Minta Slidenya Dong

Saya sering memberikan presentasi. Setelah presentasi selesai, di media sosial ada banyak komentar. Salah satu komentar yang paling sering muncul adalah … “minta slidenya dong”. hi hi hi.

Pada prinsipnya saya tidak keberatan slide saya diminta. Secara, saya dari dulu sudah terbiasa berbagi materi presentasi saya. Selain materi presentasi, tulisan-tulisan saya pun tersedia online (di budi.insan.co.id). Sayang sekali akhir-akhir ini saya tidak punya waktu untuk memperbaharui situs saya itu. Akhirnya materi saya upload ke slideshare.net atau scribd.com.

Ada beberapa masalah yang membuat saya tidak dapat berbagi slide secara langsung. Masalah pertama, dalam presentasi (di dunia nyata, secara fisik) sering saya mengambil gambar-gambar yang saya peroleh dari internet. Permasalahannya adalah seringkali saya tidak teliti (kurang rajin) untuk menuliskan sumber dari gambar tersebut. Kalau materi ini kemudian saya bagi secara online, saya boleh dimarahi karena melanggar hak cipta dari pemilik gambar tersebut. Maka, cara terbaik adalah menghapuskan gambar-gambar tersebut dari materi presentasi saya. Akibatnya, materi presentasi jadi membosankan, dull, atau bahkan lebih gawatnya … tidak dapat dimengerti.

Tambahan lagi cara saya membuat materi presentasi mengikuti aliran zen atau Lessig-style. Dalam slide saya, yang muncul hanya kata-kata (keywords) saja. Kata-kata ini merupakan pengingat dan pointer bagi saya untuk bercerita. Isi sesungguhnya ada dalam presentasi saya. Jadi, kalau hanya melihat slide-nya saja akan sulit menangkap apa yang saya presentasikan. Itu sebabnya juga saya kurang tertarik untuk memasang slide yang isinya hanya kata-kata kunci saja. Tapi, mungkin nanti akan saya coba (eksperimenkan). Siapa tahu saya salah, bahwa sesungguhnya orang pun hanya tertarik kepada kata kuncinya saja.

Begitu … Nah, kalau ada yang berkomentar lagi … “minta slidenya dong”, harus saya jawab apa ya?


Perijinan Toko Online?

Apakah toko online harus mendapatkan ijin? Hmmm … Dalam dunia nyata apakah kita perlu mendapatkan ijin jika kita membuat sebuah tempat untuk berdagang? Mungkin iya jika kita membuat pasar ya? Kemana ijinnya? Apakah ke Kementrian Perdagangan?

Kita lihat pro dan kontranya tentang ijin toko online ini ya.

Kontra

  • Menghambat inovasi. Ada banyak UKM dan start-up yang mencoba mengembangkan toko online. Upaya ini belum tentu berhasil. Jika pada tahap awal sudah harus memiliki ijin ini dan itu, akan mengecilkan hati para inovator ini.
  • Ijin kemana? Berapa? (Ini sebetulnya terkait dengan sebelumnya.) Hal-hal yang terkait dengan teknologi informasi biasanya terkait dengan Kominfo, tetapi untuk perdagangan biasanya terkait dengan Kemendag.
  • Ini akan menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi.
  • Bagaimana jika toko online ini dibuat di luar negeri? Jika aturan ini diterapkan, maka akan banyak start-up yang membuka usahanya di luar negeri meskipun pasarnya di dalam negeri. (Alibaba.com misalnya.) Ini justru akan merugikan Indonesia. Pengawasan juga akan makin sulit. Mungkin lebih baik bukan meminta ijin akan tetapi mendaftarkan (agar terpantau dulu)?

Pro

  • Untuk memastikan bahwa pelaku perdagangan memang benar-benar serius dalam melakukan pekerjaannya.
  • Untuk mengurangi potensi terjadinya penipuan (fraud) yang banyak terjadi secara online. Bahkan Indonesia dianggap sebagai tempat yang banyak melakukan transaksi palsu. Stereotype ini yang harus kita perangi. (Atau memang ini sungguhan?)

