Materi Presentasi

Banyak yang tidak tahu bahwa salah satu pekerjaan utama saya adalah memberikan presentasi. Jika tidak saya batasi, maka mungkin setiap hari kerjaan saya adalah memberikan presentasi dari satu seminar ke seminar berikutnya. Percayalah bahwa setiap minggu saya menolak beberapa tawaran untuk presentasi.

Mungkin bagi sebagian besar orang memberikan presentasi adalah kesempatan, tetapi bagi saya ini adalah kesempitan. ha ha ha.

Saya sudah melakukan presentasi ini sejak kapan ya? Mungkin sejak tahun 1998? Jadi kalau sekarang dihitung, sudah lebih dari 21 tahun saya memberikan presentasi. Kalau dalam satu tahun ada 50 minggu (pendekatan) dan setiap minggu saya memberikan 2 presentasi, maka dalam 1 tahun ada 100 presentasi. Dalam kurun 20 tahun ada 2000 presentasi!

Banyak juga pengelola acara (organizer) yang meminta materi presentasi saya di depan. Nampaknya mereka tidak kenal saya dan belum pernah datang ke acara presentasi saya sehingga mereka khawatir bahwa presentasi saya sama dengan presentasi orang-orang yang lain; membosankan, tidak fokus pada topik yang diberikan, dan hal-hal lainnya. Padahal kalau saja mereka mau melakukan sedikit “riset” (misal melihat web saya dan membaca CV saya) mereka akan tahu bahwa saya sudah banyak memberikan presentasi dan semuanya (?) bagus-bagus. Do a little home work, please.

Materi presentasi saya biasanya bukan handout. Bentuknya lebih ke arah “lessig-style”, yaitu kata kunci (keywords) saja. Akibatnya kalau hanya melihat materi presentasinya, maka Anda tidak akan tahu presentasi saya. You have to be there. Ini memang sengaja saya desain seperti ini. Jika materi presentasi saya persis dengan apa yang saya katakan, maka para pendengar (kalau di kelas adalah mahasiswa) tidak akan mendengarkan karena mereka akan bilang nanti akan saya baca di rumah. (Yang mana ini juga tidak bakal kejadian karena sudah ada kegiatan lain yang menunggu.) Dengan kata lain, kalau Anda meminta materi presentasi saya, ya percuma.

Berikutnya lagi adalah ada banyak “kejutan” dalam materi presentasi saya. Biasanya saya suka melawak dalam presentasi saya. Jika lawakan saya ini kemudian diberikan kepada peserta (bahkan dicetak) sebelum acaranya, maka lawakan saya menjadi tidak lucu lagi. Faktor “surprise”-nya tidak ada. Itulah sebabnya saya tidak dapat memberikan materi presentasi di depan.

Masih banyak lagi alasan saya untuk tidak memberikan materi presentasi di depan, tetapi tulisan ini sudah kepanjangan dan mungkin Anda sudah bosan. Jadi, kalau mau melihat (mendengarkan) saya presentasi ya harus datang. Saya tidak membagi materi presentasi.

Untuk para organizer di luar sana, silahkan resapi tulisan saya ini sebelum Anda mengundang saya menjadi pembicara.

Pidato, Debat, Presentasi, dan hal-hal terkait

Mumpung pas sedang ramai dibicarakan soal pidato dan debat dalam rangka pemilihan presiden maka saya angkat topik ini. Topik ini sebetulnya sudah banyak saya bahas – terutama di kelas – dalam kerangka presentasi, tetapi akan saya bahas kembali di sini.

Banyak orang yang mempertanyakan ketika salah satu pasangan calon (eh, atau bahkan semua) melakukan latihan pidato atau debat (atau dalam tulisan ini saya akan gunakan istilah “presentasi” secara umum). Konotasinya negatif. Justru saya malah melihat bahwa kebanyakan orang KURANG latihan presentasi. Termasuk para paslon itu kurang latihan presentasi. Ha ha ha.

Salah satu modal utama dari kebagusan presentasi adalah latihan. Ini merupakan bagian dari persiapan. Berapa kali Anda mencoba latihan mempresentasikan materi Anda? Satu atau dua kali? Saya usulkan 40 kali! Sebanyak itu? Iya, sebanyak itu. Kalau hanya sekali atau dua kali, itu masih jauh dari siap.

