Category Archives: Teknologi Informasi

Teka Teki Kriptografi

Apakah ada pesan tersembunyi di dalam barisan karakter yang terlihat random seperti ini?



GF03hD3rkwvt9CTbYL93UiUTGjCCsPCoTfFe0ado2axJ
4JTWFtssu4NB7pzFFA3bRr5tbWa87VOwPgf9SpNWgEM=
jPKW=MmpJ1z8snQiRSUxXDSZXptsbVwTClxVbkrjGyNL
mglQYWRqyAWLuWV4h0PSPff2BEmffmatkpx1HpaYC8jB
JCT92CUC2dZnG9HAbThO8hjiJvWZknSLKl=jbc8BX43k
9ypGd9WLUrXxi6xpsfBH8oUVlDKDgnRL4H1DB6CkxBi6
2l68XnOPzuwZjokYsKnPqcx5Ys0fa2bsz7en7PeYlGDj
1EEhXzdhv4qBlRgZtBBMqXI0j2xwxWzOu189f=u9r=1S
xNtXFQHZutGsiYYtljSXVM1cQodvCr6wRTDd6crqdh5P
EgBCxuhW82EeRGLHb8vFhjtcKb6IXs=IAa1uqEXpmkgN
TDFZ1WcaVvsz4A=MO=JwfGRUZClS9vIsSpi85eepHNeg
U2FsdGVkX18RgbSjoOwUuLO5sC2sHjA+1vkI2gUkouU=
42xkVb5G6KF69MoFrp8a45CVLOv6FtpW2uHW6hlm=0HY
j73dWO4eg3f=HnDi2JdRG4pb8SCUSfdxJyCGKv9Rc02P
ZjMbCzwj=inmwCcDvnIY7TRjpuW7IzLEyf62OlPg=uFO
G96oWfPDz0Pp6Y4sFC4FGd9w8Wx8b61ykjEpwB46Fca2


Jika ada, apa isi pesannya? Kalau ada. Boleh jadi sesungguhnya tidak ada pesan apa-apa. ha ha ha. Itu bisa jadi hanya sampah (noise) belaka.


Rahasia Hit Web Site Yang Besar: How to generate web traffic

Di lapak sebelah sedang ada diskusi tentang bisnis yang terkait dengan menghasilkan ranking-rankingan di internet. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana menghasilkan hits yang besar. Saya mencoba menyimak, tetapi nampaknya banyak hal yang ditutup-tutupi. Atau mungkin memang ada banyak hal yang sifatnya tidak pasti (not exact). Dengan kata lain, coba-coba. he he he.

Ya ampun. Bisnis / layanan dibangun di atas coba-coba. Nekad amat. Tapi ada saja orang yang mau dengan iming-iming uang yang besar. Instant fame and fortune. Maka berbondong-bondong orang mencari “rahasia” marketing di internet.

Saya tahu rahasia itu. Mau tahu? Jawaban dari kesuksesan marketing di internet adalah …

KERJA KERAS!

Itu dia rahasianya. hi hi hi. Ternyata bukan rahasia ya?

Nah, sekarang saya ingin berbagi ilmu dengan para pembaca sekalian. Salah satu kata kunci yang sering dicari orang Indonesia adalah “lowongan pekerjaan” (loker). Maka banyak tempat (situs) yang membuat tulisan tentang lowongan pekerjaan, meskipun sesungguhnya di tempat itu tidak ada lowongan pekerjaan. Ini nakal menurut saya. Tapi begitulah salah satu abuse yang dilakukan untuk menghasilkan traffic.

Silahkan dicoba di situs Anda. Buatlah berita-berita tentang lowongan pekerjaan. Anda tinggal comot informasi lowongan pekerjaan itu dari sana-sini. Misalnya, cari informasi mengenai lowongan pekerjaan di kantor Anda atau dari surat kabar loka. Ketikkan di web Anda. Pasti banyak yang berkunjung. Syukur-syukur kalau ternyata malah situs Anda yang dijadikan rujukan untuk lowongan pekerjaan karena menjadi agregator lowongan pekerjaan di Indonesia. Bahkan mengalahkan situs-situs yang sudah ada sekarang ini karena Anda lebih rajin dari mereka. (Baca: Anda bekerja lebih keras dari mereka. hi hi hi.)

