Foto Makanan

Tadi pas sarapan di hotel ini, saya lihat ada tiga meja yang memotret makanannya. ha ha ha. Jadi saya tidak malu-malu juga memotret makanan saya.

photo6217631620081493929

Saya akui, saya suka memotret makanan sejak jaman … kapan ya? Sudah lupa. Seingat saya sejak jaman selfie belum ada. Sejak jaman kamera handphone masih 2 Megapixels. (atau kelas VGA ya?) ha ha ha.

Koleksi foto makanan saya sudah lebih dari 1000 foto. Itu yang saya unggah. Yang di komputer saya lebih banyak lagi. Memotret makanan adalah hal yang paling gampang karena mereka tidak bergerak.

photo6215244786496022441

Kembali ke kerja. Eh, makan 🙂

Iklan

Kopi

Kalau diperhatikan, foto-foto yang saya ambil kebanyakan terkait dengan makanan. Lebih spesifik lagi, ada banyak foto terkait dengan kopi. Ya begitulah. Kopi yang sering saya temui, sehingga foto-fotonya pun banyak kopi.

dsc_0794-kopi

Ada yang bertanya di media sosial; “bapak suka kopi ya?”. Mau saya jawab, tidak. ha ha ha.

Saya lupa sejak kapan saya menyukai kopi. Seingat saya, saya mulai rutin minum kopi ketika menyelesaikan S2 dan S3 saya di Kanada. Itu adalah masanya saya harus begadang untuk membaca makalah, membuat program, dan seterusnya. Maka kopi adalah teman yang baik. Tapi pada masa itu saya belum terlalu spesifik kepada kopi tertentu. Asal kopi, cukup. (Dan masa itu, kopi harus ditemani dengan gula. Sekarang kopi saya  hitam tidak pakai gula.)

Sekembalinya ke Bandung pun saya masih biasa-biasa saja dengan kopi. Kalau ada ya terima kasih. Kalau tidak ada, ya biasa saja. Biasanya minum kopi juga kalau pas ada acara, seminar misalnya. Selebihnya masih jarang juga membeli kopi. Tapi, masa itu juga kayaknya kopi belum setenar sekarang. Sekarang, kopi sudah menjadi life style. Keren kalau ngopi. Mungkin ini gara-gara Starbucks ya?

Saya sekarang menyukai kopi karena ternyata di Indonesia ini ada berbagai macam kopi lokal. Kebetulan juga saya sukanya kopi-kopi Indonesia. Sekarang kalau mau ngopi milih-milih. he he he. Jadi sok-sok-an begini. Bukan saya mau ngesok, tetapi ternyata perut saya sensitif terhadap kopi tertentu. Ada kopi-kopi – terutama sachet – yang bikin saya sakit perut. Ini bukan mengada-ada, tapi betulan. Maka dari itu sekarang saya terpaksa pilih-pilih kopi.

dsc_0766-kopi

Alhamdulillah, Bandung ini surganya kopi. Di setiap pojok jalan ada kedai kopi. Lagian kopi-kopi-nya enak banget. Kopi lokal! Setelah jalan-jalan ke sana sini, kopi hitam Indonesia ini memang paling mantap. Ini masalah selera sih, tapi saya bilang boleh diadu. (Kalau kopi yang menggunakan susu, flatwhite coffee di Australia lebih mantap! Mungkin ini masalah susunya.)

Mari ngopi dulu …

Kaleng Tidak Menipu

Biasanya kalau melihat kaleng cookies, orang masih ragu-ragu. Isinya apa? Apakah betul-betul cookies atau sudah berganti menjadi rengginang. Atau bahkan isinya adalah jarum, benang, dan alat-alat untuk menjahit lainnya. hi hi hi.

Tadi saya buka kaleng ini.

P_20160804_171056-01

Alhamdulillah. Isinya masih cookies. (Meskipun hampir habis juga.) hi hi hi …

Kaleng tempat cookies ini memang klasik di Indonesia.

