Batu Kapur (Gamping?) di Jalan Tol

Jalan tol Cikampek sedang diperbaiki. Pemisah jalur yang tadinya rumput dibabat habis dan akan dijadikan jalan lagi. Sayang juga melihat ini karena berkurangnya tanaman hijau dan pembatas untuk buffer kalau ada kendaraan meleset. Tapi memang ada masalah dengan jalur yang hanya dua jalur. Kalau ada truk menyusul truk, jalan jadi tersendat. Maka mulailah orang menggunakan bahu jalan.

Anyway … Saya lihat agak aneh. Mereka menggunakan batu kapur (atau batu gamping, atau batu apa gitu yang warnanya putih). Kenapa ya?

Hasil Pemilihan Ketua Ikatan Alumni ITB

Hasil pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB yang diselenggarakan kemarin, 17 November 2007, adalah sebagai berikut (nama lengkapnya menyusul):

  1. Hatta Rajasa . 4510
  2. Hengky……… 2090
  3. Betti ………… 1806
  4. Boyke ……….. 421
  5. Zaid ………….. 271

Demikian …

Checksound @ RI tech

Checksound @ RItech

Ini tadi malam. Checksound BAND-IT pada acara RI Tech di MGK Kemayoran, Jakarta. Nanti malam mainnya. (Eh, padahal tadi malam sudah ngeband. ha ha ha.)

Dari kiri ke kanan: Didik Partono (bass), saya (gitar, voc), Garin Ganis (gitar, lead). Hammam Riza (drums) tidak kelihatan. Ifik (keyboard) dan Teddy Sukardi (keyboard, vocal) tidak bisa hadir checksound tadi malam.

Kambing Guling

Hari Minggu, 12 November 2006, kami mengadakan acara halal bihalal di rumah kami. Acaranya didaulat untuk kambing guling, maka jadilah kambing guling. Lihat gambar di bawah ini, saya berpura-pura memasak kambing guling. Padahal kambing guling tersebut datang beserta tukangnya.

Acara ramai, dihadiri dengan orang-orang dari dunia IT yang berasal dari perusahaan INDOCISC (security), Insan Infonesia (software house, outsourcing), Sigma Delta Duta Nusantara (software house, system integrator), Sharing Vision (education). Tadinya kami khawatir makanan banyak bersisa karena banyak sekali makanan yang tersedia. Selain kambing guling, ada juga pepes nasi, sate ayam, ikan, dan batagor. Untungnya yang datang cukup banyak beserta keluarganya, mungkin ada 50 orang yang datang? Makanan jadi pas.
Wah … setelah makan banyak kambing guling terpaksa harus olah raga lagi nih.

Foto-foto yang lebih lengkap (foto kambing dan para pemakan kambingnya) bisa dilihat di URL berikut:

http://s80.photobucket.com/albums/j174/rahardjo/indocisc/ 

Majalah musik 70-an

cover kaset aktuil Masih ingat tahun 70-an? Waktu itu ada majalah musik yang bernama aktuil. Majalah ini kemudian mengeluarkan kompilasi lagu dalam bentuk kaset. Pada jaman itu belum ada masalah intellectual property (HaKI) sehingga mudah sekali membuat kompilasi lagu. ha ha ha. Gambar di samping ini merupakan salah satu sampul kaset yang diterbitkan oleh majalah aktuil. Inginnya sebetulnya adalah menampilkan sampul majalahnya, tapi saya sudah tidak punya lagi. Yang ada adalah sampul kasetnya. Ya sudah, sampul inipun jadilah.

Sampul ini saya scan dari kaset beneran. Terlihat bahwa kaset ini sudah mulai rusak (bulukan). Lihat bagian kanan bawah yang sudah termakan oleh usia. Bayangkan, ini kaset dari 36 tahun yang lalu!. Mungkin lebih tua dari usia para pembaca blog ini. Saya sudah tidak berani memutar kaset ini karena biasanya head dari tape langsung kotor dan suaranya mendhem. Dibersihkan, begitu lagi, dan seterusnya. Padahal ingin juga saya konversikan ke MP3 sehingga lagu-lagu yang lama tersebut bisa saya dengarkan kembali. Umumnya lagunya sudah tidak ada di pasaran. Dalam bentuk MP3 pun masih sulit dicari di Internet.

top-chords Selain majalah aktuil ada juga majalah lain. Majalah topchords, yang diterbitkan dari Salatiga (entah mengapa Salatiga), merupakan majalah yang menyajikan lagu dan chordnya. Selain majalah, mereka juga mengeluarkan kaset dengan lagu yang ada di majalah tersebut sehingga pembeli majalah dapat mempelajari lagu yang ditampilkan di majalah tersebut. Kalau sekarang mungkin menggunakan CD atau DVD, ya? Hanya kalau sekarang agak lebih sulit karena masalah HaKI.

