Serpihan Perang Siber

Perang fisik merupakan hal yang mengerikan bagi kedua belah pihak yang berseteru. Roket, bom, dan peluru direncanakan untuk menghantam target. Negara tetangga pun ikut khawatir akan adanya roket, bom atau peluru yang nyasar. Apalagi negara yang letaknya sangat berdekatan dengan target.

Dunia siber (cyberspace) tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ini yang membuatnya mengerikan. Serangan di dunia siber (cyber attack) dapat melontarkan serpihan ke siapapun juga, bukan kepada yang ditargetkan saja. Efek serangan tidak hanya sampai ke tetangga yang berdekatan secara fisik saja, tetapi juga kepada tetangga yang berdekatan secara logis. Jarak antara Rusia, Ukraina, Amerika, dan bahkan Indonesia adalah sangat berdekatan di dunia siber.

Serangan di dunia siber dapat ditargetkan kepada pihak tertentu saja. Software yang didesain khusus untuk itu – malicious software atau malware – dapat mengenai korban yang bukan tujuannya. Katakanlah kita menggunakan framework atau pustaka (library) yang memiliki kerentanan sama dengan yang digunakan oleh target serangan, maka kita pun dapat terkena seripihan serangan siber tersebut.

Ada sebuah cerita sampingan mengenai malware Stuxnet yang ditargetkan ke infrastruktut nuklir Iran. Ternyata ada beberapa perusahaan di Rusia yang menggunakan hardware yang sama seperti yang ditargetkan oleh Stuxnet. Merekapun ikut terkena serangan. Tentu saja ini tidak diceritakan kepada umum.

Poin yang ingin disampaikan adalah bahwa meskipun yang berseteru adalah negara lain, kita tetap harus waspada di dunia siber. Jangan sampai kita terkena serpihan serangan yang sebenarnya tidak ditujukan kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s