Bagaimana pendapat Anda?


Kredibilitas Saya?

Barusan ada sebuah instansi (yang tidak perlu saya sebutkan) mempertanyakan kredibilitas saya di bidang teknologi informasi (IT) untuk sebuah pekerjaan yang sudah saya lakukan. Pertanyaan mereka adalah kenapa Budi Rahardjo. Waduh. Saya (tim saya) harus bilang apa ya? hi hi hi.

Saya memang paham bahwa tidak banyak orang yang mengenal saya secara pribadi, tetapi sebetulnya mereka bisa mencari informasi mengenai kredibilitas saya di bidang teknologi informasi. Kalau dahulu, sebelum jaman internet, sangat susah mencari informasi seperti itu. Kalau sekarang semestinya lebih mudah. Meskipun kita masih harus berhati-hati dalam menyikapi informasi yang kita terima. Kalau sumber informasinya kredibel, mestinya sih ok.

Mungkin ini salah saya juga karena saya jarang muncul di arena publik sebagaimana halnya selebrities. Saya tidak banyak muncul itu justru karena ada banyak kegiatan riil (di bidang teknologi informasi) yang harus saya kerjakan termasuk mengajar. Nah … Apa musti woro-woro (bragging) ya? wk wk wk.

[keluh kesah …]


Teka Teki Kriptografi

Apakah ada pesan tersembunyi di dalam barisan karakter yang terlihat random seperti ini?



GF03hD3rkwvt9CTbYL93UiUTGjCCsPCoTfFe0ado2axJ
4JTWFtssu4NB7pzFFA3bRr5tbWa87VOwPgf9SpNWgEM=
jPKW=MmpJ1z8snQiRSUxXDSZXptsbVwTClxVbkrjGyNL
mglQYWRqyAWLuWV4h0PSPff2BEmffmatkpx1HpaYC8jB
JCT92CUC2dZnG9HAbThO8hjiJvWZknSLKl=jbc8BX43k
9ypGd9WLUrXxi6xpsfBH8oUVlDKDgnRL4H1DB6CkxBi6
2l68XnOPzuwZjokYsKnPqcx5Ys0fa2bsz7en7PeYlGDj
1EEhXzdhv4qBlRgZtBBMqXI0j2xwxWzOu189f=u9r=1S
xNtXFQHZutGsiYYtljSXVM1cQodvCr6wRTDd6crqdh5P
EgBCxuhW82EeRGLHb8vFhjtcKb6IXs=IAa1uqEXpmkgN
TDFZ1WcaVvsz4A=MO=JwfGRUZClS9vIsSpi85eepHNeg
U2FsdGVkX18RgbSjoOwUuLO5sC2sHjA+1vkI2gUkouU=
42xkVb5G6KF69MoFrp8a45CVLOv6FtpW2uHW6hlm=0HY
j73dWO4eg3f=HnDi2JdRG4pb8SCUSfdxJyCGKv9Rc02P
ZjMbCzwj=inmwCcDvnIY7TRjpuW7IzLEyf62OlPg=uFO
G96oWfPDz0Pp6Y4sFC4FGd9w8Wx8b61ykjEpwB46Fca2


Jika ada, apa isi pesannya? Kalau ada. Boleh jadi sesungguhnya tidak ada pesan apa-apa. ha ha ha. Itu bisa jadi hanya sampah (noise) belaka.


Beli Ballpoint Yang Bagus Atau Jangan?

Ini masih kegalauan soal ballpoint. Mau nulis, tapi ballpointnya gak enak dipakainya. Jadi gak semangat.

Pekerjaan saya – sebagai dosen – banyak menuntut untuk menulis. Corat-coret. Tetapi untuk pilihan alat kerja, yaitu ballpoint, malah pilih yang murah meriah dan tidak enak. Bukankah seharusnya untuk alat kerja kita memilih yang terbaik (dan paling nyaman)? Lucu aja ya … hi hi hi.

