Bekerja Adalah Bergembira

Bagi sebagian besar orang (?), bekerja adalah hukuman. Bekerja adalah penderitaan. Ini karena dalam kepalanya di bekerja karena terpaksa. Padahal ini dapat diubah dengan cara pikir yang berbeda dan dengan sedikit keberuntungan.

Setiap orang pasti punya kesenangan. Setidaknya, sebagian besar orang lah. Soalnya saya pernah melihat sebuah video tentang seseorang yang tidak punya keinginan apa-apa. Agak aneh, tapi ada. Untungnya ini bukan sebagian besar orang. Katakan ada orang yang suka mencoba berbagai makanan. Eh, ternyata dapat pekerjaan untuk menguji berbagai makanan. Lah cocok banget. Ada orang yang senang main bola basket (sepak bola) dan kemudian dibayar untuk main bola basket (sepak bola). Dan seterusnya. Sangat menyenangkan bukan?

Tadinya mau bilang bahwa kalau bekerja malah merasa tertekan, sebaiknya pindah tempat kerja. Tapi, jaman sekarang ini susah mendapat pekerjaan. Ya kalau dapat pekerjaan, disyukuri saja dan serius dalam bekerja. Itu sebabnya sangat beruntung bagi orang yang mendapatkan kerja sesuai dengan minat atau hobbynya. Beruntung. Lucky.

Maka, bekerja adalah bergembira.

Oh ya, ada video saya tentang hal ini di channel YouTube saya. (Ayolah subscribe. ha ha ha.) Video ini menyitir soal bekerja di startup seperti yang saya lakukan. Ketika orang lain berlibur, ini saya malah bekerja. Soalnya, bekerja itu menyenangkan. Itu video dibuat ketika tanggalan merah.

If work is so much fun, why take a holiday.

2 pemikiran pada “Bekerja Adalah Bergembira

  1. Mungkin karena sebagian besar orang itu belum tahu cara mengubah kesenangannya menjadi penghasilan, atau penghasilan dari kesenangannya itu belum bisa menutupi biaya hidupnya.
    Akhirnya mau tidak mau mereka mengerjakan apa yang bisa dikerjakan (walaupun tidak menyenangkan) untuk bisa hidup.

  2. pekerjaan yang menjadi impian adalah hobbi yang dibayar, tapi untuk memperjuangkan dan mencari orang yang mau membayar saat melakukan hobbi adalah cenderung susah, sehingga jalan mudahnya adalah membuat orang membayar sendiri dengan ihlas saat kita membuat hobbi.Pada umumnya mewujudkan ini, diawal2 sangatlah susah, selain diabaikan juga harus kerja keras. Pusing memahami kata katanya? heheh

    contohnya pemain bola, tidak ada pemain bola yang menawarkan diri bahwa dia sangat pandai. tapi pemain bola menunjukkan skill dan prestasinya sehingga pemilik klub berminat memasukkannya kedalam team

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s