Selain lowongan pekerjaan ada beberapa kata kunci lain yang rajin mengunjungi blog ini. Lain kali akan saya ulas mengenai kata kunci yang lain tersebut.

Semoga bermanfaat. Sementara itu saya kembali melakukan … kerja keras!


Lomba Open Source 2015: IBM Developers War Day

Kabar gembira untuk para pengembang software open source. Akan ada lomba pengembangan software / aplikasi berbasis open source.

Kick off akan dilakukan hari Kamis tanggal 19 Maret 2015 di Jakarta. Saya akan menjadi salah seorang pembicara di sana.

  • Tempat: Borobudur Room – PT IBM Indonesia
  • The Plaza Office Tower Lantai 16
  • Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta
  • Waktu: 16:00 – 18:00

Brosurnya ini:

IBM Developer War Day

Sampai bertemu di sana.


Coba-coba Software: Web Browser

Sebagai penggemar komputer, salah satu hal yang saya sukai adalah mencoba-coba berbagai software. Sebetulnya kegiatan ini seringkali memboroskan waktu. Enaknya sih kalau sudah ada yang mereview berbagai software ini kemudian kita tinggal menggunakan yang paling bagus. Atau, setidaknya kita bisa mengurangi waktu yang habis untuk coba-coba ini.

Kali ini saya sedang mencoba berbagai web browser. Ini hasil sementara. Semoga bermanfaat.

Browser utama saya adalah Firefox. Ada beberapa alasan mengapa saya memilih Firefox. Pertama, dia dapat dikonfigurasi dengan menggunakan Stylish. Syarat utama saya dalam sebuah aplikasi adalah fonts-nya harus dapat diubah. Fonts bawaan dari software seringkali terlalu kecil (maklum mata saya semakin tidak bersahabat – masalah usia), jelek, atau membuat saya tidak mood untuk membaca. Dengan Stylish saya dapat menggunakan fonts yang berbeda untuk situs yang berbeda. Misal untuk Gmail saya menggunakan monospace fonts, untuk Facebook fonts yang sans serif, untuk situs berita fonts yang serif, dan seterusnya. Kedua, Firefox merupakan browser yang paling aktif dalam hal pengembangannya. Masalah (security misalnya) dapat lebih cepat ditangani.

Kekurangan (masalah) dari Firefox adalah ukurannya yang besar. Bloated. Awalnya sih kecil tetapi makin lama semakin besar sehingga terasa lambat. Akhir-akhir ini saya juga banyak mengalami masalah dengan Adobe Flash di Firefox. Dia crash. Untuk berbagai situs, misal yang memutar video atau interface yang interaktif (contoh: upload foto di Facebook), Flash sering crash sehingga tidak berfungsi. (Firefox sedang memilih alternatif untuk menggantikan flash. Namanya: Shumway. Mari kita tunggu perkembangannya.) Oh ya, ketika menulis ini, Firefox sempat hang juga. Untungnya tidak sempat crash. Hadoh. Saya belum sempat melakukan save ketika dia hang. Jadi, ngeri-ngeri bagaimana gitu. hi hi hi.

Browser pilihan kedua saya adalah Google  Chrome. Yang ini karena dia sebagai alternatif yang ada di berbagai platform. (Saya bekerja utamanya dengan sistem operasi Mac OS X dan Linux. Kadang saya masih menggunakan Microsoft Windows.) Masalah saya dengan Google Chrome adalah dengan Stylish. Kadang fonts tidak diproses dengan baik. Misalnya, fonts untuk tampilan sudah benar tetapi ketika kita pindah ke bagian forms atau sejenisnya dia balik ke fonts bawaannya yang kadang tidak saya sukai. Chrome ini pun makin lama – sama seperti Firefox – makin berat. Tambahan lagi saya juga pasang Chromium yang juga sebetulnya sih masih Chrome juga. Adanya dua Chrome-based browser ini kadang membingungkan komputer saya.

