Minggu Pagi

Hari Minggu ini mau ngapain ya? Eh, ternyata ada banyak hal yang harus dikerjakan. Ha ha ha. Mau leha-leha jadi tidak bisa. Oke lah. Mari kita buat hari Minggu ini menjadi produktif. Santai tapi produktif. Jreng!

107791339_10157446825826526_1567370339887067067_o

Jadinya pagi ini dimulai dengan memikirkan kode. Ada sebuah tugas untuk melakukan parsing data absensi. Data ini dari sistem absensi yang berbasis teknologi Face Recognition yang kami kembangkan. Data ada di sistem dan sekarang data ini harus dibuat menjadi laporan (untuk diteruskan ke bagian SDM). Maka mulai menyingsingkan lengan baju dan mulai ngoprek Python, Pandas, dan seterusnya.

Berhenti sejenak. Ada rekomendasi untuk membaca buku “Surveillance Capitalism” karangan Shoshana Zuboff (profesor Harvard). Hmmm. Saya memang banyak terlibat dalam pengembangan teknologi yang dapat digunakan untuk melakukan surveillance. Nampaknya harus membaca buku yang memberikan kritik terhadap kegiatan ini. Sementara ini lihat videonya dahulu.

Terus ada lagi kebutuhan untuk mencoba portability dari kode biner yang dihasilkan dengan menggunakan  bahasa Golang. Komputer desktop saya menggunakan Linux Mint yang sudah agak kadaluwarsa, tetapi compiler toolset saya termasuk yang terbaru. Jadi saya menggunakan desktop ini untuk menghasilkan kode yang belum tentu dapat jalan di tempat lain. Ada sebuah alat (digital signage) yang saya kembangkan. Nah, saya harus cek dulu apakah kode-kode saya dapat berjalan di sana. Kode ini membutuhkan OpenCV pula untuk membaca kamera.

Oh ya, tadi sempat memperbaharui web site saya (budi.rahardjo.id) dengan data mahasiswa bimbingan saya. Belum semua. Tadi baru sempat upload satu tesis mahasiswa bimbingan. Mengerjakan seperti ini membutuhkan waktu juga. Ada 3 mahasiswa saya yang baru lulus. Harus saya upload semua tesisnya agar dapat digunakan oleh seluruh masyarakat.

Dan masih banyak lainnya, yang kalau saya tuliskan dapat menghabiskan hari Minggu saya. Whoa!

Jadi saya masih terheran-heran dengan adanya orang yang tidak tahu harus ngapain. Saya tidak punya waktu untuk mengerjakan hal-hal yang ingin (dan harus) saya kerjakan. Sementara mereka bisa leha-leha. Nampaknya saya salah memilih lifestyle? ha ha ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s