Category Archives: Teknologi Informasi

Kuliah di IndonesiaX

Horeee … kuliah saya – information security – sudah tersedia di IndonesiaX. Silahkan kunjungi dan ikutan.

indonesiax-information-security


Promosi E-Commerce UMKM

Melanjutkan tulisan tentang e-Commerce untuk UMKM. Salah satu hasil kajian yang kami lakukan adalah UMKM sebaiknya memiliki web site sendiri untuk mempromosikan dan melakukan transaksi produknya. Situs web ini boleh dibuat sendiri, tetapi umumnya dibuatkan oleh pihak lain yang memang memfokuskan di sisi teknologi informasi. Penjual (UMKM-nya) dapat fokus ke membuat produknya.

Dalam kajian ini kami mencoba membuat situs web untuk delapan UMKM. Back-end, atau sistem yang digunakan adalah Hydro – yang merupakan produk dari Cyberlabs. Contoh dari situs yang kami coba adalah toko online Scarrymo.com. (Di bawah ini adalah contohnya.)

scarrymo1

Scarrymo adalah usaha yang menjual produk jamu (seperti dapat dilihat di situs webnya). Selain itu mereka juga menjual kacang teri. Tentu saja sebelum menuliskan di sini saya sudah mencoba produk-produk mereka. Enak! Seriously, enak.

Nah, saat ini kami mencoba mempromosikan situs-situs e-commerce UMKM ini. Mohon dicoba dan berikan umpan balik (feedback) kepada kami agar kajian kami menjadi baik dan bagi pelaku e-commerce sektor riil ini juga menjadi bermanfaat. Silahkan dicoba untuk memesan.


Wearable Gadget

Sudah lebih dari sebulan (eh, lupa kapan tepatnya) saya menggunakan Mi-Band. Itu lho, gelang elektronik yang dipakai untuk mencatat jumlah pergerakan atau langkah kita. Berdasarkan itu dia dapat memperkirakan jarak yang sudah kita tempuh beserta kalori yang terpakai. Hasilnya seperti contoh di foto ini.

IMG_0057 miband

Hasil screenshot di atas menunjukkan bahwa saya telah melakukan 11452 langkah, yang kemudian dikonversikan menjadi 7,85 Km. Not bad. Yang menyedihkannya adalah sudah segitu jauh ternyata hanya menghabiskan 423 kalori. Makan bakso saja sudah lewat dari itu kali ya? hi hi hi.

Mi-band ini salah satu contoh wearable gadget, yaitu perangkat yang bisa kita “pakai”. Dahulu, ketika saya mulai tertarik kepada hal ini di tahun 1999, ukuran komponen masih besar sehingga wearable gadget ini terlihat lucu. Kayak robot yang banyak tempelan komponen elektroniknya. Sekarang, sudah nyaman dilihat. Sudah fashionable.

Saya jadi ingin buat perangkat-perangkat lain yang lebih canggih ah.


Peneliti(an) di Indonesia

Banyak orang yang berkeluh kesah bahwa penelitian di Indonesia lebih “rendah” dibandingkan dengan negara-negara lain. Indikatornya adalah jumlah publikasi dari perguruan tinggi di Indonesia lebih sedikit dari perguruan tinggi di negara lain. Ya, itu fakta.

Ada banyak kendala terkait dengan penelitian di Indonesia. Saya sudah pernah membahasnya di blog ini. Tidak perlu saya ulangi bukan?

Hal lain yang membuat susahnya publikasi di Indonesia adalah kurangnya orang yang mau mereview makalah untuk berbagai jurnal. Kalau kita menulis makalah dan diterbitkan di sebuah jurnal, maka kita mendapat nilai (kum) dari makalah itu. Kalau kita mereview, tidak dapat apa-apa. ha ha ha. Oleh sebab itu sulit menemukan reviewer yang baik di Indonesia.

