Review Kopi

Setiap minggu saya menerima kopi dari berbagai sumber. Kopinya enak-enak semua. Jangan-jangan saya tidak bisa membedakan kopi enak yang tidak enak. Ha ha ha. Saya ingin membuat review kopi-kopi ini tapi selalu tidak sempat. Ini saya paksakan untuk membuat reviewnya.

Kopitikami

Ini kopi datang dari Indra, yang berada di satu perusahaan dengan saya. Jadi agak “gak netral” juga. Ada conflict of interest. Ha ha ha. Tapi saya buat senetral mungkin.

DSC_7156 koptitikami_0001

Ini adalah kopi dari daerah Jawa Barat. Biasanya saya agak kurang cocok dengan kopi dari daerah Jawa Barat karena agak fruity, tapi entah kenapa yang ini tidak terlalu fruity. Jadi enak bagi saya.

Salah satu cara untuk membuat reviewnya netral adalah kopi ini saya bagikan ke tempat lain. Salah satunya adalah saya bawa ke sebuah kedai kopi di Bandung. Saya berikan ke baristanya. Pada pertemuan berikutnya, sang barista mengatakan kopinya ini enak. (Sebelumnya saya bawa kopi dari Afrika dan dia bilang kopi yang itu sudah agak kelamaan.)

Kopi Padang

Kalau kopi dari Padang, biasanya saya tahunya Kopi Solok. Saya belum banyak ngopi Solok. Perasaan saya terakhir kali minum kopi Solok kurang berkesan karena agak gosong. Ini ada kiriman dari (kelompok petani?) Padang yang mengirimkan kopi.

DSC_6977 kopi padang_0001

Kopi yang dikirim ini ternyata rasanya beda. Bedanya dia agak sedikit fruity. Lho kok karakternya seperti kopi dari Jawa Barat. Tidak ada rasa gosong,. Jadi kopi ini lebih enak dari kopi Solok yang pernah saya coba. Apalgi bagi yang senang kopi dari Jawa Barat, kopi yang ini pasti cocok.

Kesimpulan saat ini, kopi-kopi ini enak. Silahkan dipesan.

Selain kopi-kopi ini masih ada kopi-kopi yang lain lagi. Nanti akan saya bahas secara berkala ya.

Kopi (Lagi)

Kalau dibilang saya adalah penggemar kopi, maka itu adalah sebuah understatement. hi hi hi. Saya gila kopi. Nah itu mungkin yang benar. Sudah senang kopi dan kebetulan banyak yang memberitahu kopi-kopi yang enak. Jadi kopi yang saya coba macam-macam. Kebetulan lagi, Bandung ini surganya kopi. Mau kopi apa saja, ada. Alhamdulillah.

Katanya “no picture = hoax“. Maka berikut ini saya tampilkan beberapa foto kopi yang saya cicipi. Yang terakhir-terakhir saja ya. Soalnya kalau saya tampilkan semua, bakalan puluhan foto.

DSC_3736_0001 DSC_3734 kpi_0001

DSC_3398 kopi_0001 DSC_3389_0001

Dan masih banyak lainnya. Percayalah, banyaaakkk. Itu adalah kopi-kopi yang terbaru saja.

Minggu lalu ada acara “Ngopi Saraosnya” di Gedung Sate, Bandung. Ada lebih dari 70 tempat kopi di sana. Semuanya adalah kopi yang berasal dari daerah Jawa Barat. Saya datang dan kalap belanja. Foto di bawah ini adalah hasil belanja di sana.

DSC_3728 kopi_0001

Pas di sana juga saya lihat penyeduhan kopi. Ini saya ambil videonya. Ini dari stand kopi WHD. Tadinya saya kira apa itu singkatan WHD. Ternyata itu dari nama pemiliknya, pak WaHiD. Ya ampun. Ha ha ha. Dalam video ini dapat dilihat kawannya pak Wahid sedang membuatkan kopi. Kemudian kopi ini juga “dikocok” denganĀ  bongkahan es. Hasilnya kopi dingin yang luar biasa enaknya. Apa lagi itu pas siang hari.

Saya termasuk yang tidak pandai membuat kopi. Hanya bisa minum kopinya saja. Penikmat kopi tulen. Bukan pembuat. ha ha ha.

Selamat menikmati kopi.

Kopi

Banyak yang mungkin belum percaya kalau saya ini penggemar kopi. Maklum, di blog ini saya jarang menuliskan soal kopi. Dahulu saya ragu untuk menulis tentang kopi karena saya tidak tahu apa yang akan saya tuliskan. (Padahal untuk topik lain juga kondisinya sama. ha!) Tapi akhirnya saya putuskan untuk menuliskan tentang kopi juga.

Di Facebook, saya sering menampilkan foto-foto tentang kopi. Jadinya banyak orang yang tahu saya suka kopi. Akibatnya, saya sering mendapatkan kopi. Pokoknya bervariasilah kopi yang saya terima. Berikut ini beberapa contoh foto kopi yang baru-baru ini saya terima.