Nikmatnya jaman dahulu ya.

Gambar di samping ini menujukkan salah satu sampul kaset yang diterbitkan oleh majalah topchords tersebut. Sampul lebih utuh dari kaset aktuil. Ada beberapa kaset yang saya miliki dan sampul-sampulnya masih ok. Saya belum cek apakah kasetnya juga masih ok.
Oh ya, saya sempat "bekerja" ke majalah ini dengan memantau lagu-lagu yang menjadi top-10 di kota Bandung. Waktu itu saya masih SMP. Kerjaan saya setiap Minggu (atau Sabtu?) adalah memantau tangga lagu dari berbagai radio di Bandung dan mengirimkannya ke topchords. Honornya dikirimkan melalui wesel! Walah, barang itu sudah masuk musim kali ya?

mg Berikutnya adalah majalah MG, musik dengan chord gitar. Yang ini saya tidak terlalu familier, tapi toh tetap saya beli juga. Majalahnya lebih tebal dan mirip seperti majalah musik dan lirik yang ada saat ini.

Sampul kaset ini juga sudah lebih bulukan. Bagian dalamnya sudah lepas. Gambar di samping menunjukkan edisi dimana Rod Stewart masih menjadi tokoh yang populer saat itu dengan lagunya yang masih top.

Ah … kenangan lama. Ada yang masih ingat majalah-majalah ini? Atau bahkan masih punya koleksinya?

dicari: gambar budi rahardjo dengan kualitas bagus

Kemarin saya "diganggu" oleh sebuah majalah, dimana saya menulis sebuah artikel. Mereka minta foto saya dalam bentuk berkas digital dalam kualitas yang bagus. Katanya kualitasnya paling sedikit 300 dpi (dengan ukuran yang saya lupa).

Setelah saya cari-cari, ternyata saya tidak punya foto saya dalam kualitas yang bagus! Saya jarang membuat foto diri sendiri. Di acara-acara (seminar, pertemuan, dan sejenisnya) biasanya memang ada yang mengambil foto, tapi saya tidak pernah minta. Jadi, kalau Anda punya foto saya dalam kualitas yang bagus, saya minta dong. 

Sekalian, minta saran tempat penyimpanan foto digital yang bagus. Sementara ini saya menggunakan flickr, blog yang menyediakan gallery (seperti multiply, friendster, meskipun yang ini jarang saya gunakan karena susah diakses secara URL dari tempat lain sehingga bisa digunakan di blog lain) dan web site sendiri

Jalan di Kanan atau Kiri?

Saya lihat pejalan kaki di Indonesia ini kebanyakan jalan di sisi Kiri jalan. Logika saya mengatakan ini salah. Seharusnya kita berjalan di sebelah Kanan jalan. Alasannya banyak. Kalau kita berjalan di sebelah kanan, maka kita bisa melihat kendaraan yang datang dari arah berlawanan sehingga kita bisa minggir atau mengantisipasi (kalau ada masalah). Sementara itu kalau kita berjalan di kiri jalan maka kita bisa keserempet, dijambret, dan sejenisnya. Apakah pendapat saya ini benar?

Ada yang tahu aturan resminya? 

Di Indonesia, yang gini dianggap sudah harus tahu dan tidak pernah diajarkan. Padahal di luar negeri, yang begini itu diajarkan sehingga semua orang tahu. 

Rindu Kopi!

Sudah genap dua minggu ini saya sakit perut. Entah penyebabnya apa saya tidak tahu. Yang pasti, antibiotik sudah bekerja selama seminggu. Gagal. Kembali antibiotik lagi. Pasrah deh. Dugaan saya sih campuran antara maag, udara (dingin, masuk angin), dan ada kuman yang termakan (meskipun saya tidak makan yang aneh-aneh, malah cenderung tidak makan).

