Category Archives: food

Kopi (Lagi)

Asyik. Baru dapat kopi lagi.

kopi baru

Sebetulnya saya tidak tahu mereknya apa. Tapi kayaknya enak. Hari ini mau dicoba ah. Enak euy.


Kopi

Pagi ini dimulai pukul 3:30 pagi di Bumi Serpong Damai (BSD). Semalam ada meeting sehingga saya terpaksa menginap di sana. Pukul 4 pagi meluncur dari BSD menuju Bandung. Ada kelas pukul 8 pagi.

Perjalanan Jakarta – Bandung cukup lancar. Sampai di kampus pukul 7 pagi. Langsung menuju kafe Eititu, yang berada di Campus Center Timur. Mereka belum buka, tetapi karena saya sering makan di sana para pekerjanya sudah hafal dengan saya. Jadi, mereka sedang menyapu dan ngepel tapi saya sudah bisa pesan kopi hitam. Long black.

IMG_20160415_073147

Nendang! Membuat saya terjaga selama kuliah. Eh, sebetulnya tanpa kopi pun tidak masalah. Ini hanya pembenaran saja. he he he.

Setelah mengajar saya pulang karena siang, setelah Jum’atan, ada rapat. Kali ini saya minta dibuatkan kopi lagi. Sama juga, kopi hitam. Ukurannya malah lebih banyak, satu mug. hi hi hi. Lumayan membuat saya lebih terjaga ketika rapat. (Lagi-lagi ini pembenaran.)

Sekarang pengen kopi lagi, tapi kayaknya jatah kopi hari ini sudah cukup.


Mencari Makanan Halal

Salah satu hal yang dicari ketika traveling adalah makanan halal. Kali ini saya sedang berada di Bangkok. Di airport agak susah juga mencari makanan yang halal. Hampir semua tempat yang ada menyajikan pork. Akhirnya saya hanya menemukan roti cokelat di convenience store saja.

Setelah sampai di hotel, saya juga mencari tempat makan di sekitar hotel. Soalnya kalau makanan di hotel biasanya juga harganya mahal dan tidak terlalu menarik. Kebetulan ini tempatnya di tengah kota Bangkok. Mall yang terdekat adalah Central Embassy. Ini nampaknya mall yang isinya barang mahal semua. Saya lihat daftar tokonya, hanya ada restoran yang mahal. Yang lumayan kayaknya Starbucks dan Coffee Bean. Hmm. Cari di luar saja ah.

Menyusuri jalan di luar juga lumayan panas. Nemu beberapa tempat makan yang nampaknya murah, tetapi kayaknya juga tidak halal. Mana tulisannya juga pakai tulisan Thailand. ha ha ha. Ini sudah mendekati malam sehingga sudah banyak yang tutup juga. Okelah kembali ke mall tadi saja dan makan di Starbucks saja ah.

Sesampainya di Central Embassy saya jalan-jalan dulu. Yang belum dieksplorasi adalah Lower Ground (LG). Di sana ada tempat makan yang berupa kumpulan jenis makanan. Melihat-lihat daftarnya dulu. Kok gak jelas juga. Ah, masuk saja. Siapa tahu di sana ada makanan vegetarian. Eh, ternyata ada. Saya pesan satu jenis masakan vegetarian. Tiba-tiba saya melihat orang kerja yang berkerudung. Eh ternyata ada yang jual makanan halal!

 

P_20160321_181625 eathai halal

Asyik. Makanannya juga kayaknya enak. Akhirnya pesan prata kari. Ternyata enak! Alhamdulillah ternyata dimudahkan. Besok makan di sini lagi ah.

P_20160321_182424


GO-JEK dan Uber Adalah Solusi

Kami tinggal di dekat kota Bandung. Maksudnya “dekat” di sini, adalah 500 meter dari batas kotamadya Bandung. Dari batas kotamadya ke rumah hanya 2 menit lah. Menariknya adalah hampir semua restoran tidak ada yang mengantar ke tempat kami. Hanya ada satu, restoran 449, yang mau. he he he. (Apa mereka tidak kenal kota Bandung?)

