Category Archives: music

Launching Insan Music Store

Hari Sabtu ini, 9 April 2016, Insan Music Store akan mengadakan acara launching di Bandung.

Tempat: Telkomsel Loopstation, Jl. Diponegoro 24, Bandung
Waktu: pukul 8:00 pagi s/d pukul 17:00

Launching ims spanduk

Pada acara ini, saya akan menjelaskan tentang apa itu “toko musik digital” dan dunia musik digital. Kita bisa lihat banyaknya toko musik konvensional (fisik) yang tutup. Demikian pula penjualan lagu yang jatuh. Bagaimana seharusnya para artis musik / musisi menyikapi hal ini? Pada awalnya tidak ada platform yang memudahkan bagi para artis musik Indonesia untuk mempromosikan dan menjual lagunya. Sekarang ada:

toko.insanmusic.com

Saya juga akan menjelaskan bagaimana proses pembelian lagu melalui Mandiri e-cash. Datang saja, nanti langsung dibuatkan akunnya dan langsung bisa membeli lagunya. Sudah pada punya akun di toko.insanmusic.com belum? Ayo buat. Gratis lho. Demikian pula buat (atau nanti kita buatkan akun Mandiri e-cash-nya).

Tentu saja acara akan diramaikan dengan band-band yang berada di Insan Music Store dan Roemah Creative Management.

Launching ims flyer

Ditunggu kedatangannya ya. Jreng!

Launching ims backdrop


Platform Distribusi Lagu Digital

Kadang saya bingung melihat banyak artis musik dan asosiasi (artis) musik yang ribut soal pembajakan. Mereka telah menghasilkan karya dan kemudian meras bahwa dunia digital memudahkan orang untuk “membajak” lagu mereka. Terminologi “membajak” di sini adalah mengambil (download atau sejenisnya) lagu (karya) mereka tanpa membayar.

Ok lah pembajakan digital ini tidak benar secara hukum dan etika. Lantas apa solusinya? Sebagian besar tidak membicarakan solusi. Hanya berkeluh kesah tentang pembajakan itu. Iya, lantas apa solusinya? Pokoknya nggak mau dibajak. Iyaaaa … apa solusinya?

logo-insan-musicDahulu saya dapat memahami tentang sulitnya mengatakan solusi karena belum tersedia layanan / aplikasi / teknologi / framework / platform untuk itu. Sekarang sudah banyak. Kami, salah satunya, membuat platform distribusi lagu digital di Insan Music Store. Silahkan lihat ke toko digital kami di toko.insanmusic.com. Anda bisa langsung membuat akun manager dan kemudian membuat channel musik digital Anda (sebagai artis, atau sebagai manager artis musik).

Seharusnya keluh kesah mengenai “pembajakan” ini dapat berkurang. Eh, saya lihat tidak juga. Para artis musik ini masih tetap saja melihat ke belakang, yaitu masih berkeluh kesah tentang pembajakan tanpa mau mencoba platform tersebut. Ya, mana bisa selesai masalah dengan berkeluh kesah saja.


Download Lagu Legal

Beberapa tahun yang lalu – sebetulnya sudah lamaaa banget, tahun 89? – saya membuat beberapa lagu. Lagu-lagu tersebut saya karang ketika saya berada di Kanada. Sayang juga kalau lagu tersebut hilang demikian saja. Lumayan kalau bisa didengarkan oleh orang lain. Saya yakin banyak dari Anda yang punya lagu dan punya masalah yang sama.

Selain itu mungkin juga Anda punya teman yang punya band tetapi tidak tahu harus diapakan lagu-lagunya. Mereka ingin mempromosikan lagunya. Bahkan lebih dari sekedar itu. Mereka ingin lagunya juga bisa diunduh (download) secara legal (dan berbayar).

Kalau dahulu belum banyak tempat untuk upload lagu-lagu. Sekarang sudah ada banyak tempat untuk upload lagu-lagu tersebut. Yang paling terkenal tentunya adalah iTunes. Hanya saja untuk upload ke iTunes tidak mudah. Itu juga tempatnya di luar negeri.

Nah, saya memiliki toko musik digital – Insan Music Store (IMS). Situsnya adalah toko.insanmusic.com. Beberapa hari yang lalu, saya nekad upload beberapa lagu saya. Sekarang lagu-lagu tersebut sudah dapat didownload di sini:

toko.insanmusic.com/artist/budi-rahardjo/

Ini screenshot-nya.

10623542_10153431155266526_5814226168791331358_o

Ayo download lagu-lagu saya secara legal. Untuk mencobanya, silahkan Anda bergabung (membuat akun, create account). Gratis kok. Ayo ceritakan pengalaman Anda setelah mencoba toko musik digital saya.

Oh ya, kalau Anda (atau teman Anda) punya band, silahkan bergabung juga.


Hilangnya Indra Sosial Musisi Indonesia

Salah satu musisi favorit saya saat ini adalah Steven Wilson (akun Facebook). Dia dikenal banyak orang melalui band Porcupine Tree yang beraliran progressive rock. Sekarang dia justru lebih produktif dengan karya-karya pribadinya. (Termasuk memproduksi band atau artis lainnya.)