Akibat dari semua ini … saya tidak minum kopi! Mak Jang! Aduh! Padahal saya hobby caffee latte. Minggu lalu ke Starbucks. Orang lain minum kopi, saya terpaksa teh Earl Grey saja. Ngiri berat.

Kopiii . . . I miss you!

Apa lagi ini?

Hari Selasa, tanggal 13 Desember 2005, saya berada di Surabaya untuk sebuah tugas. Sejak hari Senin memang saya sudah banyak di jalan sehingga tidak bisa membaca email atau blog dengan seksama. Ketika menunggu pesawat ke Jakarta di bandara, saya mendapat forward-an SMS yang isinya seperti ini:

UPDATED: Kabarnya bloger2 mau minta Budi Rahardjo untuk ke Kominfo mengajukan petisi agar Herman dibebaskan. Saya sangat menyayangkan jika BR mau “diperalat”.

Hmm… Saya tidak tahu “Herman” yang dimaksud di sini itu siapa? Terus petisi ini untuk apa? Yang lebih tidak saya ketahui lagi adalah mengapa muncul SMS aneh ini. Apa maksudnya? Siapa yang sesungguhnya mengirim SMS tersebut (karena saya mendapat forward dari 2 orang yang berbeda dengan isi yang sama).
Sesampainya di Jakarta, saya menuju hotel dan mencari akses Internet untuk mencari informasi yang lebih jauh. Waktu sudah menunjukkan pukul 22:30, tapi apa boleh buat. Untuknya di hotel itu ada akses Internet (Wi-Fi) sehingga saya bisa browsing dan baca email.

Saya buka planet terasi dan milis teknologia. Oh, ternyata Herman yang dimaksud itu terkait dengan kejadian touching up foto. (Lihat tulisan Priyadi: Kronologis kasus Roy Suryo) Saya sendiri baru mengetahui hal itu di situ.

Mengapa nama saya kok dibawa-bawa? Apa maksudnya? fait a compli? Supaya saya tidak ke Kominfo? Saya pun tidak bisa ke Kominfo karena hari Rabu itu harus memberikan Keynote Speech di Cisco Security Summit 2005. Setelah itu harus pulang ke Bandung karena ada rapat di Bandung.

Jadi … silahkan Anda (dan saya) menduga-duga deh. Ngabisin waktu saja!

Blog Baru di efx2.com

Berkat informasi dari Scottitude, seorang modblog addict, saya mengetahui adanya layanan blog di efx2.com. Yang menarik dari tempat layanan ini adalah fiturnya banyak yang sama dengan fitur di modblog dan bahkan lebih baik. Akibatnya, banyak blogger modblog yang pindah ke efx2.com ini karena modblog sempat down lebih dari 2 minggu. Ini blog saya:

http://blog.efx2.com/user/budi

Hal lain yang menarik adalah komunitas modblog ini sangat kekeluargaan. Mereka saling mengunjungi blog dan mengisi entri (memberi komentar, dsb.). Mereka saling memberitahu mengenai fitur blog dan sejenisnya. Lucu juga. Komunitas ini juga bervariasi mulai dari mahasiswa sampai kakek-kakek yang berumur di atas 70 tahun.

Masih tentang kurang responsifnya mahasiswa

Dalam posting terdahulu saya mempermasalahkan kurang responsifnya mahasiswa di kelas saya. Ternyata ini tidak terjadi di kelas saya atau departemen saya saja, akan tetapi sudah mewabah ke seluruh kampus. Ada seorang dosen di Departemen Planologi yang mengatakan sebagai berikut:

Saya tanya “ada yang tidak mengerti?”, tidak ada yang menjawab atau mengacungkan tangan. Kemudian saya tanya “ada yang mengerti?”, juga tidak ada yang mengacungkan tangan. Jadi sebetulnya mengerti atau tidak?

Ada dosen lain yang mengatakan bahwa ketika dia masuk ke kelas, dia dihadapkan dengan pandangan mata yang kosong. Menerawang. Dia berpendapat bahwa sekarang mahasiswa inginnya serba instan.

Lepas dari itu semua, ternyata masalahnya lebih dalam lagi karena tidak sekedar di kelas saya saja. Berarti ini masalah yang lebih besar! Aduh!

Mengenai soal slides power point, sebetulnya saya tidak menyukainya karena slides tersebut seringkali gagal menjadi alat bantu. (Ada banyak sudah yang membahas hal ini. Saya memiliki beberapa URL yang membahas soal ini.) Dengan kata lain, sebaiknya mungkin tidak menggunakan slide lagi.

