Beres Kuliah, Sibuk Tetap

Ini rumusnya gimana sih? Tadinya saya pikir begitu kuliah selesai, saya bisa punya waktu sedikit untuk leha-leha. Eh, ternyata tetap saja sibuk. Adalah urusan mahasiswa yang sidang, mahasiswa minta surat rekomendasi (untuk meneruskan ke S3), bimbingan mahasiswa, mereview makalah, menjadi juri, memberikan presentasi, dan seabreg-abreg kerjaan lain. Mungkin dulu kerjaan-kerjaan ini sudah ada tetapi “tidak terlihat” karena lebih disibukkan untuk urusan perkuliahan. Sekarang karena perkuliahan sudah selesai, jadi yang ini menjadi terlihat.

Kalau memang seperti yang di atas – bahwa kalau kita memikirkan sesuatu atau tertarik ke sesuatu maka akan menjadi terlihat – maka sebaiknya kita tidak perlu memperhatikan? Kalau begitu, kita perhatikan hal yang menyenangkan saja sehingga yang terlihat hanya hal-hal yang menyenangkan. Nampaknya benar ini. Mari kita uji. Mari kita melihat hal-hal yang menyenangkan saja.

(Tapi pekerjaan dan to-do list tetap teringat euy? Gimana ya? ha ha ha. Ini yang namanya nasib.)

Satu pemikiran pada “Beres Kuliah, Sibuk Tetap

  1. Kalau saia, yang “terlihat” biasanya malah yang tidak menyenangkan 😀 Rasanya kok lama gitu, pingin segera usai..
    Kalau yang menyenangkan malah rasanya kok ‘cepet bener, kayaknya baru sebentar’ XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s