Menulis Secara Rutin

Dalam bimbingan (mentoring) kemarin, saya mengingatkan kembali kepada mahasiswa mentoring saya untuk menulis secara rutin. Topik yang ditulis bebas saja dan formatnyapun juga bebas. Untuk yang ingin menulis thesis, disertasi, dan sejenisnya harus dibiasakan menulis yang agak formal karena bahasa tulisan buku-buku tersebut memang harus formal. Ada penggunaan kata-kata yang tidak lazim dalam buku tersebut.

Untuk yang sedang membuat usaha – start-up – maka topik tulisannya juga berbeda. Topik tulisannya lebih singkat tetapi dapat lebih informal. Media yang digunakannyapun sekarang lebih banyak menggunakan media sosial. Bahkan media seperti instagram dan twitter tidak cocok untuk tulisan yang panjang lebar. Tulisannya harus singkat, padat, dan mudah dipahami. Bahkan kadang harus lucu. Melanggar aturan bahasapun diperkenankan.

Blog merupakan media pertengahan. Dia dapat digunakan untuk hal yang formal maupun yang informal. Tulisan di blogpun dapat lebih panjang dari media sosial lainnya.

Yang menjadi masalah dalam hal menulis secara rutin adalah keteguhan. Kemauan. Seringkali yang dipermasalahkan adalah “apa yang mau ditulis?”. Nah, kalau ini adalah masalah kreativitas. Ini dapat dilatih. Cara paling gampang adalah melakukan brainstorming dengan menuliskan topik-topik di secarik kertas. Mosok tidak bisa menuliskan tiga topik? Pasti bisalah. Setelah itu, coba cari 10 topik. (Ini belum menuliskannya tetapi baru memilih topiknya saja. Mudah kan?) Tapi, ya itu dia, mau berlatih atau tidak.

Kalau alasan tidak ada waktu, itu sih alasan klasik. Itu alasan saya! Sudah saya klaim duluan. Anda tidak boleh pakai alasan itu. [meringis]

Iklan

Pemain Bola Brewokan

giroud

Entah kenapa, sekarang saya melihat ada beberapa (banyak?) pemain sepak bola yang brewokan. Contohnya seperti Olivier Giroud di gambar samping ini. (Foto saya ambil dari games FIFA 18.)

Tulisan ini saya buat sambil nonton pertandingan bola piala dunia antara Denmark dan Australia. Pas Australia mendapat kesempatan untuk membuat gol melalui titik penalti. Pemain yang mengeksekusi penalti, Jedinak, juga brewokan seperti Giroud. ha ha ha.

Ini mengingatkan saya akan penampilan Band ZZ Top yang jenggotnya panjang banget. Super keren. Ha ha ha.

zz-top

Ini menjadi pembenaran bagi saya untuk brewokan. ha ha ha.

Ramadhan Tahun Ini

Alhamdulillah besok adalah Hari Raya. Berhasil sudah kita berpuasa di bulan Ramadhan. Baru berani menulis setelah berbuka hari ini.

Tahun ini, terutama 10 hari terakhir, puasa agak berat bagi saya. Kondisi badan kurang prima dan ada banyak pekerjaan sehingga tantangan dalam berpuasa cukup tinggi. Kepala pusing dan badan lemas. Kondisi badan yang kurang fit yang membuatnya menjadi berat. Ada kalanya ingin menyerah. Akhirnya memilih tidur (baik di rumah maupun ketika sedang di perjalanan, di kereta api.) Tadi pagi pun perut sempat berontak sebentar. Untungnya tahun ini puasa bisa diselesaikan karena tahun lalu saya bolong satu hari karena sakit.

Semoga kita semua diberi kesehatan dan bagi yang sedang diberi cobaan sakit, semoga segera diberi kesembuhan. Kita berusaha dan berdoa. Amiiin.

Tim FIFA 18 Murah Meriah

Seperti kebanyakan orang, saya juga menyukai game FIFA 18. Lagi-lagi seperti kebanyakan orang (?), saya tidak terlalu jago dalam memainkan pertandingannya. Kalahlah sama anak-anak, yang lebih paham menggunakan joystick. Sementara itu saya juga tidak punya banyak uang (uang beneran atau uang coin-nya FIFA) untuk dibelanjakan membeli pemain. Jadi pertanyaannya adalah bisakah kita membuat sebuah tim FIFA 18 yang murah meriah?

Jawaban singkatnya adalah BISA!

Sebelum ke detailnya, perlu saya jabarkan dulu yang saya maksudkan dengan “murah meriah”. Definisi saya adalah pemainnya memiliki harga tidak lebih dari 1000 koin.