Xiao Long Bao

Sudah lama saya tidak mampir ke restoran ini, Imperial Treasure di Plaza Indonesia, Jakarta. Menu yang menjadi pilihan saya adalah Xiao Long Bao. (Lihat foto.)

xiao-long-bao

Makanan ini di dalamnya seperti siomay tapi ada rasa jahenya sedikit. Di dalamnya ada airnya sehingga ketika digigit, maka air keluar dari “bungkusan”nya itu. Dimakan hangat-hangat (atau kalau gak sabar, panas … ha ha ha). Enak banget.

Makanan ini jarang di temukan di restoran-restoran dan kalaupun ada seringnya restorannya tidak halal. Jadi kalau ke Jakarta dan ke Plaza Indonesia pas jam makan, maka ini pilihan saya.

Sebetulnya tidak itu saja sih yang saya makan. “Teman”nya – yang sebetulnya malah lebih besar ukurannya adalah Lamian (Mie Tarik). Yang ini tidak perlu saya tampilkan fotonya kan? hi hi hi.

Kopdar Jogja

Bermula dari postingan di Facebook tentang sate klathak di Jogja, saya menimpali bahwa saya mau ke Jogja hari Senin. Maka sesampainya di Jogja saya langsung kopdar (kopi darat) dengan beberapa teman di Jogja.

P_20160620_175756_BF group

Sesampainya di Jogja saya ke hotel dan langsung dijemput Yusuf Nurrachman (dari Rumahweb) untuk ke sate Klathak Pangestu di Jl. Damai. Tempat ini dipilih karena paling dekat dengan hotel. Di sana sudah menunggu Yeni Setiawan. Tak berapa lama, muncul Jarwadi. Potret bersama lagi.

P_20160620_180731_BF group

Saya memesan sate klathak dan sop kepala. Ini dia penampakannya.

P_20160620_174427 sate klathakP_20160620_174554 sop kepala

Setelah di sana, acara dilanjutkan ke tempat kop: Klinik Kopi, yang dikomandani oleh mas Pepeng (blognya apa ya?). Unik juga tempat ngopi di sini. Ternyata tempat ini katanya ada di film AADC2. Baru tahu saya. Secara, saya tidak nonton AADC begitulan. Dan sesampainya di sana sudah ada Dedy Hariyadi [url?] yang bergabung.

P_20160620_190205_BF kopi

Begitulah kopdar Jogja yang terjadi dadakan. Let’s do it again guys.

Kopi

Pagi ini dimulai pukul 3:30 pagi di Bumi Serpong Damai (BSD). Semalam ada meeting sehingga saya terpaksa menginap di sana. Pukul 4 pagi meluncur dari BSD menuju Bandung. Ada kelas pukul 8 pagi.

Perjalanan Jakarta – Bandung cukup lancar. Sampai di kampus pukul 7 pagi. Langsung menuju kafe Eititu, yang berada di Campus Center Timur. Mereka belum buka, tetapi karena saya sering makan di sana para pekerjanya sudah hafal dengan saya. Jadi, mereka sedang menyapu dan ngepel tapi saya sudah bisa pesan kopi hitam. Long black.

IMG_20160415_073147

Nendang! Membuat saya terjaga selama kuliah. Eh, sebetulnya tanpa kopi pun tidak masalah. Ini hanya pembenaran saja. he he he.

Setelah mengajar saya pulang karena siang, setelah Jum’atan, ada rapat. Kali ini saya minta dibuatkan kopi lagi. Sama juga, kopi hitam. Ukurannya malah lebih banyak, satu mug. hi hi hi. Lumayan membuat saya lebih terjaga ketika rapat. (Lagi-lagi ini pembenaran.)

Sekarang pengen kopi lagi, tapi kayaknya jatah kopi hari ini sudah cukup.