Mengajar(i) Data Science

Kemarin (Senin) adalah sesi kedua dari acara “Data Science with Python”, yang kami adakan di Bandung Digital Valey (BDV). Pada acara ini kami mengajari penggunaan Python untuk Data Science.

Apa itu Data Science? Masih belum ada jawaban yang dianggap sebagai definisi formal dari “data science”. Definisi yang paling “dekat” dan yang paling banyak digunakan adalah penjelasan dari Drew Conway. Pada intinya Data Science adalah gabungan dari kemampuan komputasi (hacking skill), matematika (statistik), dan pemahaman atas masalah yang akan diteliti (domain problem).

Pada pertemuan pertama, Senin sebelumnya, kami melakukan persiapan-persiapan dahulu yaitu memasang Python beserta modul-modul (library) terkait. Ternyata ini tidak mudah karena ada banyak versi dan konfigurasi. Python sendiri ada versi 2 dan 3. Kali ini kami fokus ke versi 3 (meskipun saya pribadi masih banyak mengunakan versi 2). Sistem operasi yang digunakan peserta juga bervariasi; Mac OS X, Linux, dan Windows. Masing-masing juga konfigurasinya beda-beda. Jadi intinya adalah … pusing.

Selain tools, kami mulai menggunakan tools tersebut untuk melakukan sedikit operasi statistik, yaitu linear regression. Ini kemudian menjadi pekerjaan rumah karena waktunya yang tidak cukup.

Nah, kemarin topik ini dilanjutkan. Setelah membahas PR tentang linear regression, kami kemudian maju lagi ke topik baru. Kali ini yang kami lakukan adalah memproses data log dari web server dan mengambil data yang ada dalam request kepada web server tersebut. Data ini harus diproses (parsing) dan kemudian akhirnya dimasukkan ke Pandas, sebuah kumpulan tools Python untuk pemrosesan data.

Cerita teknisnya menyusul ya.

Iklan

Cyber Intelligence Asia 2018

Hampir seminggu ini saya berada di Singapura. Acara utama yang saya kunjungi adalah Cyber Intelligence Asia 2018. (Kalau disingkat bisa jadi CIA 2018. CIA, biasanya di dunia security merupakan singkatan dari Confidentiality, Integrity, dan Availability. Jadi pas juga.) Cyber Intelligence Asia ini adalah acara tahunan yang lokasi penyelenggaraannya pindah-pindah. Kali ini di Singapura. Sayangnya belum pernah di Indonesia.

Topik yang dibahas di acara ini terkait dengan cyber security di negara atau organisasi masing-masing pembicara. Asyiknya adalah kita dapat membahas banyak hal secara terbuka, yang mana ini akan sulit jika dibahas tanpa tatap muka. Ada banyak “rahasia”. Kita dapat belajar bagaimana negara lain menangani kasus kejahatan ATM di negara mereka, misalnya. Atau bagaimana mereka mengembangkan framework cyber security di negara mereka.

IMG_20180322_083731 day2

Sudah beberapa acara CIA ini saya diminta untuk menjadi chairman-nya. Tugas saya adalah mengatur agar acaranya berjalan lancar; memastikan pembicara tidak melebihi waktunya, menyiapkan pertanyaan jika peserta tidak bertanya. Lumayan repotlah.

Topik acara kali ini cukup lumayan bagusnya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya jumlah pesertanya kelihatannya menurun. Mungkin karena bersamaan dengan acara ini ada banyak acara cyber security lainnya di Singapura. Misalnya, Blackhat sedang berlangsung juga. Anyway, acara ini sukses.

IMG_20180322_143323_HDR 0001

Reparasi Otot

Tadi pagi, akhirnya diputuskan untuk pergi mencari bantuan. Ceritanya otot pundak kanan saya sakit. Sebetulnya sakitnya sudah lama, bulanan. On – off. Saya tidak tahu awalnya kenapa, mungkin salah posisi saja. Mencoba mengambil tas berat di belakang mobil sehingga badan melintir. Jadi ada yang ketarik. Mungkin itu, tetapi mungkin juga bukan itu.

Kemarin sakitnya luar biasa, tetapi masih bisa ketahan sakitnya. Pagi tadi sakit lagi. Maka diputuskan saja untuk ke tempat yang paling terkenal di Bandung, Ebun di jalan Jatihandap. Tempatnya sih tidak jauh dari rumah saya, tetapi di Google Maps belum ada. Saya cari di Google Maps dengan kata kunci “Ebun Fisioterapi” tidak ada. Akhirnya mencari jalan Jatihandap saja yang dekat ke terminal Cicaheum. Ternyata tidak susah mencarinya.