Tentu saja ada banyak kemungkinan yang dapat kita peroleh karena harga pemain di FIFA 18 bervariasi dari mulai 150 sampai ratusan ribu (dan jutaan?). Kalau harga pemainnya kemurahan, maka kualitasnya kurang bagus dan nanti kita bisa frustasi sendiri memainkannya. Kalau harganya mahal, kita tidak punya uang. Jadi kita cari yang pertengahan.

Setelah batasan harga, batasan kedua yang saya gunakan adalah kecepatan (pace | PAC) dari pemain kita. Salah satu kelemahan dari FIFA 18 adalah kalau pemain kita lambat dalam berlari, tewaslah dia. Apapun kehebatan lainnya, kalau dia tidak bisa lari ya percuma. (Tentu saja ada pengecualian, tetapi umumnya begitu.) Maka salah satu kriteria saya adalah kalau bisa kecepatan berlari pemain adalah di atas 80. Yang paling asyik adalah kalau kecepatan larinya di atas 90.

Berikutnya lagi adalah masalah fisik. Sebetulnya ini boleh jadi tidak terlalu penting, tetapi jika pemain kita memiliki fisik yang gampang lelah maka dia harus cepat diganti. Akibatnya kita harus punya banyak pemain penggani. Mahal lagi. Belum lagi ada batasan 3 orang pengganti dalam satu pertandingan. Kalau lebih dari 3 pemain yang sudah lelah bagaimana? Tewaslah kita. Nah, kalau bisa fisiknya mendekati 80 lah.

Satu faktor lagi yang penting adalah chemistry. Kita boleh saja memiliki pemain yang hebat-hebat tetapi jika tidak memiliki chemistry yang baik nantinya bakalan sulit memainkannya. Banyak operan bola yang salah, tidak sampai, atau dipotong. Maklum pemainnya saling tidak mengerti. Soal chemistry nanti akan saya bahas lagi.

Hasilnya akhirnya adalah ini. Saya kan tuliskan pemainnya satu persatu.

fifa18-cheapplus

Sebelum sampai ke tim seperti itu, saya melalui “jalur lain” dulu, yaitu ke tim yang pemainnya lebih bagus tetapi chemistry sangat buruk. Maklum, pemain-pemain tersebut berasal dari negara yang berbeda dan liga yang berbeda. Sebagai contoh, penjaga gawang tadinya saya menggunakan Hradecky (83), tetapi dia tidak memiliki chemistry yang bagus dengan center back (CB) yang lainnya. Penjaga gawang lainnya yang saya miliki juga tidak memiliki kemungkinan chemistry yang baik dengan pemain lainnya, akhirnya saya pilih Gomes saja meskipun dia hanya level 80.

Akhirnya saya putuskan untuk mencoba menggunakan pemain-pemain dari Brazil semua. Saya korbankan pemain yang lebih bagus skill-nya untuk mendapatkan chemistry yang lebih baik (dan tetap menjaga batasan yang saya berikan di atas). Hasilnya tidak mengecewakan.

  • Penjaga Gawang (GK): Gomes (80)
  • LB: Dalbert (77)
  • CB:  Felipe (82)
  • CB: Diego Carlos (79)
  • RB: Michel Macedo (76)
  • LM: Taison (82)
  • CM: Fred (80)
  • CM: Allan (81)
  • RM: Felipe Anderson (RW/81)
  • ST: Adriano (75)
  • ST: Soares (79)

Selamat mencoba tim ini. Setelah itu, kita bisa tingkatkan kualitasnya dengan membeli pemain-pemain lain. Tentu saja setelah kita mendapat lebih banyak koin dari hasil bermain atau jual beli pemain.

Akhlak Yang Baik

Akhlak didefinisikan sebagai perangai, tingkah laku, atau tabiat. Akhlak ini melekat pada seseorang ketika dia melakukan perbuatan (yang baik) tanpa perlu mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Jika perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa, maka itu sebetulnya bukan cerminan dari akhlak.

Akhlak itu bersumber dari agama. Kalau moral, sumber acuannya adalah norma-norma yang berlangsung di masyarakat tersebut (adat istiadat). Kalau etika, sumbernya adalah akal dan logika. Dalam agama Islam tentunya sumber acuan tentang akhlak adalah Al Qur’an dan Hadis.

Sedemikian pentingnya akhlak itu di dalam agama Islam sehingga disebutkan bahwa Rasulullah (saw) diutus untuk kaumnya dan seluruh umat manusia untuk memperbaiki akhlak manusia. Bukan untuk membuat semua orang menjadi Muslim. Maka akhlak Rasulullah dapat menjadi contoh bagi semua orang, bukan hanya orang Muslim saja.