Kata orang sih kita memilih yang paling murah karena alat kerja kita – sang ballpoint – sering hilang. Ketinggalan. Lupa disimpan dimana. Terjatuh. Apalah. Sayang juga kalau harga ballpointnya ratusan ribu dan hilang terus. Mendingan pakai ballpoint yang harganya hanya ribuan rupiah saja. he he he. Betul juga sih.

Mau beli ballpoint yang bagus ah. Mahal juga tidak apa-apa. hi hi hi.


Rahasia Hit Web Site Yang Besar: How to generate web traffic

Di lapak sebelah sedang ada diskusi tentang bisnis yang terkait dengan menghasilkan ranking-rankingan di internet. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana menghasilkan hits yang besar. Saya mencoba menyimak, tetapi nampaknya banyak hal yang ditutup-tutupi. Atau mungkin memang ada banyak hal yang sifatnya tidak pasti (not exact). Dengan kata lain, coba-coba. he he he.

Ya ampun. Bisnis / layanan dibangun di atas coba-coba. Nekad amat. Tapi ada saja orang yang mau dengan iming-iming uang yang besar. Instant fame and fortune. Maka berbondong-bondong orang mencari “rahasia” marketing di internet.

Saya tahu rahasia itu. Mau tahu? Jawaban dari kesuksesan marketing di internet adalah …

KERJA KERAS!

Itu dia rahasianya. hi hi hi. Ternyata bukan rahasia ya?

Nah, sekarang saya ingin berbagi ilmu dengan para pembaca sekalian. Salah satu kata kunci yang sering dicari orang Indonesia adalah “lowongan pekerjaan” (loker). Maka banyak tempat (situs) yang membuat tulisan tentang lowongan pekerjaan, meskipun sesungguhnya di tempat itu tidak ada lowongan pekerjaan. Ini nakal menurut saya. Tapi begitulah salah satu abuse yang dilakukan untuk menghasilkan traffic.

Silahkan dicoba di situs Anda. Buatlah berita-berita tentang lowongan pekerjaan. Anda tinggal comot informasi lowongan pekerjaan itu dari sana-sini. Misalnya, cari informasi mengenai lowongan pekerjaan di kantor Anda atau dari surat kabar loka. Ketikkan di web Anda. Pasti banyak yang berkunjung. Syukur-syukur kalau ternyata malah situs Anda yang dijadikan rujukan untuk lowongan pekerjaan karena menjadi agregator lowongan pekerjaan di Indonesia. Bahkan mengalahkan situs-situs yang sudah ada sekarang ini karena Anda lebih rajin dari mereka. (Baca: Anda bekerja lebih keras dari mereka. hi hi hi.)

Selain lowongan pekerjaan ada beberapa kata kunci lain yang rajin mengunjungi blog ini. Lain kali akan saya ulas mengenai kata kunci yang lain tersebut.

Semoga bermanfaat. Sementara itu saya kembali melakukan … kerja keras!


Di Atas Kereta Api

Sudah lama saya tidak menggunakan jasa kereta api dari Bandung ke Jakarta, maka hari ini saya memilih untuk menggunakan kereta api ke Jakarta. Dari rumah saya sudah berencana untuk menghabiskan bacaan di kereta atau mendengarkan audiobook. Ternyata, keduanya tidak kejadian.

Awalnya saya mau mendengarkan audiobook dengan menggunakan handphone. Eh, ternyata earphone yang saya bawa tidak cocok (tidak compatible) dengan handphone. Suara tidak keluar dan menu lari ke equalizer, kendali volume, dan seterusnya. Singkatnya, audiobook gagal. Mau membaca bukupun akhirnya malas. Jadinya tidur saja.

Yaaahhh
Oh satu lagi. Kalau dipikir kita sudah tidur di kereta api terus sampai rumah jadi seger – kan jatah tidurnya sudah diambil di kereta api – salah besar. Di rumah tetap saja capek. Tidur lagi. Ha ha ha


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.223 pengikut lainnya.