Sesampainya di sana, sudah banyak yang menunggu. Ternyata tidak ada nomor antrian. Tinggal melihat siapa yang terakhir, terus ikut selanjutnya saja. Ada tiga orang yang bekerja. Pasien demi pasien berdatangan. Ada anak datang dengan tangan (pergelangan tangan) yang ketekuk. Masuk. Dua menit kemudian sudah keluar. Ya, demikian cepatnya untuk hal-hal yang mungkin mudah. Setelah menunggu giliran selama 30 sampai 45 menitan, giliran saya.

Masalah saya ternyata ada otot-otot yang “membeku”. Jadi ada otot yang masalah di punggung, tetapi karena tidak “diperbaiki” akibatnya saya menghindari pergerakan dan otot yang di lengan menjadi beku. Ini karena kelamaan tidak ditangani. Memang kondisi seperti ini mungkin sudah sebulan lebih. Jadi itu masalahnya. Mungkin hanya 10 menit (atau kurang), saya sudah keluar dari situ. Selanjutnya saya harus banyak meregangkan otot-otot saya, terutama sebelum main futsal. Jadi memang saya harus datang 10 atau 15 menit lebih awal untuk melakukan pemanasan.

Singkatnya, Ebun (apa ya nama yang benar? Ebun Fisioterapi?) menyembuhkan. Silahkan ke sana jika membutuhkan bantuan terkait dengan otot dan tulang.

Masih Ngeblog

Masih ngeblog di tahun 2018? Di jamannya vlog gini? Iya, masih ngeblog. hi hi hi. Tersipu-sipu juga saya. Berasa menjadi manusia yang tua gitu. Seperti dinosaurus. Sudah punah. Banyak blogger angkatan saya sudah gulung tikar – eh, naik kelas.

Tapi, tadi saya melihat ada daftar 50 blogger Indonesia terbaik di tahun 2018. Nah, artinya ngeblog itu masih hidup. Belum hilang. Alhamdulillah.

Bagusnya lagi, blog ini tidak termasuk di dalam daftar itu. Bahkan mungkin di daftar 1000 blog Indonesia terbaik pun ndak masuk. Artinya ada banyak blog-blog yang lebih baik. Peningkatan kualitas. Alhamdulillah lagi.

a day in the life …

Ini bukan tentang lagunya the Beatles, meskipun judulnya sama. Ini adalah tentang keseharian saya. Untuk apa diceritakan ya? Kepo? Ha ha ha. Namanya juga “blog”. Jadi sekali-sekali mencatatan (log) kegiatan sehari-hari. Seperti kegiatan sehari-harinya di pesawat ruang angkasa. Ciyeh.

Okay. Kemarin saya melakukan banyak hal. Catat dulu.

  1. Mewawancarai calon mahasiswa untuk CCE MBA SBM ITB. (Iya, singkatan semua.)
  2. Memberi mentoring entrepreneurship (selama 1 jam saja)
  3. Futsal (1 jam saja juga)
  4. Latihan band bersama BANDOS (Band Dosen ITB)

Itu garis besarnya. Tentu saja ada hal-hal lain. Ternyata sibuk juga saya untuk hari yang tidak saya ramalkan sebagai sibuk. Hmm…

interview CCE MBA SBM ITB

28619378_10155353991686526_2245848601284629566_o
Latihan BANDOS

Berburu Hash

Ini cerita tentang tugas atau pekerjaan rumah mahasiswa saya. Ceritanya saya mengajar kuliah keamanan informasi (information security). Salah satu bagian dari materinya adalah tentang kriptografi dan minggu lalu kami membahas fungsih hash.

Apa itu fungsi hash? Bisa panjang lagi ceritanya. (Nambah daftar topik yang perlu diceritakan.) Singkatnya fungsi hash adalah fungsi satu arah yang dapat memberikan ciri atau tanda-tanda (signature) dari data digital (stream of data, files, dan-lain-lain). Contoh fungsi hash yang terkenal adalah MD5 dan SHA256.