Selanjutnya browser saya di Macbook adalah Safari. Browser ini sayangnya hanya ada di Mac OS X. Jadi sangat spesifik. Terlebih lagi dia tidak memiliki fitur untuk dikonfigurasi sebagaimana halnya Firefox dan Chrome. Jadi saya terjerat dengan fonts bawaannya dia, misalnya. Saya gunakan Safari hanya sebagai alternatif saja kalau Firefox dan Chrome tidak bisa jalan.

Selain browser-browser di atas yang sudah stabil dan mainstream, saya sekarang sedang suka menggunakan browser Vivaldi. Ini adalah browser yang dikembangkan oleh pengembang Opera. Opera dahulu dikenal sebagai browser yang paling cepat responnya dan tersedia di handphone pula. Vivaldi terasa cepat dan juga Flash tidak crash di dalamnya. Hanya saja memang Vivaldi tidak memiliki fitur untuk dikonfigurasi dengan menggunakan Stylish. Ah.

Browser lain yang saya sedang coba juga adalah Midori. Yang ini baru tersedia di Linux saja. Rasanya juga cepat, mirip seperti Vivaldi. Masalahnya juga sama, yaitu tidak dapat dikonfigurasi. Mari kita lihat apakah saya akan suka dengan Vivaldi & Midori ini.


Valuasi Perusahaan IT (part 2)

Ini masih soal tentang menilai (valuation) harga sebuah perusahaan IT. Ceritanya ada sebuah perusahaan yang ingin membeli perusahaan lain, sebuah perusahaan IT. Nah, bagaimana menilai harga dari sebuah perusahaan IT itu?

Cara yang konvensional adalah dengan menilai aset yang dimiliki oleh perusahaan IT tersebut, tetapi cara ini kurang cocok. Bayangkan, sebuah perusahaan IT mungkin didirikan oleh 5 orang mahasiswa. Mereka hanya menggunakan 5 notebook dan 1 server. Kalau dilihat dari aset hardwarenya, maka nilanya hanya harga 5 notebook dan 1 server ini saja. Wah, pasti *sangat kecil*. Mana mau perusahaan IT tersebut dihargai dengan itu saja.

Jika harga tersebut ditambahkan dengan software yang dimiliki (dibeli) oleh perusahaan IT tersebut, hasilny juga masih belum pas. Masih kemurahan. Apalagi kalau softwarenya berbasis open source yang gratisan pula. Mosok harganya Rp 0,- ???

Ada hal lain lagi yang dapat dianggap sebagai aset, yaitu HaKI atau Intellectual Property Rights (IPR) dari perusahaan IT tersebut. Contoh HaKI  adalah  paten atau sejenisnya. Problemnya adalah software patent tidak dikenal di Indonesia. (Bagusnya memang seperti itu. Lain kali akan saya bahas ini.) Namun bukan itu yang menjadi masalah utamanya. Masalahnya adalah bagaimana menilai “sebuah” HaKI di bidang IT?

Sebagai contoh, misalnya sang perusahaan IT tersebut mengembangkan sebuah software yang unik, memiliki desain yang keren, dan mengimplementasikan proses-proses (termasuk business process) yang bagus di dalamnya. Software / karya ini mau dihargai berapa? Bagaimana dengan ide-ide yang tertuang di dalamnya? Masih sulit untuk dihargai. Padahal justru ini adalah salah satu “aset” utama dari perusahaan IT yang harganya mahal. Maka, masih perlu diskusi dan perdebatan panjang untuk menerima hal ini sebagai salah satu cara menilia perusahaan IT.

Cara valuasi lain, yang itu dengan menilai harga user / customer / pelanggan yang dimiliki dapat dibaca di sini. Masih bersambung lagi … Sementara itu, semoga tulisan ini bermanfaat.


Internet Mengajari Budaya Instan?