Adanya GO-JEK merupakan solusi bagi kami. Sebetulnya persisnya adalah GO-FOOD, bukan ojek untuk ditunggangi. Kalau mau naik ojek, saya masih pakai ojek biasa. Sejak ada GO-JEK kami jadi mudah memesan makanan apa saja. Mereka mau mengantar ke tempat kami, yang sebetulnya tidak jauh berbeda dari tempat lainnya.

Demikian pula dengan Uber. Kalau pesan taksi konvensional, sudah nunggu lama tidak ada kabar kemudian ada kabar bahwa taksinya tidak ada. Pusing. Padahal mau ke bandara atau ke stasiun kereta api. Dengan Uber, kami dapat memastikan ada atau tidaknya kendaraan. Kalau ada, kami juga tahu kapan perkiraan datangnya. (Saya sudah tuliskan tentang ini ya.) Kepastian.

Sebetulnya saya tidak fanatik sekali dengan GO-JEK atau Uber. Hanya saja, alternatif lain tidak ada. Maka mereka merupakan solusi bagi kami. Mungkin bagi orang lain layanan GO-JEK atau Uber dipilih karena murahnya. Bagi saya bukan itu. Saya masih menggunakan taksi biasa dan ojek biasa bila memungkinkan (ada). Lagi-lagi, saya menggunakan GO-JEK atau Uber karena alternatif lain tidak ada.

Mau nggojek makanan dulu ah. (Sekarang masalahnya adalah sinyal operator saya sering jelek di sini.)


Kopi Lagi?

Sering kejadian saya merasa ingin minum kopi lagi. Seperti sekarang. Padahal hari ini saya sudah meminum dua cangkir kopi. Katanya sih sehari maksimal tiga cangkir kopi hitam. Jadi gimana? Kopi lagi? Padahal ini sudah pukul 22:30.

Kopi bagi saya bukan untuk membuat tidak tidur. Saya hanya pengen kopi saja. Craving. Soalnya biar minum kopi, tidur sih tidur saja. hi hi hi. Nampaknya keputusan saya saat ini adalah minum kopi lagi.

IMG_0238 kopi bw

[ini foto kopi kemarin pagi]


Bungkoos: tempat makan enak

Sudah lama saya tidak menulis tentang makanan. Nah, sekarang nulis lagi.

Untuk yang ingin beli handphone, komputer, atau gadget di Bandung, BEC (Bandung Electronic Mall) merupakan salah satu tempat yang paling banyak dipilih. Kiosnya banyak dan harganya juga lumayan.

BEC sekarang punya gedung baru, yang nyambung dengan gedung lamanya. Di tempat gedung baru ini masih banyak kios yang kosong. Yang menarik bagi saya adalah tempat makannya. Mau dicobain satu persatu ah. Maksudnya yang tempatnya tidak umum.

Ada satu tempat makan yang menarik. Namanya “Bungkoos”. Makanannya adalah makanan Melayu. Atau kalau bagi saya, makanannya berkesan Malaysia.  Pertama mencoba, rasanya kok enak. Kedua kali, masih enak. Tadi ketiga kalinya, juga enak. ha ha ha.

Menu yang paling saya suka adalah sate padang, prata, dan nasi lemak (dengan rendang). Yang lain belum dicoba, tapi saya yakin enak juga.

IMG_9874 bungkoos

Tempat Bungkoos ini yang agak susah dicari karena dia dekat dengan lift, di balik dinding. Dia tidak terlihat kalau kita berjalan di mall. Agak tersembunyi di lantai SL (Street Level). Sayang juga tidak strategis tempatnya. Jadi kalau mau ke tempat ini, Anda harus mencari.

Selamat makan …


Mau?

Bagi Anda yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tahu bahwa saya suka dan sering sekali memotret makan. Hanya akhir-akhir ini saya melakukannya dengan malu-malu. Sembunyi-sembunyi. Pasalnya, semua orang sekarang melakukannya. Ini sudah menjadi mainstream. Padahal saya anti-mainstream. Waaa.

IMG_9355 lamian

[Lamian – mie tarik]

IMG_9358 xiao long bao

[xiao long bao]

IMG_9349 roti canai

[roti canai]


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.764 pengikut lainnya