DSC_0008 kopi_0001
Kopi RukunRakun

DSC_9119 kopi_0001//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Selamat menikmati kopi.

Kopi

Kopi Minggu pagi ini, sambil ngoprek IoT untuk presiapan presentasi nanti siang. Sayangnya eksperimen gagal (belum bisa jalan). Tidak apa-apa. Yang penting dapat menikmati kopi dulu.

DSC_8319 kopi_0001 Menambah koleksi kopi. Yang ini dari Ethiopia, kiriman dari Martin Crow. Thanks Martin.

DSC_6722 coffee_0001

Ini kopi dari Jawa Barat dan video (tentang kopi tentunya).

DSC_8264 kopi_0001

Indonesia memang surga kopi.

Kopi Pagi Ini

Pagi ini dibuka dengan kopi “baru” lagi. Maksudnya baru ini adalah bungkusannya yang baru, karena saya baru mendapatkan ini. Kopinya adalah Toraja. Ada dua bungkus yang saya dapatkan. Yang satu adalah Arabica, satunya Robusta. Saya bukan yang Arabica dahulu karena saya lebih suka yang Arabica.

DSC_6698 kopi_0001 Mari kita coba. Rasanya tentu saja “nendang” karena saya buat hitam pekat saja. Tanpa apa-apa.

DSC_6699 kopi_0001

Kopi sudah tersedia. Sekarang mau ngapain ya? Ngeblog sudah. Baca buku? Koding? Ngoprek IoT? Atau duduk-duduk di luar saja mumpung cuaca sangat indah di Minggu pagi ini.

DSC_6701 book_0001//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Ini buku soal hacking. hi hi hi. Baca lagi ah …

Kopi Tanpa Gula

Minum kopi itu nikmatnya tanpa gula. Kopi hitam. Gitu saja. Ah, yang bener? Iya, serius.

Banyak yang tidak percaya bahwa ngopi itu enaknya kopi hitam biasa saja. Saya dahulu termasuk yang tidak percaya. Kalau ngopi, ya harus disertai dengan gula (meskipun tidak banyak). Pada suatu saat saya berniat untuk mencoba kopi tanpa gula. Setelah beberapa waktu (rasanya kurang dari 6 bulan) mengurangi kadar gula, akhirnya saya ngopi tanpa gula. Sudah bertahun-tahun seperti itu.

Ngopi tanpa gula juga lebih sehat karena kalau kebanyakan ngopi pakai gula, yang bikin masalah itu malah gulanya. Apalagi untuk orang-orang yang sudah berusia. (Maksudnya yang sudah tua. he he he.) Jadi tidak ada salahnya untuk belajar ngopi tanpa gula.

DSC_6595 kopi_0001
Kopi sore ini; Arabica – Kerinci

Mari … ngopi tanpa gula.

Kopi

Entah sejak kapan saya jadi makin “serius” dalam hal ngopi. (Definisi “serius” di siniĀ  perlu dipertanyakan.) Maksudnya saya jadi banyak ngopi dengan kopi yang enak-enak. Begitu. hi hi hi. (Sebetulnya soal sejak kapannya mungkin dapat dilihat dari tulisan di blog ini atau di linimasa facebook saya ya? Jadi saya menyukai kopi bukan baru kemarin sore. Bukan karena sedang nge-trend saja lho.)

Singkat kata, saya penggemar kopi.

Saya dapat menikmati kopi yang enak dan yang tidak enak, tetapi kalau ditanya enaknya dimana atau bagaimana, saya tidak dapat menjawab. ha ha ha. Ilmu tentang kopi saya masih terbatas (meskipun mungkin sudah di atas rata-rata?).

Kopi saya kebanyakan single origin dan Arabika. Kopi-kopi dari Indonesia yang saya sukai. Ini hanya masalah selera saja, meskipun banyak orang yang mencoba membahas ini dari segi yang lebih ilmiah. Bagi saya itu lebih enak saja. Namun ini tidak membatasi saya mencoba kopi-kopi yang lain.

Akibat sering ngopi yang asyik-asyik ini saya jadi tahu tempat-tempat ngopi yang asyik. Ada tempat yang wah dan ada yang sekedar melipir di pinggir jalan (pakai mobil, misalnya). Ada yang harganya mahal dan ada yang harganya hanya belasan ribu rupiah saja. Mereka tetap saja enak. ha ha ha. (Di kamus saya hanya ada dua jenis; “enak” dan “enak sekali”. Ha ha ha.)

Efek sampingan laginya, saya sering mendapat kiriman kopi-kopi yang asyik-asyik. Selalu saja ada kopi yang asyik dan enak. Kemarin dapat kopi ini; Flores Bajawa. Ya tentu saja enak. hi hi hi. Kebetulan saya memang sedang suka kopi Flores ini.

DSC_6585 kopi_0001

Mungkin sudah saatnya saya membuat tulisan-tulisan (kolom tulisan) yang khusus tentang kopi ya? Atau setidaknya menampilkan foto-fotonya dulu. Itu juga sudah banyak sekali.

Selamat ngopi!