Satu Tahun Bekerja Dari Rumah

Bulan ini, Maret 2021, merupakan waktu yang penting bagi banyak orang. Setahun yang lalu pada bulan ini pandemi COVID-19 resmi dinyatakan. Maka semua kegiatan dikurangi untuk mencegah penyebaran virus corona ini. Bekerja mulai dilakukan dari rumah. Work from Home (WfH). Sekolah juga dilakukan dari rumah.

Pada awalnya semua orang kebingungan dan khawatir. Apakah kita dapat melakukan kegiatan kita dari rumah? Tidak dari kantor? Tidak dari sekolahan? Setahun kemudian kita mengetahui bahwa kita bisa. Tentu saja dengan cara yang berbeda. Maka ada istilah new normal. Ada kegiatan yang dianggap sebagai normal, yaitu bekerja dari rumah. Dari dahulu kita ingin menerapkan remote workers, yaitu bekerja bekerja tidak di kantor, tetapi selalu gagal. COVID-19 langsung membuatnya menjadi berhasil. Tentu saja definisi dari “berhasil” itu juga akan berbeda. Tidak sama.

Bagi saya sendiri bekerja dari rumah bukanlah sebuah hal yang baru. Saya sendiri sudah biasa bekerja dari rumah, dari kantor klien, dari kampus, dari kafe, dari co-working space, dari … mana saja. Saya memang bekerja dengan menggunakan internet. Jadi bekerja dari rumah malah sebetulnya merupakan hal yang natural bagi saya. Hanya saja pada waktu itu orang lain belum bekerja dari rumah sehingga ketika diajak untuk melakukan online, video conferencing misalnya, banyak yang tidak bisa (atau tidak mau). Sekarang malah itu yang menjadi pilihan utama. Jadi lebih mudah bagi saya.

Bagimana dengan Anda? Bagaimana pengalaman Anda setelah satu tahun bekerja dari rumah?

6 pemikiran pada “Satu Tahun Bekerja Dari Rumah

  1. Sebetulnya di karir saya sempat menjalankan pekerjaan dari rumah secara profesional selama 7 tahun.
    Tetapi di pekerjaan saat ini sebagai account hal ini buuh adjustment banyak termasuk dari sisi klien, mereka juga butuh adjustment yang luar biasa banyak.
    Kondisi saat ini sudah membaik dan kelihatannya secara infrastruktur sudah mulai dipersiapkan dengan baik. tetapi tetap kalo produksi besar misalnya melibatkan TV harus secara fisik juga siap dengan protokol-protokol tertentu seperti semua staf yang terlibat harus tes swab dll.

  2. selama pandemi, justru sy gak ngalamin WFH… jadi belum tau rasanya seperti apa… palingan nanya ke istri yang WFH .. itupun kadang2…

  3. rata-rata wfh itu jadi menimbulkan kesan:
    -kerja jadi fleksibel (flexible working arrangement)..saking fleksibelnya jam kerja bisa dari pagi sampai malam (padahal ‘nyambil’ kerjaan rumah tangga loh 😛 ) uptime nya nambah..
    -inisiatif untuk pekerjaan jadi bagus, mungkin karena bisa sambil ‘santai’ kali ya di rumah.
    -muncul ide-ide untuk side job ( yg ini nih… 😀 )
    -dsb dsb

    tapi ini subjektif loh (baca: curhat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s