Category Archives: foto

Berbagi Ilmu

Berbagi ilmu itu ada banyak caranya. Ada yang melalui cara formal, seperti yang saya lakukan kemarin di Telkom University. Yang ini bagian dari “studium generale”. Saya mempresentasikan sedikit tentang security. Materi lebih banyak tentang diri saya untuk memotivasi mahasiswa. Ini foto-foto dari depan.

IMG_7495 telkomu 1000 IMG_7494 telkomu 1000 IMG_7493 telkomu 1000

Berbagi ilmu juga dapat dilakukan dengan cara informal. Ini contoh yang dilakukan di tempat kami secara internal. Foto-foto ini tentang Luqman berbagi ilmu tentang Desain.

DSC_5622 LR design 1000

DSC_5629 LR multimedia 1000 DSC_5626 design audience 1000

Yang penting adalah … berbagi ilmu. Yuk mari …


Nyobain Bebek Kaleyo

Kemarin saya diundang untuk mencoba makan bebak di rumah makan Bebek Kaleyo yang baru buka di Bandung. Saya sendiri bukan penggemar bebek. Beberapa kali nyoba makan bebek kok rasanya kurang pas. hi hi hi. Maka kali ini pun saya agak was-was. Tapi, dasar hobby makan … dijabanin juga.

Lokasi restoran Bebek Kaleyo yang di Bandung itu di jalan Pasir Kaliki, tepat di perempatan dengan jalan Pasteur. Dekat dengan flyover itu. Tempatnya ternyata bagus juga. Tempat parkirnya luas sekali. Tempatnya juga luas.

IMG_7460 bebek kaleyo parkir

Akhirnya saya pesan bebek keremes dengan nasi uduk. Kelihatannya menarik dan memang rasanya … ENAK! Saya bakalan kembali ke tempat ini lagi.

IMG_7459 bebek kaleyo

Oh ya, selain menu bebek masih ada menu-menu lainnya lagi. Saya nyoba dim sum-nya. Enak juga. Halah. Kayaknya makanan itu memang hanya dua; enak dan enak sekali.


sang bodyguard

IMG_6440

ada seorang bodyguard
yang tidak memperbolehkan saya lewat,
untuk memotret musisi dari dekat

grrr …


Mau?

Sudah lama tidak pasang foto-foto makanan. Pasang lagi ah.

IMG_5963 ceplok 1000

telor ceplok

IMG_5957 ayam 1000

ayam padang

IMG_5949 sarapan 1000

sarapan di salah satu kopitiam di jakarta


Strategi Upload Foto

Sebetulnya mau disebut strategi tidak terlalu cocok. Mungkin lebih cocoknya adalah cara (dan kesulitan) saya dalam melakukan upload foto ke media sosial di internet.

Biasanya kumpulan potretan saya agak banyak dan tidak semua layak untuk dipasang di internet. Misalnya, kemarin waktu ke Australia ada banyak foto yang saya ambil. Mereka harus diedit dulu – dikecilkan ukurannya (saya menggunakan standar lebar 1000 pixel) dengan cara resize atau crop (jika ada bagian yang harus dibuang), dan ditambahkan efek (diterangkan atau digelapkan dan diberi vignetting) – baru kemudian di-upload. Ini semua membutuhkan waktu. Akibatnya foto yang datang lebih cepat daripada foto yang sudah terupload.

Repotnya kalau upload foto dengan urutan yang seadanya maka flow dan mood di social media jadi kacau. Upload foto makanan, perjalanan, terus tiba-tiba disela foto bunga, terus kembali lagi ke perjalanan, terus makanan. mBingungi. Jadinya saya terpaksa bertahan dengan upload foto sesuai dengan urutannya. Jadi saja terlambat update foto-fotonya.

DSC_4347 kembang api 1000

[kembang api di rock show God Bless semalam (30 Agustus 2013)]

IMG_5921 coffee 1000

[kopi pagi ini]

Mungkin ini karena strategi yang saya lakukan salah juga. Kebanyakan maunya kali ya? ha ha ha. Biar saja ah. Saya nyaman dengan cara seperti ini.


Dreams Do Come True

Pertama-tama, mohon maaf karena judulnya dalam bahasa Inggris. Ini bukan karena saya ingin sok bergaya, tetapi karena kata-kata itulah yang mengena di hati saya. Boleh ya? Kalau tidak bolehpun tetap tidak saya ganti juga. hi hi hi.

Tulisan ini terkait dengan perjalanan saya ke Australia kemarin, yaitu ke pusat desain dan pengujian mobil Ford. Pada awalnya saya tidak paham kenapa saya diundang. Ini rasanya yang ketiga kalinya mereka mengundang saya. Dua sebelumnya saya tolak. Kali ini saya rasa materinya agak cocok, yaitu ada pemanfaatan virtual reality dalam desain mobil. Nah, ini baru sesuai dengan bidang saya – teknologi informasi. Hal lain juga adalah karena saya belum pernah ke Australia. Menarik juga.

