Category Archives: music

Produktif Karena Berisik

Tadinya saya merasa aneh sendiri karena sering membutuhkan noise (berisik) untuk bekerja secara produktif. Ternyata ini tidak aneh! Aneh juga. (Kok jadi mbulet begini.) Ada teorinya kah?

Kemarin saya memasang aplikasi “anoise” di komputer Linux saya. Aplikasi ini menghasilkan ambient noise dengan suara-suara yang berbeda. Standarnya adalah suara berisik dari kedai kopi (coffee shop). Kalau kita pasang, maka kita berasa bekerja di sebuah kedai kopi. Jadi tidak usah beli kopi mahal di kedai kopi yang terkenal itu. Pasang suara ini di kamar saja dan buat kopi sendiri. Berasa di coffee shop yang mahal. Sekarang tidak alasan untuk tidak produktif.

Yang lucunya, ada suara-suara yang memang berisik seperti orang ngebor jalan (atau pakai timbris?), orang membuat bangunan, suara perahu boat, dan seterusnya. Mungkin memang ada orang yang membutuhkan suara bising seperti itu untuk produktif. Siapa tahu?

Di youtube ada banyak lagu instrumental dengan suara air mengalir yang juga menenangkan hati. Silahkan cari dengan kata kunci “relaxing music” atau “relaxing music instrumental“. Kalau yang ini khawatirnya malah kita jadi ngantuk dan tidur melulu. Produktivitas malah hancur. hi hi hi.

Oh ya, ada juga yang streaming suara-suara coffeeshop seperti Coffitivity.

Semuanya ini sebetulnya memiliki nuansa “Barat”. Kalau yang khas Indonesia ada gak ya? Suara kodok ngorek kali ya? Beneran. Adakah ambient noise yang bernuansa Indonesia? Saya cuma menemukan satu dan itupun suara jalanan. Bukan suara hutan, sungai, air mengalir yang menyejukkan. Nah, siapa tahu ini bisa jadi ide start-up Anda.


Manggung

Bulan Mei kemarin manggung (ngeband) dua kali. Belum sempat saya tampilkan di sini. Eh, foto-fotonya juga saya gak punya. Jadi tidak ditampilkan di sini.

Bulan ini, Juni, baru manggung satu kali. Hari Sabtu kemarin saya manggung dengan anak saya (Luqman) di acara CCE Night (MBA ITB). Pagi harinya saya ada acara 40 hari meninggalnya ayah saya. Salah satu mata acara di CCE Night itu adalah in memoriam Nuri Annisa, mahasiswa penyelenggara CCE Night tahun lalu. Kebetulan Nuri ini juga adiknya Akmal, mahasiswa saya yang kemudian menjadi tim perusahaan saya. Anyway, bagi saya manggung ini juga sebagai bagian dari tribute untuk mereka yang sudah berada di tempat yang terbaik di sana.

Playlist lagunya adalah (1) Creed – One Last Breath, (2) Dream Theater – Wait for Sleep, dan (3) Foo Fighters – Everlong. Lagu terakhir saya pilih untuk menghormati salah satu mentor saya, David Letterman. (Sudah saya tuliskan di blog ini juga.) Kapan-kapan main dengan full band lagi.

Berikut ini cuplikan manggungnya … (Hasil tangkapan dari tabletnya Akmal.) Saya belum punya cuplikan manggung-manggung sebelumnya.

Selamat menikmati.


Biaya Akuisisi Pengguna Dalam Start-Up

Ketika kita mengembangkan sebuah usaha start-up, kita harus mendapatkan pelanggan atau pengguna (user) dari layanan atau produk kita. Akuisisi pengguna ini ada biayanya. Pengguna ini  dapat dianggap sebagai salag satu aset dari start-up kita.  Itulah sebabnya sebuah start-up dengan jumlah pengguna yang jutaan dapat bernilai mahal meskipun penghasilannya minim.

logo insan music storeNah, berapa biaya untuk akuisisi pengguna ini? Saya ambil contoh kasus usaha toko musik digital Insan Music Store kami. Dalam kasus kami, pengguna ada dua jenis; (1) artis / musisi / band yang memproduksi lagu-lagu, dan  (2) pembeli lagu-lagu tersebut. Sebetulnya ada juga orang-orang yang hanya mengunjungi situs kami tetapi tidak membeli. Untuk yang ini saya tidak memasukkan dalam hitungan.

Untuk bergabung dengan Insan Music Store, artis / musisi / band tidak dipungut biaya. Hanya saja, sebelum kami dapat melakukan promosi dan jualan, kami harus menandatangani kontrak. Ada meterai yang harus dipasang; 2 x Rp. 6000,-. Kalau ditambah ongkos kertas dan tinta printer untuk mencetak kontrak tersebut, maka biaya untuk satu artis katakanlah Rp. 15000,-. Jadi biaya untuk akuisisi pengguna (cost per acquisition / CPA) kami adalah US$ 1,5.

