Category Archives: makan makan

Promosi E-Commerce UMKM

Melanjutkan tulisan tentang e-Commerce untuk UMKM. Salah satu hasil kajian yang kami lakukan adalah UMKM sebaiknya memiliki web site sendiri untuk mempromosikan dan melakukan transaksi produknya. Situs web ini boleh dibuat sendiri, tetapi umumnya dibuatkan oleh pihak lain yang memang memfokuskan di sisi teknologi informasi. Penjual (UMKM-nya) dapat fokus ke membuat produknya.

Dalam kajian ini kami mencoba membuat situs web untuk delapan UMKM. Back-end, atau sistem yang digunakan adalah Hydro – yang merupakan produk dari Cyberlabs. Contoh dari situs yang kami coba adalah toko online Scarrymo.com. (Di bawah ini adalah contohnya.)

scarrymo1

Scarrymo adalah usaha yang menjual produk jamu (seperti dapat dilihat di situs webnya). Selain itu mereka juga menjual kacang teri. Tentu saja sebelum menuliskan di sini saya sudah mencoba produk-produk mereka. Enak! Seriously, enak.

Nah, saat ini kami mencoba mempromosikan situs-situs e-commerce UMKM ini. Mohon dicoba dan berikan umpan balik (feedback) kepada kami agar kajian kami menjadi baik dan bagi pelaku e-commerce sektor riil ini juga menjadi bermanfaat. Silahkan dicoba untuk memesan.


Telur …

Telur atau telor. Ini lauk yang paling banyak digemari. Enak dan mudah masaknya. Mau digoreng atau direbus, tidak bakalan salah. Kecuali telurnya sudah busuk tentunya.

Telur bisa digoreng ceplok. Ini pun masih bisa bervariasi, mau matang atau setengah matang. Kalau kata orang Barat, “sunny side up”. Mungkin karena bentuknya seperti matahari di pagi hari. hi hi hi. Itu baru yang ceplok. Selain itu bisa juga didadar, scrambled, dan masih banyak lagi variasinya. Masing-masing itu juga ada variasinya lagi.

Telur juga sangat cocok untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Hayah … Ini mah namanya sepanjang waktu.

Hidup telur!


Mau? Aneka bubur



lalu dicampur … (seperti mencampur cat?) jadinya seperti ini …


Mau?


[nasi tim ayam]


Sarapan di Lembang

Pagi ini kami putuskan untuk ke Lembang mencari tahu Lembang. Mau dibilang sarapan sebetulnya kurang pas karena sampai di sana sudah pukul 9:30. Untung tempatnya, Tahu Tauhid 2(?), sudah buka dan ada makanannya. Langsung kami pesan tahu dan berbagai makananan lainnya.

Ini waktu dimasaknya …

Makanan di sana ada macam-macam. Yang kami pesan antara lain, mie kocok, lontong kare, sate ayam (ada sate kelinci tapi tidak kami pesan – hi hi hi), zuppa soup, bandrek, dan capucino. Selain itu masih banyak jenis masakan lainnya, tapi yang itu sudah cukup untuk membuat kami kenyang.


[foto mie kocok]

Begitu kami mau pulang, baru berdatangan tamu-tamu yang lain. Wuih. Untung kami datangnya pagi. Oh ya, biasanya waktu liburan akan lebih ramai lagi yang datang.

[Semua foto diambil dengan menggunakan Nokia N8]


Mana tehnya?

Semalam ada acara makan-makan di acara SUK ITB di sebuah hotel. Makanannya prasmanan. Lumayan enak lah. (Sayang saya tidak sempat potret memotret.) Satu hal yang aneh adalah … minuman yang menemani makan malam ini adalah air putih dingin. Tidak ada teh panas atau kopi. Aneh juga. Mana tehnya?

Apa susahnya menyediakan teh tawar panas ya?

Dahulu di setiap rumah makan di Bandung (atau di tempat lain juga?), begitu kita duduk langsung disodori teh tawar panas. Tidak usah di rumah makan, di warung pinggir jalanpin demikian. Bahkan, air putih harus meminta sementara teh tawar panas selalu otomatis ada. Eh, kalau yang ini kata seorang kawan terjadi karena air jaman dahulu harus dimasak sendiri. Kalau airnya keruh, ketahuan. Kalau pakai teh kan tidak ketahuan kalau air asalnya keruh. hi hi hi.

Sekarang, mana tehnya?


Mau?


[bubur ayam]


[jagung kelapa, jajanan pasar]


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.859 pengikut lainnya