Category Archives: foto

Tempat Koleksi Foto Online

Kehabisan disk melulu. Umumnya karena koleksi lagu dan foto. Nah, saya berniat untuk menghapus koleksi foto di komputer (disk) sendiri. Saya mau upload foto-foto saya ke tempat koleksi online (atau kalau terpaksa, disk online) kemudian saya HAPUS foto-foto itu dari disk saya.

Apakah langkah ini bijaksana?

Saya akan upload berkas-berkas foto tersebut ke beberapa tempat. Just in case. Khawatir kalau layanan tempat koleksi foto tersebut berubah atau malah tutup. Sementara ini saya mengandalkan layanan Google Photos dan Flickr. Ada juga sebagian yang saya upload ke Facebook. (Hanya kalau ke facebook, ukurannya jadi mengecil dan kualitasnya menjadi turun?) Memang yang saya cari adalah layanan yang gratisan. ha ha ha.

Apakah ada saran tempat upload foto lagi? Kalau bisa yang gratisan dan ukurannya bisa besar.


Kopi (Lagi)

Asyik. Baru dapat kopi lagi.

kopi baru

Sebetulnya saya tidak tahu mereknya apa. Tapi kayaknya enak. Hari ini mau dicoba ah. Enak euy.


Kopi

Pagi ini dimulai pukul 3:30 pagi di Bumi Serpong Damai (BSD). Semalam ada meeting sehingga saya terpaksa menginap di sana. Pukul 4 pagi meluncur dari BSD menuju Bandung. Ada kelas pukul 8 pagi.

Perjalanan Jakarta – Bandung cukup lancar. Sampai di kampus pukul 7 pagi. Langsung menuju kafe Eititu, yang berada di Campus Center Timur. Mereka belum buka, tetapi karena saya sering makan di sana para pekerjanya sudah hafal dengan saya. Jadi, mereka sedang menyapu dan ngepel tapi saya sudah bisa pesan kopi hitam. Long black.

IMG_20160415_073147

Nendang! Membuat saya terjaga selama kuliah. Eh, sebetulnya tanpa kopi pun tidak masalah. Ini hanya pembenaran saja. he he he.

Setelah mengajar saya pulang karena siang, setelah Jum’atan, ada rapat. Kali ini saya minta dibuatkan kopi lagi. Sama juga, kopi hitam. Ukurannya malah lebih banyak, satu mug. hi hi hi. Lumayan membuat saya lebih terjaga ketika rapat. (Lagi-lagi ini pembenaran.)

Sekarang pengen kopi lagi, tapi kayaknya jatah kopi hari ini sudah cukup.


Kopi Lagi?

Sering kejadian saya merasa ingin minum kopi lagi. Seperti sekarang. Padahal hari ini saya sudah meminum dua cangkir kopi. Katanya sih sehari maksimal tiga cangkir kopi hitam. Jadi gimana? Kopi lagi? Padahal ini sudah pukul 22:30.

Kopi bagi saya bukan untuk membuat tidak tidur. Saya hanya pengen kopi saja. Craving. Soalnya biar minum kopi, tidur sih tidur saja. hi hi hi. Nampaknya keputusan saya saat ini adalah minum kopi lagi.

IMG_0238 kopi bw

[ini foto kopi kemarin pagi]


Sepuluh Ribu Foto

Secara berkala saya mengambil foto dari iPhone saya ke komputer. Baru nanti di komputer dilakukan editing atau hanya sekedar disimpan (archive) saja. Selama ini penamaan foto digunakan nomor yang menaik secara berurutan.

Tadi baru sadar bahwa saya sudah memotret 10.000 foto! Nomor berkasnya sudah berubah dari IMG_9999 menjadi IMG_0001. Dan terus bertambah. Waw.

10000 foto

Kalau dibaca di tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya menganut teori yang menyatakan bahwa kalau seseorang itu mengerjakan sesuatu sudah 10.000 jam atau 10 tahun maka dia akan menjadi seorang yang cukup ahli di bidang tersebut. Nah, apakah teori ini dapat digeneralisir ke 10.000 jepretan? Saya kok merasa biasa-biasa saja. Tidak lebih ahli dalam memotret dengan menggunakan iPhone ini. hi hi hi. Yang pasti, disk saya jadi tambah penuh dengan adanya lebih dari 10.000 foto.

Terus belajar ah …


Mau?

Bagi Anda yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tahu bahwa saya suka dan sering sekali memotret makan. Hanya akhir-akhir ini saya melakukannya dengan malu-malu. Sembunyi-sembunyi. Pasalnya, semua orang sekarang melakukannya. Ini sudah menjadi mainstream. Padahal saya anti-mainstream. Waaa.

IMG_9355 lamian

[Lamian – mie tarik]

IMG_9358 xiao long bao

[xiao long bao]

IMG_9349 roti canai

[roti canai]


Memotret Makanan

Beberapa hari yang lalu saya makan malam sambil rapat di sebuah restoran. Ketika makanan datang, maka saya mengeluarkan handphone untuk memotret makanan. Maka para peserta rapat pun tertawa.

Memotret makanan nampaknya sekarang sudah biasa dan malah menjadi bahan tertawaan. Padahal saya sebetulnya sudah memotret makanan dari sejak jaman … hmm … kapan ya. Lupa. Pokoknya sudah lama sekali. Di blog ini pun saya sering menampilkan foto makanan dengan judul “Mau”. Banyak orang yang mengira bahwa saya ikut-ikutan. Padahal orang yang ikut-ikutan saya. ha ha ha. Sok tahu. Eh, tapi ini sungguhan lho.

Nah ini contoh fotonya … Mau?

IMG_20150614_180103 ayam 1000

Alasan saya memotret makanan – dan juga langit (skies) – adalah karena mereka yang paling mudah dipotret. Mereka tidak bergerak dan terlihat menarik untuk dipotret. Saya belum berhasil memotret orang. Jadi alasan saya memotret makanan adalah karena mudah saja. Bukan karena gaya-gayaan. Malah jadi kelihatan bahwa kelas saya baru level makanan. he he he.

Nah … karena memotret makanan sudah menjadi mainsteam, padahal saya agak anti-mainstream, apa saya harus berhenti memotret makanan ya? Waduh.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.765 pengikut lainnya