Perlukah Menyimpan Foto Makanan?

Banyak orang, termasuk saya, yang suka memotret makanan. Ini dilakukan bukan sebagai seorang profesional, melainkan amatiran saja. Nah, masalahnya adalah ada banyak sekali foto makanan yang sudah saya kumpulkan. Apakah perlu foto-foto ini tetap saya simpan? Saya masih belum melihat pemanfaatannya selain sekali menampilkan foto ini di media sosial.

IMG_20200117_133949

Harddisk memang makin murah harganya. Yang saya lakukan biasanya menyimpan berkas tersebut, terus kemudian melupakannya. Jadi kalaupun foto ini saya simpan, mungkin dia akan menjadi “sampah digital”. (Apakah sampah digital ini dapat dijadikan uang? Itu menjadi bahasan terpisah.)

6 pemikiran pada “Perlukah Menyimpan Foto Makanan?

  1. Bisa jadi suatu saat referensi untuk orang lain, teman, suadara yang mau buka usaha makanan sebagai bahan inspirasi, jadi tinggal di share…

  2. Kalo masih banyak “space:” dihardisk disimpan aja nanti kan jadi nostalgia… Nah, kalo hardisk suatu saat mau penuh baru jadi prioritas utama buat dihapus….Tapi skrng bisa menyimpan data online.

  3. kemarin nonton drama korea stove leuage, pemeran utamanya suka memotret makanan ketika mau makan apapun, sehingga membuat sebagian orang ilfil. dipertengahan ditunjukkan kalau photo itu dikirim ke orang tuanya dikampung supaya orang tuanya tau kalau dia makan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s