Kopi Lanang

Pertama kali saya mencoba kopi Lanang itu dari sebuah pameran. Waktu itu acaranya di akhir pameran dan para peserta stand sudah mulai bongkar-bongkar stand mereka. Saya lihat ada satu stand kopi yang mau bongkar-bongkar. Eh, dia nawari kopi Lanang yang merupakan produksi dari mereka dengan harga yang sangat murah. Saya rasa daripada mereka pulang mebawa barang lagi, maka lebih baik dijual murah. Saya beli.

Sesampainya di rumah, kopi ini saya giling dan seduh. Wuih enak euy. Sayang sekali saya tidak tahu kemana mau beli kopi ini. Ya itu tadi, beli kopi itu juga agak ngasal karena harganya murah sehingga tidak bertanya kemana kalau mau beli lagi. Bungkus kopinya pun tidak memberikan informasi itu. Ya sudah, sampai di situ saja saya menikmati kopi lanangnya. Saya sendiri masih tidak tahu yang dimaksud kopi lanang itu apa.

Lama kelamaan saya diberi penjelasan dari kawan-kawan yang bergerak di bidang per-kopi-an tentang apa itu kopi lanang atau dikenal juga dengan nama peaberry. Nanti saya buatkan link tentang informasi itu di sini. Intinya adalah kopi ini cukup langka dari setiap panen sehingga harganya lebih mahal. Dari segi rasa selama ini kopi lanang selalu enak sekali. Jadi kalau ada pilihan kopi lanang, hampir selalu saya sikat. Belum pernah dikecewakan.

Minggu-minggu lalu saya mendapatkan dua kopi lanang ini; dari Glic dan dari Penyeo Kakopi. Tidak dapat disangkal kopinya enak sekali rasanya dan bau aromanya pun enak. Seringkali saya menemukan kopi yang enak sekali rasanya tetapi bau aromanya biasa saja. Aroma kopi itu ikut membuat selera minum kopi meningkat. Ada satu kopi celup dari Australia yang bau aromanya luar biasa sekali. Semerbak bau kopi enak kemana-mana. Soal rasa sih biasa-biasa saja. Setiap mau minum kopi yang itu selalu saya nikmati dulu baunya. Kembali ke kopi lanang ini, saat ini saya sedang menikmati keduanya. Yang Glic karena ukuran paketnya yang kecil, isinya sudah habis. ha ha ha. Yang satunya masih cukup banyak.

Peaberry coffee dari Glic
Kopi Lanang Penyoe Kakopi

Demikianlah review singkat saya tentang kopi lanang yang sedang saya nikmati. Kontak untuk Glic dan Penyoe Kakopi menyusul ya.

4 pemikiran pada “Kopi Lanang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s