Membaca Buku atau Menonton Video

Tahukah Anda bahwa berdasarkan ranking PISA (Programme for International Student Assessment), Indonesia dalam membaca merosot ke ranking 72 dari 77 negara. Artinya, siswa Indonesia memang tidak suka membaca. Bukan hanya siswa Indonesia, orang Indonesia secara umum tidak suka membaca. Sementara itu pada beberapa pertemuan (yang saya ikuti dan amati) ada beberapa upaya untuk menaikkan minta baca dengan cara membuat banyak buku. Hmmm …

Pendekatan ini menurut saya masih kurang tepat. Kita sudah lama mencoba hal ini dan tidak berhasil. Maka dari itu perlu dilakukan pendekatan lain yang berbeda dari sebelumnya. Out of the box. Dalam hal ini saya mengusulkan untuk membuat video daripada membuat buku. Alasan saya adalah orang Indonesia lebih menyukai audio visual. Video lebih banyak dilihat daripada buku.

Apakah melihat video lebih buruk atau lebih rendah daripada membaca video? Ukuran yang dibuat oleh kebanyakan orang adalah berbasis membaca. Padahal secara kultur, orang Indonesia tidak suka membaca. Sudah pasti kita akan berada pada peringkat rendah. Ini seperti mengukur kehebatan binatang dari kemampuan berenangnya. Lah, kalau seperti ini akan susah. Leopard pasti akan kalah dengan ikan. Demikian pula kalau ukurannya adalah kemampuan memanjat pohon. Maka yang memang adalah monyet, bukan buaya.

Sebetulnya yang lebih utama adalah masuknya ilmu itu ke kita, bukan? Bahwa medianya melalui buku atau melalui video semestinya tidak masalah. Dahulu buku yang paling memungkinkan karena teknologi yang tersedia (dan paling murah) adalah dengan menggunakan percetakan. Sekarang sudah ada YouTube dan cloud untuk menyimpan data dalam bentuk apapun, termasuk video. Jadi sekarang semestinya lebih memungkinkan membuat video.

Masih banyak orang yang tetap ngotot bahwa membaca (buku) dan membuat buku adalah yang paling utama. Bagi sebagian kecil orang Indonesia ini benar. Saya sebetulnya termasuk kelompok yang ini, yaitu kelompok yang lebih suka membaca. Lucunya orang-orang yang mengusulkan perbanyak baca buku bukan orang yang suka membaca buku. Ketika saya tanya buku apa yang sedang dibaca, atau sebutkan sepuluh (10) penulis Indonesia kesukaannya, maka mereka kesulitan menjawab. Persis. Karena mereka tidak suka membaca.

Saya ambilkan contoh yang sedang saya alami ini. Saya sedang membaca dua buku (berserta buku-buku lainnya); (1) Pedro Domingoes – The Master Algorithm, (2) Shoshana Zuboff – The Age of Surveillance Capitalism. Kedua buku tersebut merupakan buku yang banyak direkomendasikan oleh orang-orang terkenal (thinkers, leaders) berskala dunia. Ternyata memang buku-buku tersebut bagus. Sayangnya, lambat sekali saya membaca buku tersebut.

Saat ini bacaan saya untuk buku Pedro Domingoes baru sekitar 65% dan buku Prof. Zuboff baru 2% (karena baru memulai). The Master Algorithm bercerita tentang madzhab Artificial Intelligence (AI). Bagus, tapi susah bacanya. Bakalan lama untuk menyelesaikannya. Saya membutuhkan informasi yang cepat. Maka yang saya lakukan adalah saya mencari video tentang buku-buku tersebut. Eh, ada! Maka yang saya lakukan adalah menonton video-video tersebut. Setelah menonton video tersebut maka saya paham esensi dari buku yang sedang saya baca.

Berikut ini adalah link-link video yang saya maksudkan di atas:

Poin yang ingin saya sampaikan adalah menonton video itu bagus untuk meningkatkan minat baca. Harapannya, setelah menonton video tersebut maka orang akan membaca buku-bukunya. Jika akhirnya tidak membaca bukunya pun, setidaknya esensi dari apa yang diutarakan dalam buku tersebut sudah dipahami. Nah, ini yang saya maksudkan perlu diperbanyak video-video yang berkualitas.

Oh ya, contoh video-video yang berkualitas ada banyak. Misalnya video-video yang dibuat oleh National Geographic, BBC, PBS, dan seterusnya. Banyak sekali videonya. Nah, harus dibuat video semacam ini ke dalam bahasa Indonesia.

Oh ya (lagi). Sebagai perbandingan, saya buatkan juga video tentang opini ini. Di bawah ini ada videonya. Anda pilih yang mana? Membaca tulisan ini atau menonton videonya?

4 pemikiran pada “Membaca Buku atau Menonton Video

  1. Saya lebih suka baca tulisan ini daripada menonton videonya. Karena saya suka membaca.
    Selain itu lebih mudah untuk menjeda ketika membaca daripada menonton video

  2. Pernyataan menarik kontrasnya advice dan effort yg sudah dilakukan, minat baca buku saya mulai berkurang semenjak banyak alternatif untuk belajar yet buku fisik masih memberi kesan nostalgic jadi lebih awet nempel di hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s