Perlukah Kegilaan?

Jawaban singkatnya adalah perlu. Lah? Maksudnya bagaimana? Memang harus ada konteksnya dulu ya.

Jadi ceritanya saya mengajarkan entrepreneurship (apa terjemahannya betul kewirausahaan?). Salah satu sifat yang perlu dimiliki adalah tidak menyerah. Grit. Bahkan sifat ini dapat didorong lagi menjadi sedikit “gila” dalam arti nekad. Tetap teguh dalam menjalankan usahanya meskipun banyak tantangan.

Bagaimana caranya agar kita dapat tetap teguh meskipun dianggap gila? Salah satu solusinya adalah bergabung dengan orang gila lainnya. Ha ha ha. Jadinya kita merasa “normal”. Ternyata ada yang lebih gila dari kita.

Percakapan antara orang gila mungkin begini.

A: “Kamu mau kemana?”
B: “Saya tadi sudah makan kok”
A: “Oh yang di sana ya?”
B: “Iya enak”

Dan keduanya bahagia.

9 pemikiran pada “Perlukah Kegilaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s