Materi Presentasi

Dalam tulisan sebelumnya (“Minta Materi Presentasi“), saya menunjukkan banyaknya permintaan akan materi presentasi saya. Materi presentasi saya umumnya dapat diperoleh di berbagai tempat (slide share, web saya, dan panitia acara). Yang belum saya ceritakan adalah bahwa materi presentasi saya mungkin kurang bermanfaat jika dibaca saja tanpa hadir di acaranya. Mengapa demikian? Karena yang saya tampilkan dalam slide saya biasanya hanya poin utamanya tanpa ada pembahasan.

Saya menganut paham bahwa materi presentasi hanyalah pendukung dari sebuah presentasi. Hal yang utama adalah sang presenter sendiri. Apa yang dia ceritakan dan seterusnya. Jadi fokus dari sebuah presentasi adalah sang presenternya sendiri.

Akibat dari paham seperti ini, maka materi presentasi saya isinya hanya poin yang ingin saya sampaikan. Misalnya slide saya hanya berisi kata-kata “Sejarah Artificial Intelligence“. Itu saja. Pada presentasinya saya sesungguhnya, saya akan bercerita panjang lebar. Jika Anda hanya membaca slide saya itu saja tanpa berada di tempat presentasi maka Anda akan kehilangan banyak pemahaman dan makna yang ingin saya sampaikan.

Kalau ada slide yang hanya berisi tulisan “Sejarah Artificial Intelligence”, apa yang ada di kepala Anda? Apa yang dapat Anda peroleh dari slide itu?

Dengan kata lain, slide saya tanpa kehadiran di tempat presentasinya mungkin kurang bermanfaat. Ini seperti sebuah buku yang hanya berisi “Daftar Isi” saja. ha ha ha.

Begitu.

Iklan

Kesiapan Materi Presentasi

Pak, apakah materi presentasinya boleh dikirimkan ke kami?

Jangankan materi presentasi yang untuk beberapa hari ke depan, materi presentasi untuk besok saja belum dibuat. ha ha ha. Begitulah yang terjadi dengan saya. Materi presentasi hanya bisa diperoleh pada hari-H-nya saja.

materi-presentasi

Mengapa demikian? Bukannya saya malas, tetapi karena banyaknya presentasi yang harus saya lakukan. Jika digabungkan dengan materi kuliah yang harus saya siapkan (yang mana ini termasuk materi presentasinya), maka setiap hari ada dua atau tiga presentasi yang saya lakukan. Mana bisa presentasi  minggu depan siap.

Demikianlah.

Jadi kalau Anda menjalankan seminar / workshop / kuliah / talk show atau apapun yang mana saya jadi pembicaranya, maka materi presentasi dari saya baru akan selesai pada hari H. Tentu saja Anda boleh menanyakan kepada saya tentang ketersediaan materi presentasinya jauh hari sebelum acara dilangsungkan, tetapi Anda sekarang sudah tahu jawabannya.

Minta Materi Presentasi?

Salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima adalah permintaan materi presentasi (slide) dari berbagai presentasi saya. Maklum, saya (terlalu) sering memberi presentasi.

Sebetulnya tanpa diminta juga biasanya slide presentasi saya bagikan di slideshare atau di web pribadi saya. Kalau belum ada di sana biasanya adalah karena belum sempat melakukan upload saja. (Atau ada bagian dari materi presentasi yang perlu dihapus dulu, karena terlalu sensitif atau mengandung rahasia, sehingga membutuhkan usaha dan waktu untuk melakukannya. Lebih lama lagi.) Saya senang berbagi.

Iseng saja. Untuk yang sering minta materi presentasi, seberapa sering sih ada memberi materi presentasi ke orang lain (ke saya, misalnya)? hi hi hi. Sekedar ngecek saja. Jangan hanya sering meminta tapi jarang – atau bahkan tidak pernah – memberi.

Jadi kapan mau memberi materi presentasi?

Indonesia Update 2016

Perjalanan saya ke Australia ini sebetulnya dalam rangka acara “Indonesia Update 2016” yang diselenggarakan oleh Australian National University (ANU) Indonesia Project. Topik dari acara tahun ini adalah Digital Indonesia. Itulah sebabnya saya diundang menjadi salah satu pembicara. Saya akan berbicara tentang “cyber security”.

Acaranya dilangsungkan di kampus ANU, di kota Canberra, selama dua hari. Presentasi saya adalah presentasi terakhir di hari terakhir. (Ini ada keuntungan tersendiri, yaitu saya bisa suka-suka saya. Meskipun tidak bisa sebebas yang saya pikirkan. hi hi hi.) Pembicara yang lain keren-keren juga.

p_20160917_063951-01-jadwal

Peserta dari acara ini ternyata sangat banyak. Ruangan yang digunakan, sebuah teater, berukuran hampir 500 orang. Dan peserta yang datang banyak sekali. Hampir memenuhi ruangan. Berarti mendekati 500 orang.