Orang-orang yang presentasinya bagus-bagus, termasuk Steve Jobs, berkali-kali mencoba presentasinya. Bukannya mereka tidak bisa, tetapi untuk membiasakan dengan materi tersebut. Excellence is not an act, but a habbit.

Oh ya, saya sering latihan presentasi karena terpaksa. Dalam satu bulan biasanya saya sedikitnya memberikan dua presentasi. Kadang kala ada dua presentasi dalam seminggu, sehingga totalnya 8 presentasi dalam sebulan. Dalam setahun, tinggal dikalikan saja, ada 96 kali presentasi. Itu belum termasuk mengajar 4 mata kuliah yang mana setiap minggu saya harus presentasi antara 4 sampai 8 kali. Satu bulan saya harus presentasi 12 sampai 30 kali. Satu tahun ada 300 kali presentasi. Dikalikan 10 tahun saja (padahal saya sudah mengajar lebih dari 20 tahun), maka ada 3000 kali saya presentasi yang sudah saya lakukan. Dan saya masih menghargai latihan presentasi.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda berlatih melakukan presentasi? Apakah Anda masih akan mencela latihan presentasi?

Materi Presentasi

Dalam tulisan sebelumnya (“Minta Materi Presentasi“), saya menunjukkan banyaknya permintaan akan materi presentasi saya. Materi presentasi saya umumnya dapat diperoleh di berbagai tempat (slide share, web saya, dan panitia acara). Yang belum saya ceritakan adalah bahwa materi presentasi saya mungkin kurang bermanfaat jika dibaca saja tanpa hadir di acaranya. Mengapa demikian? Karena yang saya tampilkan dalam slide saya biasanya hanya poin utamanya tanpa ada pembahasan.

Saya menganut paham bahwa materi presentasi hanyalah pendukung dari sebuah presentasi. Hal yang utama adalah sang presenter sendiri. Apa yang dia ceritakan dan seterusnya. Jadi fokus dari sebuah presentasi adalah sang presenternya sendiri.

Akibat dari paham seperti ini, maka materi presentasi saya isinya hanya poin yang ingin saya sampaikan. Misalnya slide saya hanya berisi kata-kata “Sejarah Artificial Intelligence“. Itu saja. Pada presentasinya saya sesungguhnya, saya akan bercerita panjang lebar. Jika Anda hanya membaca slide saya itu saja tanpa berada di tempat presentasi maka Anda akan kehilangan banyak pemahaman dan makna yang ingin saya sampaikan.

Kalau ada slide yang hanya berisi tulisan “Sejarah Artificial Intelligence”, apa yang ada di kepala Anda? Apa yang dapat Anda peroleh dari slide itu?

Dengan kata lain, slide saya tanpa kehadiran di tempat presentasinya mungkin kurang bermanfaat. Ini seperti sebuah buku yang hanya berisi “Daftar Isi” saja. ha ha ha.

Begitu.

Kesiapan Materi Presentasi

Pak, apakah materi presentasinya boleh dikirimkan ke kami?

Jangankan materi presentasi yang untuk beberapa hari ke depan, materi presentasi untuk besok saja belum dibuat. ha ha ha. Begitulah yang terjadi dengan saya. Materi presentasi hanya bisa diperoleh pada hari-H-nya saja.

materi-presentasi

Mengapa demikian? Bukannya saya malas, tetapi karena banyaknya presentasi yang harus saya lakukan. Jika digabungkan dengan materi kuliah yang harus saya siapkan (yang mana ini termasuk materi presentasinya), maka setiap hari ada dua atau tiga presentasi yang saya lakukan. Mana bisa presentasi  minggu depan siap.

Demikianlah.

Jadi kalau Anda menjalankan seminar / workshop / kuliah / talk show atau apapun yang mana saya jadi pembicaranya, maka materi presentasi dari saya baru akan selesai pada hari H. Tentu saja Anda boleh menanyakan kepada saya tentang ketersediaan materi presentasinya jauh hari sebelum acara dilangsungkan, tetapi Anda sekarang sudah tahu jawabannya.