Tapi, ada atau tidak ada slide power point, tetap perkuliahan hanya membuat mahasiswa mendengar dan melihat. Ini tidak cukup! Saya ambil kutipan dar A. S. Neil:

I hear and I forget;
I see and I remember;
I do and I understand

Jadi, saya berharap bahwa mahasiswa lebih banyak “DO”. Melakukan. Mengerjakan tugas. Praktek. Khususnya dalam kuliah pemrograman, tentunya harus banyak DO-nya karena kalau tidak, hanya menjadi teori semata. Padahal aspek skill juga tidak kalah pentingnya.

Praktek. Ini juga ternyata masalah karena institusi sehebat ITB pun tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk programming. Di dalam kelas saya saja ada sekitar 65 orang. Padahal ini kelas paralel – 4 kelas. Jadi total kebutuhan komputer – hanya untuk kelas programming saya saja – sudah mencapai 260 komputer!

Nah, lagi-lagi ini menjadi keluhan mahasiswa Indonesia. Mahasiswa kita terlalu cengeng, kalau saya bandingkan dengan mahasiswa di India dan China. Mereka (mahasiswa di India dan China) lebih miskin lagi dan fasilitas lebih tidak memadai. Tapi, toh mereka tetap menjadi world class juga dengan jumlah yang tidak sedikit. Artinya kekurangan fasilitas ini tidak membuat mereka gagal. Bahkan kekurangan ini lebih memacu mereka.

Saya masih ingat ketika belajar komputer saya harus membeli majalah bekas di jalan Cikapundung (di Bandung). Di sana banyak dijual majalah bekas yang halaman depannya sudah digunting. Sekarang, di toko buku sudah banyak majalah dan buku yang membahas masalah komputer. Kemudahan ini mungkin malah membuat mahasiswa menjadi lebih manja lagi?

Saya melihat bahwa mahasiswa kita kurang memiliki “sense of urgency”. Tidak ada dorongan yang kuat. No passion. Mereka masih tidak melihat adanya ancaman dari lulusan sekolah lain, khususnya lulusan dari luar negeri. Mereka tidak tahu bahwa India menghasilkan 70 ribu lulusan yang terkait dengan IT setiap tahunnya. Ya benar, 70000! Lulusan ITB yang terkait dengan IT mungkin hanya 300-an setiap tahunnya. Dibutuhkan 200 ITB hanya untuk menghasilkan jumlah yang sama. Kita belum bicara mengenai kualitas.

Sense of urgency ini perlu ditumbuhkan. Mahasiswa harus tahu bahwa pekerjaan mereka bisa diambil oleh lulusan India! Serius! Beberapa waktu yang lalu saya mendengar dari seorang kawan yang mengatakan bahwa dia bisa mendapatkan seorang lulusan perguruan tinggi di India yang mau dibayar Rp 700 ribu sebagai programmer di Indonesia. Mana ada lulusan kita yang mau dibayar segitu? Lebih jauh lagi, kualitas lulusan India yang murah tersebut seringkali lebih bagus. Perusahaan akan memilih orang India daripada orang setempat. Ini penting!

Ayo kita lebih serius!

WordPress.com sangat lambat

Layanan situs WordPress.com ini payah. Saya bandingkan dengan situs lain (blogsopot, modblog, blogshare), dia terbilang sangat lambat. Entah kenapa. Beberapa kali saya mau menuliskan entry di blog saya ini jadi nggak jadi, karena sudah harus melakukan hal yang lain. Jadi, mungkin saya akan sedikit menulis di blog ini. Silahkan kunjungi blog saya yang lainnya saja …

Istirahat Sejenak

Hari Minggu ini saya putuskan untuk istirahat saja. Biasanya, biarpun hari Minggu, saya masih melakukan hal-hal yang terkait dengan pekerjaan. Kali ini, istirahat, baca, tidur (not much), bermain dengan komputer dan PS2. Untuk pagi ini hari sangat cerah, meskipun siang dan sore terasa agak panas. Pekerjaan nanti bisa dikerjakan setelah buka puasa.

Hari Senin ini ada tiga (3) presentasi yang harus saya lakukan. Ya, betul, tiga presentasi! Apa boleh buat. Kerja keras lagi nanti malam. Ya dinikmati saja.