Category Archives: buku

Buku Baru

Baru dapat satu buku baru lagi, Bill Bryson – Down Under, dari Hafiz. Thank youuu…

Sudah lama saya ngincer buku karangan Bill Bryson, tapi selalu saja tidak jadi beli. Yang hampir terbeli adalah “The History of Everything“. Akhirnya dapat juga salah satu bukunya Bill Bryson ini. Mari kita cek, asyik atau tidak bukunya.

IMG_8777 down under

Baru beberapa halaman di depan yang terbaca. Kayaknya asyik juga nih. Baca dulu ya …


Bacaan Yang Pantas Dibaca

Ada berapa buku yang diterbitkan setiap harinya? Saya tidak tahu statistiknya. Semestinya banyak. Dari buku-buku yang diterbitkan ini, berapa persen yang bagus dan layak untuk dibaca? Nah, ini lagi-lagi saya tidak tahu, tetapi saya menduga jumlahnya tidak banyak. Ini berdasarkan pengalaman pribadi dikecewakan membeli buku. Mungkin ketidaksukaan saya pada beberapa buku adalah masalah selera, tetapi saya yakin memang banyak buku yang tidak layak untuk dibaca. Memboroskan waktu saja.

Bagaimana mencari buku yang pantas dibaca? Untuk itu ada beberapa situs yang memberikan resensi dari para pembaca buku. Bukan dari penerbit / penjual buku. Review dari mereka dapat membantu kita memilih buku yang pantas dibaca.

Sekarang dengan teknologi informasi (IT) makin banyak bahan bacaan lagi. Ada banyak blog, situs, situs berita, dan juga media sosial. Dari ini semua, seberapa banyak yang memang pantas untuk ditukarkan dengan waktu kita? Saya yakin, tidak banyak. Lantas, mengapa kita masih membuang waktu kita untuk membaca, mengomentari, dan bahkan mencari bacaan yang tidak manfaat itu?

Carilah bacaan yang manfaat, yang membuat kita menjadi lebih baik dan bahagia. Bukan bacaan yang membuat kita marah-marah, meningkatkan tekanan darah, dan membuat permusuhan. Lebih baik cari bacaan yang positif lah. Memang tidak banyak, tetapi ada. Hargai waktu kita.


Rekomendasi Buku

Kalau dahulu, mencari buku itu susah. Apalagi bagi kita yang tinggal di Indonesia. Fasilitas perpustakaan di Indonesia jauh ketinggalan daripada perpustakaan di luar negeri. Eh, sekarang juga masih demikian kondisinya. Kita hanya bisa ngiler melihat ketersediaan buku-buku di perpustakaan di luar negeri. Selain perpustakaan, toko buku di luar negeri juga jauh lebih baik daripada toko buku di Indonesia. Intinya, kita sulit mendapatkan buku yang bagus-bagus.

Sekarang, dengan adanya internet, kesulitan untuk mendapatkan bahan bacaan sudah sangat berkurang. Permasalahan sekarang justru di sisi ekstrim yang lain, yaitu terlalu banyak bahan bacaan. Tidak semua bahan bacaan tersebut bagus dan pantas ditukar dengan waktu yang kita “buang” untuk membaca buku tersebut. Masalah sekarang adalah memilah bacaan yang bagus di tumpukan bahan bacaan.

Kesulitan mendapatkan buku yang bagus (dahulu) dipecahkan dengan membuat klub buku (book club). Di situ kita bisa bertukar buku. Setidaknya kehausan akan bahan bacaan dapat dikurangi dengan klub tersebut.

Permasalahan memilah buku mana yang pantas dibaca dipecahkan dengan meminta bantuan orang lain untuk memberikan saran atau rekomendasi. Rekomendasi ini dapat dilakukan secara manual atau secara otomatis. Atau, kita juga dapat melihat buku-buku yang dibaca orang lain melalui berbagai situs rekomendasi buku. Setidaknya mekanisme ini dapat mempermudah proses filtering.

Secara berkala nampaknya kita perlu bertukar daftar buku yang sedang kita baca.


Buku Dan Perjalanan

Ternyata salah satu cara yang efektif untuk membaca buku adalah dalam perjalanan. Ada banyak buku yang belum berhasil saya baca. Seringkali buku bagus di depannya, kemudian mulai membosankan. Akibatnya buku tersebut berhenti dibaca. Yang seperti ini ada banyak di koleksi saya. Bingung saya, bagaimana menyelesaikannya. Eh, apa memang perlu diselesaikan? Kadang memang harus diselesaikan. Hanya saja saya harus mencari motivasi untuk menyelesaikannya.

Perjalanan sering memiliki jeda. Menunggu pesawat, kereta api, dan transportasi umum lainnya memberikan kesempatan kepada kita untuk membaca. Tentu saja, jeda waktu ini dapat disisi dengan … tidur. ha ha ha. Di dalam kendaraan juga memungkinkan kita untuk membaca. Itulah sebabnya saya lebih suka naik kereta api dibandingkan dengan naik mobil. Di kereta api saya dapat membaca buku.

Tulisan ini juga ditulis pada saat jeda di perjalanan. Ini ditulis di hotel. Mau baca buku lagi ah.


Rayuan Buku

Wahai buku-buku,
Aku tahu apa yang kalian perbuat
Kalian bersekongkol
Merayu kami
Untuk sekedar melihat-lihat
Memungut
Kemudian membawa kalian pulang
(dan mengucapkan selamat tinggal
kepada uang yang sebelumnya menghuni dompet)

IMG_3619 books 1000


Draft Buku Tentang Twitter

Baru saja saya upload draft tulisan (buku) tentang Penggunaan “Twitter Yang Baik Dan Benar“. Silahkan unduh dari tempat berikut:

http://www.scribd.com/doc/169350630/Twitter-Baik-dan-Benar

Selamat menikmati.

Oh ya, saya masih mencari tempat lain untuk upload draft buku ini. Ada saran? (Maunya yang bisa menimpa versi lamanya supaya versi yang terbaru yang didownload.)


Buku Kuning

Ini bukan tentang kitab yang terkenal itu. Ini tentang buku-buku saya yang kertasnya mulai berubah menjadi kuning dan berjamur. Lihat saja fotonya di bawah ini.

CIMG5233 buku kuning 1000

CIMG5236 buku kuning 1000

Ya memang ini salah saya juga karena membiarkan mereka dalam lemari di luar. Habis bagaimana lagi? Lemari-lemari di dalam sudah penuh dengan buku-buku yang lain. Bagusnya eBooks adalah mereka tidak bakalan mengalami kasus kertas menjadi kuning ini. hi hi hi.

Maafkan aku wahai buku … :(


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.395 pengikut lainnya.