Di hari pertama saya hanya mendengarkan. Bayu pembicara kedua mengidekan situasi politik di Indonesia seperti trilogi start wars. Dias (lupa di sesi berapa) juga menyinggung soal star wars. Akhirnya saya putuskan untuk menutup acara tema star wars; the return of the Jedi. ha ha ha.

cshi2hhumaa-wjv-jedi
the return of the (code) jedi

Tadinya saya mencari apa yang bisa dipakai untuk baju (dan lightsaber) untuk manggung. Gak nemu. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan hoodie saja. Jadilah seperti foto di atas. Lumayanlah. Tema Star Wars terjadi juga. hi hi hi.

p_20160917_130953_bf-folks-0001
Foto para pembicara sesi terakhir. Potret sebelum bubar

Di kampus ini saya menginap di University House, semacam hotel / dorm untuk tamu-tamu dari universitas. Tempatnya sangat dekat dengan ruang acara. Jadi tidak perlu transportasi. Tinggal jalan 2 menit dari kamar ke tempat presentasi. Tempatnya asyik juga. [foto-foto menyusul]

Canberra ini ternyata masih dingin juga. Harusnya sih temperaturnya sudah naik tetapi masih dingin. Setelah acara selesai, hari Minggu di kampus ini kosong banget. Sepiii. [foto2 menyusul, lagi] Canberra, meskipun ibu kota, ternyata kecil dan sepi. hi hi hi.

5 Hari 5 Presentasi

Beberapa hari terakhir ini jadwal saya lumayan padat. Setiap hari harus memberikan presentasi. Itu dengan topik yang berbeda-beda lho. Luar biasa muter otak. (Padahal selain itu ada juga kuliah yang harus saya berikan pada hari-hari itu. Ini juga perlu persiapan dan juga menjelaskan di depan kelas.)

Mau menuliskan tentang presentasinya juga tidak sempat karena waktu yang ada saya gunakan untuk menyiapkan materi presentasi tersebut. Memangnya materi presentasi bisa jadi dengan sendirinya? hi hi hi.

Sementara itu dulu. Masih ada 1 presentasi lagi yang belum saya buat materinya. ha ha ha.

Aspek Kejutan Dalam Presentasi

Setiap sebelum memberikan presentasi, selalu saya diminta untuk memberikan materi presentasi. Bagi saya sebetulnya ini tidak masalah karena umumnya materi presentasi ini saya upload ke web saya (budi.rahardjo.id). Jadi saya tidak punya masalah berbagi materi. Yang saya punya masalah adalah membagikan meteri sebelum presentasi.

Membagikan materi sebelum presentasi mengurangi aspek kejutan (surprised) dalam presentasi. Ada hal yang lucu dan penting menjadi garing dan basi jika pendengar sudah melihat (membaca) materi presentasinya.

Jadi solusinya bagaimana? Solusinya adalah saya membuat dua versi presentasi. Versi singkat yang saya berikan ke panitia dan versi yang akan dipresentasikan (yang berisi kejutan-kejutan). he he he.

Semoga terkejut …

Improvisasi Presentasi

Salah satu aspek dari memberikan presentasi adalah improvisasi. he he he. Ini terjadi mana kala situasi membutuhkan aksi yang drastis.

Tadi pagi, saya memberikan presentasi di acara Big Data. Masalahnya adalah pergantian slide diatur oleh panitia. Biasanya saya mengganti slide sendiri sebagai bagian dari teknik presentasi saya. (Ini cerita lain, tapi bagi yang sudah pernah mendengarkan teknik presentasi saya tentu tahu trik itu.) Yang lebih “menarik” lagi adalah tim yang menggerakkan slide berada di bagian lain dari ruang presentasi. (Ceritanya alat sorot – mau disebut infocus kok nyebut merek – tidak jalan pas acara mau mulai. Panitia harus berimprovisasi.) Tambahan lebih menarik lagi tim ini tidak dapat mendengarkan suara presenter. Maka pusinglah sang presenter.

Setelah melihat situasi ini dan melihat beberapa usulan, saya mengusulkan kepada tim slide bahwa kalau saya mau memajukan slide maka saya menggerakkan tangan kanan saya seperti meng-slide (atau malah seperti melambaikan tangan). Kalau mau mundur slidenya, saya menggunakan tangan kiri. Tujuannya adalah tim slide bisa melihat gerakan saya dan tidak perlu mendengarkan apa kata saya, yang memang tidak dapat mereka dengar.

Sukses! hi hi hi. Memang presenter harus siap-siap dengan improvisasi.

Acaranya sendiri keren. Sayang sekali saya tidak sempat mengunjungi semua booth yang ada.