Munggahan di Lapangan Sepak Bola

Hari Senin ini nampaknya sudah masuk ke bulan Ramadhan. Waktunya puasa Ramadhan. Sebelum puasa, dipuaskan main sepak bola dulu. hi hi hi. Di tatar Sunda ada istilah “munggahan”, yaitu (mungkin) bersilaturahim sebelum masuk ke bulan Ramadhan. Nah, ini munggahan di lapangan bola. he he he.

Sudah lama saya tidak main sepak bola. Maka tadi pagi bermain sepak bola di lapangan Progressif (Bandung) beserta tim Sharring Vision melawan tim Rumah Zakat (RZI).

BR super soccer 0001

Lumayan asyik. Ternyata masih bisa lari. Lapangannya juga bagus. Sintetik.

Alhamdulillah masih bisa olah raga.

update: mendapat review bagus dari pemain (satu tim dan lawan tanding) dengan dikirimnya foto ini. lumayan memberikan kontribusi 1 assist.

13391506_10209428974946264_4993102922056987967_o

Iklan

Kebanyakan Motret

Baru sadar bahwa saya kebanyakan motret. Maksudnya ada terlalu banyak foto yang belum saya proses dan belum sempat diunggah ke tempat penyimpanan online. Ternyata kebanyakan motret itu juga masalah.

Kalau dahulu, karena film dan untuk mencetaknya menjadi foto mahal, memotret itu harus dipikir dahulu. Orang-orang diatur posisinya, baru dijepret. Apa yang dipotret juga harus dipertimbangkan juga. Tidak main jepret aja.

Sekarang, memotret dilakukan dengan kamera digital. Bahkan cukup dengan handphone. Apa saja dipotret. Toh hasilnya hanya sebuah berkas kecil yang bisa dihapus sesuka kita. Tidak ada biaya untuk afdruk (mencetak menjadi foto). Akibatnya kita – atau, lebih tepatnya, saya – kebanjiran berkas foto. Sekarang mau diapakan berkas-berkas foto ini? au dibuang sayang, tapi mereka ini memenuhi disk saya. Sudah satu 1 TB disk yang penuh. Beli disk lagi gitu?

Sebetulnya yang lebih masalah adalah kurangnya waktu yang ada untuk memilih-milah berkas itu. Daripada waktunya dipakai untuk memilah berkas, lebih baik waktunya dipakai untuk cari uang yang kemudian digunakan untuk membeli disk. ha ha ha.

Seriously, saya lagi pusing dengan berkas-berkas foto ini.

Tempat Koleksi Foto Online

Kehabisan disk melulu. Umumnya karena koleksi lagu dan foto. Nah, saya berniat untuk menghapus koleksi foto di komputer (disk) sendiri. Saya mau upload foto-foto saya ke tempat koleksi online (atau kalau terpaksa, disk online) kemudian saya HAPUS foto-foto itu dari disk saya.

Apakah langkah ini bijaksana?

Saya akan upload berkas-berkas foto tersebut ke beberapa tempat. Just in case. Khawatir kalau layanan tempat koleksi foto tersebut berubah atau malah tutup. Sementara ini saya mengandalkan layanan Google Photos dan Flickr. Ada juga sebagian yang saya upload ke Facebook. (Hanya kalau ke facebook, ukurannya jadi mengecil dan kualitasnya menjadi turun?) Memang yang saya cari adalah layanan yang gratisan. ha ha ha.

Apakah ada saran tempat upload foto lagi? Kalau bisa yang gratisan dan ukurannya bisa besar.

Kopi

Pagi ini dimulai pukul 3:30 pagi di Bumi Serpong Damai (BSD). Semalam ada meeting sehingga saya terpaksa menginap di sana. Pukul 4 pagi meluncur dari BSD menuju Bandung. Ada kelas pukul 8 pagi.

Perjalanan Jakarta – Bandung cukup lancar. Sampai di kampus pukul 7 pagi. Langsung menuju kafe Eititu, yang berada di Campus Center Timur. Mereka belum buka, tetapi karena saya sering makan di sana para pekerjanya sudah hafal dengan saya. Jadi, mereka sedang menyapu dan ngepel tapi saya sudah bisa pesan kopi hitam. Long black.

IMG_20160415_073147

Nendang! Membuat saya terjaga selama kuliah. Eh, sebetulnya tanpa kopi pun tidak masalah. Ini hanya pembenaran saja. he he he.

Setelah mengajar saya pulang karena siang, setelah Jum’atan, ada rapat. Kali ini saya minta dibuatkan kopi lagi. Sama juga, kopi hitam. Ukurannya malah lebih banyak, satu mug. hi hi hi. Lumayan membuat saya lebih terjaga ketika rapat. (Lagi-lagi ini pembenaran.)

Sekarang pengen kopi lagi, tapi kayaknya jatah kopi hari ini sudah cukup.

Kopi Lagi?

Sering kejadian saya merasa ingin minum kopi lagi. Seperti sekarang. Padahal hari ini saya sudah meminum dua cangkir kopi. Katanya sih sehari maksimal tiga cangkir kopi hitam. Jadi gimana? Kopi lagi? Padahal ini sudah pukul 22:30.

Kopi bagi saya bukan untuk membuat tidak tidur. Saya hanya pengen kopi saja. Craving. Soalnya biar minum kopi, tidur sih tidur saja. hi hi hi. Nampaknya keputusan saya saat ini adalah minum kopi lagi.

IMG_0238 kopi bw

[ini foto kopi kemarin pagi]

Sepuluh Ribu Foto

Secara berkala saya mengambil foto dari iPhone saya ke komputer. Baru nanti di komputer dilakukan editing atau hanya sekedar disimpan (archive) saja. Selama ini penamaan foto digunakan nomor yang menaik secara berurutan.

Tadi baru sadar bahwa saya sudah memotret 10.000 foto! Nomor berkasnya sudah berubah dari IMG_9999 menjadi IMG_0001. Dan terus bertambah. Waw.

10000 foto

Kalau dibaca di tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya menganut teori yang menyatakan bahwa kalau seseorang itu mengerjakan sesuatu sudah 10.000 jam atau 10 tahun maka dia akan menjadi seorang yang cukup ahli di bidang tersebut. Nah, apakah teori ini dapat digeneralisir ke 10.000 jepretan? Saya kok merasa biasa-biasa saja. Tidak lebih ahli dalam memotret dengan menggunakan iPhone ini. hi hi hi. Yang pasti, disk saya jadi tambah penuh dengan adanya lebih dari 10.000 foto.

Terus belajar ah …