Misal ada sebuah berkas (bernama “pesan1.txt”) yang berisi “beli 10000”. Maka hasil SHA 256 (algoritma SHA dengan panjang bit 256) dari teks tersebut dapat dilihat pada contoh di bawah ini.

unix$ echo "beli 10000" | shasum -a 256
375a6c46228994656932f4aa17d9ae50f21da75a31ff17f8517c255c06cba809 -

unix$ cat pesan1.txt
beli 10000
unix$ shasum -a 256 pesan1.txt
375a6c46228994656932f4aa17d9ae50f21da75a31ff17f8517c255c06cba809 pesan1.txt

unix$ cat pesan2.txt
beli 1000
unix$ shasum -a 256 pesan2.txt
5901bccc6a0556fac2b4a164ef831a7ed4ceddeb60c6ddde1162f5a40b9d2917 pesan2.txt

Pada contoh di atas ditunjukkan jika kita memiliki data yang berbeda – dicontohkan dengan berkas “pesan2.txt” yang berisi “beli 1000” (hilang satu angka nolnya) – maka hasil hash-nya pun berbeda. Bahkan, sangat jauh berbeda.

Hal lain dari fungsi hash adalah, jika kita diberikan sebuah hasil hash, maka akan sangat sulit bagi kita untuk merekonstruksi ulang berkas aslinya.

Kebetulan saat ini yang sedang ngetop adalah blockchain. Atau lebih ngetopnya adalah Bitcoin-nya. Salah satu dasar dari blockchain adalah fungsi hash. Maka salah satu tugas mahasiswa di kelas saya adalah berburu (hasil) hash.

Skenarionya adalah kita memiliki sebuah pesan “A>B,5000” (tanpa tanda kutip). Pesan ini ditambahkan nonce, sebuah angka (data, string) yang diambil “dari langit”, dan kemudian keduanya di-hash-kan dengan SHA256.

A>B,5000
NONCE

Ada sedikit “perlombaan” di kelas, yaitu siapa yang berhasil menghasilkan hash terkecil adalah pemenangnya. Cara menguji angka hash yang kecil adalah dengan melihat jumlah “0” di depannya. Yang perlu dicari adalah nonce-nya tersebut. Jadi carilah nonce yang menghasilkan nilai hash paling kecil. Silahkan diperlombakan. Kalau di kelas diberi waktu satu minggu. Pemenangnya akan saya beri hadiah buku.

[Catatan: konsep ini mirip dengan konsep “miner” di bitcoin.]

Komitment, konsistensi dalam berolahraga

Topik ini sudah pernah saya angkat sebelumnya, tetapi menurut saya masih perlu diulang-ulang. Ini juga termasuk konsisten (dalam mengulang). ha ha ha.

Saya berolahraga karena “terpaksa”. Maklum, di usia yang sudah segini harus makin rajin berolahraga. Tidak seperti waktu masih muda dulu, bisa ngasal aja. Sekarang harus rutin. Maka harus dicari olah raga yang membuat kita senang melakukannya. Saya pilih futsal. Anda bisa pilih apa saja.

Yang paling penting dalam berolahraga adalah konsistensi. Olah raga itu harus rutin. Tidak bisa kita puasa olah raga, kemudian dalam satu hari kita penuh berolahraga. Kemudian puasa olah raga lagi. Kacau kalau seperti ini. Bayangkan kalau kita tidak makan selama sebulan dan kemudian hanya makan satu hari saja untuk memenuhi kebutuhan satu bulan itu.

Dalam berolahraga yang berkelompok – team – maka ada aspek tambahan yang harus dipenuhi, yaitu komitmen. Kalau kita tidak hadir, maka tim akan kekurangan pemain dan bahkan gagal untuk berolahraga. Itulah sebabnya olahraga sepak bola agak susah karena harus ada minimal 22 orang pemain; 11 untuk satu sisi. Bayangkan kalau kita malas hadir dan berpikiran bahwa akan ada yang lain. Yang lain juga berpikiran demikian. Maka yang hadir hanya 5 orang. Mana bisa main bola hanya dengan 5 orang!

Saat ini saya rutin main futsal, tetapi sayangnya komitmen dari para pesertanya kurang. Pengamatan saya sih hanya kami bertiga yang selalu hadir dalam futsal rutin kami. Terang benderang atau hujan, hadir. Kesibukan dalam keseharian juga tidak menjadi penghambat. Bagi saya ini soal komitmen.

Kebanyakan orang terlalu banyak cari alasan. Apa saja alasannya, mulai dari sibuk, hujan, tidak sempat, malas, dan kawan-kawannya. Sudahlah. Lawan saja alasan-alasan asal-asalan tersebut.

Oh ya, ini juga menunjukkan karakter seseorang.