Akhlak ada dua, yaitu akhlak yang terpuji (mulia) dan akhlak yang tercela. Contoh dari akhlak yang terpuji adalah sabar, jujur, rendah hati, dermawan, sopan santun, rela berkorban, dan seterusnya. Sementara itu contoh akhlak yang tidak tercela adalah iri, dengki, fitnah, sombong, takabur, ghibah, dan hal-hal yang buruk lainnya.

Umumnya orang dapat melihat mana orang-orang yang memiliki akhlak terpuji atau tercela. Orang-orang yang memiliki akhlak terpuji disenangi semua orang karena dia membuat kehidupan menjadi lebih nyaman. Membuat dunia ini menjadi lebih baik. Jadi sangat jelas akhlak yang terpuji itu banyak manfaatnya tidak saja bagi diri sendiri tetapi bagi orang lain juga.

Bagaimana manfaat akhlak di hari akhir? Ternyata akhlak itu sangat penting.

Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [HR Tirmidzi]

Perhatikan juga ini.

Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Rasulullah (saw) bersabda:

Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. [HR Abu Daud]

Hal itu semua menunjukkan betapa pentingnya akhlak yang terpuji atau mulia itu. Siapa yang tidak mau? Saya belum pernah menemukan orang yang secara sadar ingin memiliki akhlak yang tidak terpuji. Semua orang (yang baik dan jahat) selalu ingin dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki aklak yang terpuji.

Apakah akhlak yang baik ini lahir dari bawaan kita? Ataukah dia dapat dipelajari? Akhlak yang baik dapat dipelajari dengan melalui berbagai latihan, latihan, dan latihan. Lingkungan yang baik lebih memudahkan orang untuk mempelajari akhlak yang mulia ini karena cara belajar yang paling mudah adalah dengan melihat contoh. Akan sulit untuk berlatih di lingkungan yang auranya negatif.

Mari kita belajar dan belatih agar memiliki akhlak yang mulia.

Sehari 3 Acara

Nampaknya kesibukan masih menjadi halangan bagi saya untuk ngeblog. Untuk menunjukkan betapa sibuknya saya, ini adalah contoh aktivitas hari Jum’at minggu lalu.

Pagi hari salah satu mahasiswa bimbingan saya (S3) maju sidang. Ini sidang kemajuan yang menuju ke sidang tertutup. Karena waktunya mepet, maka Jum’at pagi itu dilakukan sidang. Sidang berjalan lancar. Oh ya, sebelumnya ada mahasiswa S2 yang mau bimbingan. Jadi sebelum menuju sidang, bimbingan mahasiswa dulu.

Lepas dari Jum’atan, saya mampir ke acara TEDx ITB.

IMG_20180525_134044 TEDx ITB

Sebetulnya saya ingin mengikuti keseluruhan acara TEDx ITB itu, tetapi ada acara lain sehingga pas break untuk shalat Ashar, saya kabur. Menuju ke acara Talk Show yang terkait dengan kegiatan Lailatul Coding.

IMG_20180525_162156_HDR helmi lailatul coding_0001

Belum selesai acara itu, saya kabur lagi (dengan menggunakan Go-Jek) ke ITB lagi. Tapi kali ini ke MBA SBM ITB yang di Jalan Gelap Nyawang. Ada pembukaan the Greater Hub, tempat inkubasi startup yang diusung oleh SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) ITB.

Habis buka puasa di sana, saya balik lagi ke acara Lailatul Coding (dengan Go-Jek lagi karena dekat). Di sana saya ngobrol dengan teman-teman sebelum akhirnya pulang.

Jadi dalam sehari ini ada tiga acara. Eh, kalau ditambahkan dengan mahasiswa yang sidang maka ada empat acara.

Demikian laporan kesibukan saya. Selesai.

8 Jam Bimbingan

Seperti sudah dituliskan sebelumnya – soal sibuk – ternyata memang perkuliahan selesai bukan jaminan bakal tidak sibuk. Buktinya kemarin skedul saya lumayan padat. Delapan jam melakukan mentoring (startup / entrepreneurship) dan bimbingan thesis / disertasi mahasiswa; dari pukul 9 pagi sampai mendekati pukul 5 sore. Hadoh.

Saking sibuknya, makan siang dilakukan sambil bimbingan. Jeda sedikit hanya untuk shalat saja. Pokoknya itu non-stop.

Untungnya sebagian besar saya lakukan dengan duduk. Bukan berdiri. (Eh, kenapa pakai ditulis “untung” ya? he he he. Memang untungnya dimana?)

Yang penting tetap semangat. Hal-hal lain yang tadinya ingin saya lakukan (termasuk ngeblog yang lebih serius), terpaksa ditunda dulu.