya salah, misalnya, jangan dimasukkan. Lah, jika demikian maka data itu mau diapakan dibuang? Ini malah bermasalah. Seolah-olah operator melakukan kecurangan dengan membuang data. Malah akan lebih bermasalah lagi. Tuduhannya malah lebih berat lagi. Jadi sudah benar bahwa data tetap dimasukkan tetapi diberi tanda (flag, warning).

Sudah kepanjangan ah.

Iklan

2 pemikiran pada “Data Entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s