Memantau Temperatur Secara Daring

Beberapa hari yang lalu katanya Bandung dingin. Pagi hari temperaturnya bisa mencapai 15C. Wah. Yang bener? Akhirnya saya iseng dan memasang sensor temperatur (DHT-22) yang saya hubungkan ke perangkat IoT (ESP 8266). Data dari sensor ini dapat diakses secara daring (online), meskipun masih internal di jaringan LAN kami. Videonya ada di sini.

Hasil dari pembacaan sensor kemudian saya plot dalam bentuk grafik. Hasilnya kok ada yang aneh. Ada lonjakkan pada jam tertentu. Apa ya? Lihat pada bagian kiri di grafik berikut ini. Ada bagian yang meloncat.

suhu

Akhirnya tadi pagi, saya tongkrongi pas jam segitu. Apa yang terjadi? Eh, ternyata sensor terkena sinar matahari secara langsung. Ha ha ha. Pantas saja ada lonjakan data. Maka sensor saya pindahkan, tapi masih di bawah atap. Hasilnya tidak ada lonjakan lagi, tapi temperatur Bandung masih terlihat tinggi.

photo6127252777890589447

Sekalian saya pindahkan ke tempat yang lebih adem saja. Di sini saja. Mari kita amati perubahannya. Secara cepat saya amati, bedanya 1 derajat Celcius. Beda jarak 1 meter sudah beda hasilnya. Masalahnya adalah lebih ke arah di bawah atap yang berbeda. Saya akan amati lebih lanjut.

Apa Itu Internet of Things (IoT)?

Belakangan ini mungkin Anda sering mendengar kata IoT – Internet of Things. Apalagi dengan ramainya istilah industri 4.0, semakin banyak orang berbicara tentang bagaimana cara menghubungkan dunia nyata (fisik) dengan dunia siber (cyber). Apa itu IoT?

Ada dua kata dalam Internet of Things, yaitu “Internet” dan “Things”. Kita mulai dari kata keduanya dahulu, “things”. Apa itu “things”?

Terjemahan langsung dari kata “things” adalah “barang” atau “benda”. Dalam istilah ini yang dimaksudkan dengan barang adalah … ya apa saya, barang-barang. Maksud lebih spesifiknya lagi adalah barang yang dapat kita program. Kalau dahulu, barang atau benda yang dapat diprogram adalah komputer. Namun sekarang sudah banyak benda lain yang dapat diprogram. Handphone kita juga dapat diprogram. Microwave di dapur kita juga dapat diprogram. Mesin cuci juga dapat diprogram, meskipun barang-barang yang terakhir saya sebutkan di sini memiliki pemrograman yang terbatas.

Dalam istilah IoT, yang dimaksudkan barang adalah semua barang. Keberadaan komponen mikroprosesor dan mikrokontroler yang semakin kecil dan semakin murah membuat semua benda dapat diprogram.

Kata kedua adalah “internet”. Yang dimaksud dengan “internet” di sini adalah jaringan komputer. Boleh jadi jaringan komputer ini adalah “internet” yang kita kenal sekarang, tetapi boleh juga jaringan internal (misal berbasis Bluetooth).

Benda yang dapat diprogram sudah cukup menarik, tetapi mereka berdiri sendiri. Begitu mereka dapat diakses melalui sebuah jaringan maka benda tersebut dapat mengirimkan data ke tempat lain. Mereka juga dapat dikendalikan (dapat diprogram) dari jarak jauh.

Gabungan kedua kata tersebut – Internet of Things – bermakna benda-benda yang dapat diprogram dan terhubung melalui jaringan.

Contoh-contoh IoT ada banyak. Dalam kehidupan sehari-hari yang sudah sering kita lihat adalah smart watch, jam yang bukan hanya dapat menunjukkan waktu saja tetapi dapat juga memantau kondisi fisik kita; berapa jarak jalan kaki kita, denyut jantung, dan seterusnya. Hasilnya dapat dilaporkan melalui Bluetooth ke handphone dan dapat langsung terlihat di internet. Selain ini masih banyak contoh-contoh lainnya.