Setelah saya berada di sana, ternyata topik utamanya adalah desain dan pengujian mobil. Keren! Memang ada aspek teknologinya – yang akan saya tuliskan – tetapi yang menari justru dari aspek otomotifnya sendiri. Peserta dari konferensi ini sebagian besar (semuanya?) adalah media otomotif. Mungkin saya sendiri yang berbeda. hi hi hi.

Yang juga menarik bagi saya adalah pada hari kedua saya berkesempatan untuk ikut menguji (test drive) beberapa mobil Ford yang teknologinya sudah dijelaskan pada hari pertama. Pengujian dilakukan di sirkuit yang jauh dari mana-mana. Artinya, kita bisa memacu mobil sekencang-kencangnya. Wogh!

Dulu waktu kecil saya sempat punya cita-cita (dreams) untuk menjadi pembalap. Entah kenapa. Mungkin karena sempat tertonton film Heintje(?) yang dalam ceritanya bapaknya jadi pembalap? Atau mungkin karena saya sering nonton balap mobil (F1 utamanya). Pokoknya bercita-cita jadi pembalap saja. Meskipun demikian, dalam keseharian saya termasuk “defensif driver”, yaitu pengemudi yang sabar dan tidak grasa-grusu :)  Saya tahu perbedaan antara mengemudi di jalan umum (raya) dan di sirkuit meskipun saya sendiri belum pernah mengendarai mobil di sirkuit.

Akhirnya kemarin itu kesampaian cita-cita saya untuk mengemudikan kendaran di sirkuit. Tidak jadi pembalap sungguhan, tetapi cukup memenuhi dreams saya. Now, I know how it feels to drive in a real circuit. Alhamdulillah. Inilah yang saya sebut “dreams do come true“. Thank you, Ford.

20140820_SDP_9172 BR and cars

[berpose di depan mobil setelah test drive di You Yangs Proving Ground, Melbourne, Australia]

Yang menarik bagi saya adalah yang mengundang saya tidak tahu bahwa ini adalah bagian dari dreams saya. Bagi saya sendiri, saya tidak menyangka ini bakal terjadi. Masih ada dreams saya yang belum berhasil, yaitu manggung (ngeband) di Madison Square Garden. Siapa tahu kejadian juga. You’ll never know. hi hi hi.

Apa cita-cita atau dreams Anda?


Kopi

Ini jenis minuman yang sudah banyak dibahas di banyak tempat. Ada yang membahasnya secara serius, akademik, scientific. Ada juga yang menjadikannya sebagai subyek cerita fiksi. Potret tentang kopipun sangat banyak. Tulisan ini hanya menambahkan satu torehan saja. Tidak mengapa.

IMG_5478 tous les jours coffee 1000

Saya tidak ingat sejak kapan saya mulai menyukai kopi, dalam artian mengonsumi dengan jumlah yang banyak. Mungkin ketika saya sedang menyelesaikan S2 atau S3. Tidak ingat tepatnya, tetapi mungkin sekitar itu.

Apa yang menyebabkan saya memulai minum kopi juga tidak ingat. Rasanya awalnya adalah agar saya bisa tetap terjaga di pagi hari dan di (tengah) malam hari, mencoba menyelesaikan penelitian. Saya masih ingat pagi-pagi sekali harus mengambil kuliah matematika sehingga saya dan dua kawan bergantian membeli kopi (dan donat) untuk menghidupkan kita di kelas. Di tempat penelitian disediakan kopi gratis – bahkan gourmet coffee – meski harus menyeduh sendiri. Ya, masa-masa itulah saya mula merasa membutuhkan kopi.

Saya bukan maniak kopi, tetapi penikmat kopi biasa saja. Tidak hebat-hebat amat. Namun, alhamdulillah, saya mendapat banyak teman yang penggila kopi. Jadinya saya sering mendapat kopi yang enak-enak (meski enak menurut mereka kadang terlalu pahit bagi saya).

Sayangnya katanya saya tidak boleh banyak-banyak minum kopi. Asam urat. Waaah. Sedikit sih tidak apa-apa ya? Selain itu perut saya sering bermasalah dengan kopi. Jadi kopi yang saya minum tidak bisa sembarangan. Ada beberapa jenis kopi instan yang terlalu tajam untuk lambung saya. Kopi yang mahalpun belum tentu cocok. Nah lho. Ya cocok-cocokan sajalah.

Mari … sruuupuuuttt …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.113 pengikut lainnya.