Beberapa rekan berdiskusi mengenai efek (negatif) dari internet terhadap kebiasaan manusia. Salah satu yang muncul adalah dugaan bahwa internet mengajari kita untuk tidak sabar dalam membaca. Kalau dahulu kita membaca berita sampai habis. Kalau sekarang orang lebih senang membaca judulnya saja. Atau kalau dibaca tulisannya juga hanya halaman pertama yang dibaca. Jarang ada orang yang mau membaca tulisan yang panjang-panjang. Apakah benar demikian?

Terkait dengan hal ini akhirnya orang tidak mau mendiskusikan hal-hal yang rumit. Padahal ada banyak orang yang merasa telah membahas hal-hal yang penting, tetapi sesungguhnya hanya bagian kulitnya saja. Ketika intinya dibahas – dan tentunya berat, membutuhkan bacaan yang lebih dalam – maka banyak orang yang kemudian menghilang.

Orang juga diajari malas untuk mencari sumber bacaan (berita) sesungguhnya. Mereka ingin disuapi. Padahal sesungguhnya teknologi tersedia. Atau, mungkin justru karena teknologi tersebut maka orang kehilangan skill yang seharusnya simpel.

Hmm…


Bagaimana Mempopulerkan Situs (How to Generate Traffic to Your Site)

Untuk ketigakalinya dalam minggu ini saya mendapat pertanyaan atau keluhan dari beberapa instansi tentang tidak populernya situs (portal, web site, blog) mereka. Ada yang aksesnya dalam satu bulan ini adalah … nol. hi hi hi. Mereka kemudian berencana untuk mendesain ulang situs mereka. Padahal menurut saya bukan di situ masalahnya.

Ada juga orang-orang yang ingin mempromosikan layanan mereka dengan menumpang (ndompleng) situs-situs yang rame, termasuk blog ini. hi hi hi. (Lihat saja ada yang komentarnya OOT.) Topik SEO (Search Engine Optimization) merupakan sebuah hal yang dicari-cari orang. Bahkan ada bisnisnya tersendiri. Jadi masalah mempopulerkan situs atau menghasilkan traffic pengunjung itu merupakan “masalah” bersama.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa masalah utama dari ketidakpopuleran sebuah situs itu adalah informasi (data) yang tersedia tidak berubah untuk waktu yang terlalu lama. Ada situs pemerintahan yang terakhir diperbaharui tiga tahun yang lalu. Tentu saja tidak ada yang ingin mengunjungi situs itu kembali. Sekali mengunjungi – tahun lalu, misalnya – sudah cukup.

Salah satu cara untuk mempopulerkan situs adalah memperbaharui informasinya (content) secara berkala. Sering! Setiap hari kalau bisa. Itulah sebabnya situs-situs berita mendapatkan banyak traffic karena setiap hari orang hadir untuk mendapatkan berita terbaru. Ini juga saya terapkan di blog ini. Saya berusaha untuk menulis *setiap hari* (meskipun akhir-akhir ini banyak terjadi kegagalan). Jadi rumus saya adalah:

Kuantitas lebih penting daripada kualitas

Oleh sebab maka daripada itu … (hi hi hi), sering perbaharui situs Anda. Setelah sering diperbaharui, mulai kita tingkatkan kualitasnya.

Rumus kedua saya adalah

Tulisan yang baru (bukan copy and paste) lebih menarik

Maksudnya begini. Tulisan Anda yang “ngaco” jauh lebih menarik daripada menuliskan ulang (copy and paste) karangan orang lain, meskipun karangan orang lain itu super bagus. Percayalah. Cobalah. Kenapa demikian? Karena orang dapat membaca tulisan tersebut dari sumber aslinya. Lah kalau tulisannya adalah tulisan asli Anda, maka tentu saja kembalinya ke Anda. Tentu saja tulisan Anda ini tidak serta merta langsung disukai orang tetapi ini membutuhkan waktu, tetapi prinsipnya adalah buatlah yang orisinal.

Begitulah tips saya untuk mempopulerkan situs. Semoga bermanfaat.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.201 pengikut lainnya.