Minta Materi Presentasi?

Salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima adalah permintaan materi presentasi (slide) dari berbagai presentasi saya. Maklum, saya (terlalu) sering memberi presentasi.

Sebetulnya tanpa diminta juga biasanya slide presentasi saya bagikan di slideshare atau di web pribadi saya. Kalau belum ada di sana biasanya adalah karena belum sempat melakukan upload saja. (Atau ada bagian dari materi presentasi yang perlu dihapus dulu, karena terlalu sensitif atau mengandung rahasia, sehingga membutuhkan usaha dan waktu untuk melakukannya. Lebih lama lagi.) Saya senang berbagi.

Iseng saja. Untuk yang sering minta materi presentasi, seberapa sering sih ada memberi materi presentasi ke orang lain (ke saya, misalnya)? hi hi hi. Sekedar ngecek saja. Jangan hanya sering meminta tapi jarang – atau bahkan tidak pernah – memberi.

Jadi kapan mau memberi materi presentasi?

Indonesia Update 2016

Perjalanan saya ke Australia ini sebetulnya dalam rangka acara “Indonesia Update 2016” yang diselenggarakan oleh Australian National University (ANU) Indonesia Project. Topik dari acara tahun ini adalah Digital Indonesia. Itulah sebabnya saya diundang menjadi salah satu pembicara. Saya akan berbicara tentang “cyber security”.

Acaranya dilangsungkan di kampus ANU, di kota Canberra, selama dua hari. Presentasi saya adalah presentasi terakhir di hari terakhir. (Ini ada keuntungan tersendiri, yaitu saya bisa suka-suka saya. Meskipun tidak bisa sebebas yang saya pikirkan. hi hi hi.) Pembicara yang lain keren-keren juga.

p_20160917_063951-01-jadwal

Peserta dari acara ini ternyata sangat banyak. Ruangan yang digunakan, sebuah teater, berukuran hampir 500 orang. Dan peserta yang datang banyak sekali. Hampir memenuhi ruangan. Berarti mendekati 500 orang.

Di hari pertama saya hanya mendengarkan. Bayu pembicara kedua mengidekan situasi politik di Indonesia seperti trilogi start wars. Dias (lupa di sesi berapa) juga menyinggung soal star wars. Akhirnya saya putuskan untuk menutup acara tema star wars; the return of the Jedi. ha ha ha.

cshi2hhumaa-wjv-jedi
the return of the (code) jedi

Tadinya saya mencari apa yang bisa dipakai untuk baju (dan lightsaber) untuk manggung. Gak nemu. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan hoodie saja. Jadilah seperti foto di atas. Lumayanlah. Tema Star Wars terjadi juga. hi hi hi.

p_20160917_130953_bf-folks-0001
Foto para pembicara sesi terakhir. Potret sebelum bubar

Di kampus ini saya menginap di University House, semacam hotel / dorm untuk tamu-tamu dari universitas. Tempatnya sangat dekat dengan ruang acara. Jadi tidak perlu transportasi. Tinggal jalan 2 menit dari kamar ke tempat presentasi. Tempatnya asyik juga. [foto-foto menyusul]

Canberra ini ternyata masih dingin juga. Harusnya sih temperaturnya sudah naik tetapi masih dingin. Setelah acara selesai, hari Minggu di kampus ini kosong banget. Sepiii. [foto2 menyusul, lagi] Canberra, meskipun ibu kota, ternyata kecil dan sepi. hi hi hi.

5 Hari 5 Presentasi

Beberapa hari terakhir ini jadwal saya lumayan padat. Setiap hari harus memberikan presentasi. Itu dengan topik yang berbeda-beda lho. Luar biasa muter otak. (Padahal selain itu ada juga kuliah yang harus saya berikan pada hari-hari itu. Ini juga perlu persiapan dan juga menjelaskan di depan kelas.)

Mau menuliskan tentang presentasinya juga tidak sempat karena waktu yang ada saya gunakan untuk menyiapkan materi presentasi tersebut. Memangnya materi presentasi bisa jadi dengan sendirinya? hi hi hi.

Sementara itu dulu. Masih ada 1 presentasi lagi yang belum saya buat materinya. ha ha ha.