Steven_Wilson_Hand_Cannot_Erase_coverAlbum besar Steven Wilson yang baru adalah “Hands. Cannot. Erase“. Album ini terinspirasi dari sebuah kejadian menyedihkan. Tersebutlah seorang perempuan muda bernama Joyce Carol Vincet yang tinggal di London. Joyce ditemukan meninggal di apartemennya. Yang menyedihkannya adalah jenasahnya baru ketahuan setelah lebih dari 2 tahun! Joyce ini adalah orang biasa seperti kita-kita. Mengapa temannya atau saudaranya tidak ada yang tahu? Tidak ada yang menanyakan keberadaan dia setelah sekian lama?

Baru-baru ini kejadian yang mirip juga terjadi di Xian, Cina. Ditemukan seorang yang meninggal di lift setelah terjebak selama sebulan. Sebulan! Bagaimana mungkin ini terjadi?

Mungkin ini adalah arah dari masyarakat kita? Makin tidak peduli. Ditambah lagi dengan gadget atau handphone. Semakin tidak peduli dengan sekeliling kita.

Yang ingin saya soroti dalam tulisan ini adalah kesensitifan dari Steven Wilson. Dia membuat karya musiknya bukan sekedar membuat bunyi-bunyian yang enak didengar, tetapi juga memiliki misi sosial. Dia memotret kondisi sosial – dalam hal ini kejadian di Inggris tempat dia berada – dan kemudian mencoba mengingatkan kita. Inikah yang kita inginkan?

Indra Steven Wilson untuk menangkap kondisi sosial ini masih berjalan dengan baik. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Ah, kebanyakan karya yang diciptakan saat ini lebih ke arah “aku cinta aku”, “sedihnya aku”, dan sejenisnya. Aku, aku, dan aku. Mending kalau “Aku”-nya Chairil Anwar. Kemana karya atau lagu yang berisi kritik sosial? Sebagai contoh, lagu karya Yockie Suryo Prayogo – “Kehidupan” yang dikenal melalui band God Bless.

Semoga musisi Indonesia (yang masih muda) dapat mengasah indra sosialnya dan dapat memotret kondisi sosial bangsa Indonesia.


Selera Musik

Selera musik itu sangat persona. Setiap orang berlainan dan sulit untuk dibanding-bandingkan.

Untuk melakukan tracking selera musik, saya menggunakan last.fm. Ketika saya nyetel musik di komputer saya, dia akan mengirimkan datanya untuk distatistikkan. Memang ini tidak mencakup lagu-lagu yang saya dengarkan di mobil, misalnya. (Kecuali kalau nanti stereo di mobil saya sudah nyambung ke internet. he he he. Tak lama lagi?)

Berikut ini adalah top 10 artis / band yang saya dengarkan hasil dari pemantauan Last.fm.

BR top10 lastfm

Hal yang menarik dari statistik ini adalah ternyata memang saya penggemar band Genesis. Perlu diingat bahwa lagu-lagu band Genesis itu banyak yang panjang-panjang (lebih dari 10 menit) tetapi masih saya dengarkan juga. Jadi sesungguhnya kalau dilihat dari waktu (menitnya) mungkin bisa lebih njomplang lagi.

Dan tentu saja The Beatles. Ini juga masalah madzhab. Bagi banyak orang, kalau tidak kenal the Beatles berarti tidak kenal musik pop. hi hi hi. Lucunya, banyak anak muda sekarang yang sok jago soal musik tapi *tidak kenal* the Beatles. hwarakadah. Diragukan ke-jagoannya.

Di dalam daftar itu ada dua artis/band Indonesia, yaitu Ada Band dan Chrisye. Iya, ada masanya saya sangat menggemari Ada Band sampai saya membuatkan halaman web fan page. ha ha ha. Sekarang apa kabarnya Ada Band ya?


Konser Badai Pasti Berlalu + LCLR+

Bagi Anda, penggemar musik Indonesia, silahkan tonton konser Badai Pasti Berlalu, LCLR+, Yockie Suryo Prayogo berikut. Kali ini, konsernya digelar di Surabaya. Saya sudah nonton dua konser sebelumnya – di Jakarta dan di Bandung – dan komentar saya adalah luar biasa! Keduanya beda dan keduanya sama kerennya.

konser badai pasti berlalu

Bagi yang seumuran saya (baca: tua, ha ha ha), Badai Pasti Berlalu dan LCLR merupakan bagian dari perjalanan menikmati musik Indonesia. Ini merupakan salah satu tonggak musik Indonesia. Saya punya koleksi album-albumnya dalam bentuk kaset dan CD. Beli aslinya tentunya. Sayang sekali kasetnya sudah hilang. hik hik hik.

Bagi yang muda, ini adalah tempat belajar. Melihat bagaimana musik Indonesia melalui perjalanannya. Ini juga merupakan tempat untuk menurunkan ilmu bagi yang tua ke yang muda (proses mentoring) dan juga momen untuk kolaborasi. Meneruskan tongkat estafet. Salah satu kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.

Tiket bisa dipesan online di: konserbadaipastiberlalu.com

Jreng!


Insan Music Store

Sekedar update tentang toko musik digital kami, Insan Music Store. Sekarang kami sedang menjajagi kolaborasi dengan payment Mandiri e-cash agar rekan-rekan dapat membeli lagu secara lebih nyaman di web toko.insanmusic.com. Tunggu tanggal mainnya.

Sementara itu, tanggal 5 Desember 2015 ini kami akan berada di dekat Alun-alun Bandung, di Cikapundung. Bagi yang mau mengunjungi booth kami silahkan. Mulai dari sore sampai malam.

xbanner insan music


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.732 pengikut lainnya