Oh ya, makalah kami baru saja secara resmi dipublikasikan. Untuk menambahkan publikasi orang Indonesia.

paper stegokripto

Budi Rahardjo, Kuspriyanto, Intsan Muchtadi-Alamsyah, Marisa W. Paryasto, “Information Concelment Through Noise Addition,” 2015. Dapat diunduh di: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877050915035577


Orang Hardware Bandung

Hari Senin lalu (tanggal 21 Desember 2015), secara spontan diadakan kumpul-kumpul orang-orang Bandung yang tertarik dengan hardware (perangkat keras). Kalau istilah yang keren sekarang adalah IoT (Internet of Things). Acara ini merupakan bagian dari Procodecg CodeMeetUp() yang biasa dilakukan setiap hari Senin siang.

Saya kumpulkan orang-orang hardware dari generasi lama (generasi saya) dan generasi baru. Tujuannya adalah agar saling mengenal dan melakukan mentoring atau transfer pengalaman dari yang tua ke yang muda. Contoh yang senior-senior antara lain Yana Raharja, Jeffrey Samosir, Ihsan Haryadi, Trio Adiono. Sampai saat ini mereka masih melakukan pengembangan produk hardware.

IMG_0021 hw

Dalam foto di atas, Yana sedang menjelaskan bagaimana memasarkan produk hardware. Jangan teknis, tetapi manfaat apa yang diperoleh dari produk tersebut.

Yang muda-muda lebih banyak lagi; Cybreed, Dycode, Labtek Indie, dan lain-lain. Mereka sudah dan baru memulai mengembangkan produk-produk. Ke depannya, merekalah yang mejadi ujung tombak pengembangan produk-produk hardware.

IMG_0019 hw

Dulu ada masanya saya merasa ilmu Elektro (Elektronika) akan mati. Maka perlu ditutup jurusan Teknik Elektro di berbagai universitas di dunia. Lebih banyak orang yang senang mengembangkan software, karena modalnya lebih murah. Tinggal pakai komputer. Kalau bereksperimen dengan hardware harus beli komponen. Kalau salah, ya harus beli komponen lagi. Adanya demam IoT membuat masa depan harware cerah kembali.

Pertemuan kali ini baru untuk saling mengenal. Akan ada pertemuan-pertemuan lagi. Siap-siap hadir ya.


Desain Masih di Kepala

Sebetulnya saya ingin menceritakan tentang masalah (program) yang saya hadapi, tetapi untuk menuliskannya saja membutuhkan banyak waktu. Ada banyak detail yang harus diuraikan untuk menghindari salah paham. Akhirnya selalu tidak sempat saya tuliskan dalam blog ini.

Singkatnya begini. Saya punya banyak makalah hasil tugas mahasiswa dalam bentuk elektronik (soft copy). Makalah-makalah tersebut ingin saya online-kan, lengkap beserta informasi mengenai nama pengarangnya (sang mahasiswa), judul makalahnya (dan kadang ada beberapa versi / revisi), dan link kepada makalahnya sendiri (yang boleh beberapa versi itu). Dahulu ini semua saya lakukan secara manual. Satu persatu. Maklum, dulu masih sedikit. Nah sekarang sudah lebih dari 1000 buah. Repot kalau dikerjakan satu persatu. Mau saya otomatisasikan. Inilah masalahnya.

Desain untuk hal ini sudah ada di kepala, tetapi untuk menuangkannya ke kertas masih belum sempat. Biasanya memang harus saya corat-coret di kertas juga sih. Ini belum sempat saja.

Kalau dalam kondisi sekarang, ya tulisan yang muncul hanya seperti ini dulu. Malah menimbulkan banyak tanda tanya, bukan?


Panduan Membuat Start-Up

Dalam start-up saat ini ada istilah MVP, minimum viable product, yang menyatakan sebuah produk siap untuk diluncurkan. Membuat buku ternyata juga sama.

Ada banyak draft buku yang saya buat. Sebagian besar sampai sekarang masih dalam status draft meskipun sudah bertahun-tahun. Alasannya adalah saya merasa buku-buku tersebut belum siap untuk diterbitkan.

Untuk kali ini, buku tentang Start-up, saya putuskan MVP-nya adalah yang sekarang. Selamat menikmati versi 0.8 ini.

Buku ini akan saya perbaharui secara berkala. Link dari buku yang terbaru akan saya pasang di sini.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.630 pengikut lainnya