Biaya ini terlihat kecil ya, tetapi kalau nantinya kami memiliki 10000 artis (atau lebih) maka tinggal kita kalikan saja dengan 1,5 dollar itu. Banyak juga ya?

ims terdaftar

Untuk  akuisisi pembeli lagu saat ini kami belum bisa menghitungnya karena gratis. Jadi, untuk yang ini anggap saja gratis. Padahal sesungguhnya kami harus menyiapkan server untuk database dari pengguna ini. Selain itu, kami melakukan promosi yang ada pengeluaran uangnya. Dugaan saya sih biayanya pukul rata akan sama seperti biaya untuk akuisisi artis tersebut, 15 ribu rupiah juga. Jika kami memiliki satu juta anggota pembeli, maka sesungguhnya biayanya adalah … 15 milyar! Nah lho. hi hi hi

Demikian cerita tentang entrepreneurship, start-up bisnis digital. Semoga bermanfaat.


Kegiatan Insan Music Store

Tadi pagi (Minggu, 7 Desember 2014), Insan Music Store hadir di Bandung Car Free Day. Kali ini suasananya agak mendung. Eh, ternyata malah ada *banyak* stand yang menampilkan senam sehingga sound systemnya saling bersahut-sahutan. Berisik. Namun kami juga akhirnya membuka stand juga.

IMG_6963 insan music store

Hari ini kami juga menandatangani kontrak dengan O2 (Observed Observer) di sana. Semoga kami bisa sukses bersama!

IMG_6969

Saya juga sempat berbincang-bicang dengan kang Yosef (lupa nama belakangnya atau institusinya). Kami ngobrol soal musik, kota Bandung, pendidikan, dan seterusnya. Kebetulan jenis musik yang kami sukai agak mirip-mirip. Dia juga banyak main musik, menjadi music director, producer, dan mengajar kesenian kepada banyak anak-anak. Karena kami juga berlatar belakang Bandung, jadi banyak hal juga yang nyambung. Mudah-mudahan ada kerjasama yang dapat kami lakukan.

Setiap minggu kami mendapatkan artis/band-band baru. Bagus bagus! Sabar ya. Satu persatu akan kami proses. Jreng!


Memilih Lagu Untuk Penampilan

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh seorang performer dalam manggung adalah memilih lagu yang akan dibawakan. Ada batasan waktu, (jenis) penonton, tema dari acara, ketersediaan alat, dan kesiapan sang performer sendiri. Masalah selera juga menjadi bahan pertimbangan.

Dalam manggung beberapa hari yang lalu, saya dan anak saya harus memilih lagu untuk tampil berdua. Masalahnya adalah apakah lagu yang kami pilih itu berdasarkan yang disukai oleh penonton – biasanya lagu yang terkenal – ataukah lagu yang kami sukai (yang boleh jadi agak sedikit eksperimental)? Ada perbedaan dari selera. Akhirnya kami pilih jalan tengah; kami pilih satu lagu yang mungkin dikenal banyak orang dan lagu lainnya adalah lagu yang kami sukai. Pilihan ini  berisiko penonton tidak terlalu suka. Biar saja. Mumpung kesempatannya cocok untuk eksperimen. Ini yang kami pilih.

IMG_6380 playlist

  1. Extreme – More than words
  2. Bullet for My Valentine – A place where you belong
  3. Goo Goo Dolls – Name
  4. Hall & Oates – Do it for love
  5. Boston – More than a feeling

Lagu nomor 4 dan 5 itu hanya untuk cadangan saja. Lagu pertama banyak yang kenal sehingga mudah dinikmati. Lagu-lagu selanjutnya sebetulnya juga lagu yang dikenal oleh para follower dari band-band tersebut. hi hi hi. Lagu no 2 merupakan lagu beraliran metal, tetapi kami coba bawakan dengan akustikan. Lagu no 3 menggunakan tuning gitar yang aneh (dua string di bawah adalah E) tetapi karena kami tidak mungkin berganti-ganti gitar untuk setiap lagu akhirnya kami menggunakan tuning yang biasa. Ini membuat chordnya menjadi sulit dan suaranya kurang persis dengan aslinya.

Begitulah kesulitan yang dihadapi oleh musisi/artis/performer ketika akan manggung, milih lagu. Dan kesulitan ini akan terjadi lagi untuk manggung berikutnya. Oh ya, saya juga harus milih satu lagu untuk penampilan band saya yang lain di ruang terbuka. Yang ini harus lagu yang gembira dan sedikit funky. Hmmm… apa ya? Ada banyak lagu yang sebetulnya saya ingin bawakan tapi sudah hampir pasti bandnya tidak setuju. hi hi hi. Mikir dulu ah.

Jreng!


Acara Insan Music Store

Eh, jangan lupa, siang ini (Minggu, 12 Oktober 2014) … mulai pukul 13:00 Insan Music Store akan hadir di Krang Kring Cafe (jl. Ciliwung, Bandung). Selain akan memberikan penjelasan mengenai toko musik digital kami, ada penampilan dari beberapa band yang sudah ada di toko musik kami.

Sampai jumpa di sana …


Acara Toko Musik Digital: Insan Music Store

Bagi Anda yang ingin mengetahui toko musik digital kami, Insan Music Store, silahkan hadir di acara kami yang akan diselenggarakan.

Minggu, 12 Oktober 2014

Tempat: Krang Kring Cafe (Jl. Ciliwing, Bandung)

Bagi band-band atau artis-artis yang ingin memasukkan lagu-lagunya ke toko musik digital kami, silahkan langsung hadir di sana dengan membawa lagu-lagunya. Ditunggu …

Flyer Insan Music


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.395 pengikut lainnya.