Kopi Pagi Ini

Pagi ini dibuka dengan kopi “baru” lagi. Maksudnya baru ini adalah bungkusannya yang baru, karena saya baru mendapatkan ini. Kopinya adalah Toraja. Ada dua bungkus yang saya dapatkan. Yang satu adalah Arabica, satunya Robusta. Saya bukan yang Arabica dahulu karena saya lebih suka yang Arabica.

DSC_6698 kopi_0001 Mari kita coba. Rasanya tentu saja “nendang” karena saya buat hitam pekat saja. Tanpa apa-apa.

DSC_6699 kopi_0001

Kopi sudah tersedia. Sekarang mau ngapain ya? Ngeblog sudah. Baca buku? Koding? Ngoprek IoT? Atau duduk-duduk di luar saja mumpung cuaca sangat indah di Minggu pagi ini.

DSC_6701 book_0001//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Ini buku soal hacking. hi hi hi. Baca lagi ah …

Iklan

Permasalahan Satelit dan Layanan Perbankan

Beberapa hari yang lalu (tepatnya tanggal 25 Agustus 2017), satelit Telkom 1 mengalami masalah. Akibatnya banyak layanan perbankan, terutama terkait dengan mesin ATM, ikut terhenti. Ribuan mesin ATM dari berbagai bank tidak dapat terhubung ke kantor pusat bank sehingga tidak dapat memberikan layanan.

Sebelum timbul kekisruhan lebih lanjut, saya ingin mengatakan bahwa ini adalah masalah – masalah besar bahkan – tetapi bukan sebuah show stopper yang menghentikan semua layanan perbankan. Layanan perbankan bermuara pada sistem core banking mereka. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai cara (delivery channel), yang mana ATM merupakan salah satunya. Mari kita daftar cara mendapatkan layanan perbankan.

  1. Langsung ke kantor cabang bank secara fisik;
  2. menggunakan layanan ATM;
  3. menggunakan layanan phone banking;
  4. menggunakan layanan internet banking;
  5. menggunakan layanan SMS dan mobile banking.

Dari daftar di atas dapat dilihat bahwa ATM hanyalah salah satu cara untuk mengakses layanan perbankan. Keresahan yang terjadi mengkonfirmasi bahwa layanan ATM merupakan layanan yang paling populer. Namun saya menduga ke depannya layanan internet banking dan mobile banking akan lebih mendominasi di era belanja online. Coba saja kita belanja online, maka akan sangat lebih nyaman menggunakan internet banking atau mobile banking dibandingkan harus pergi ke mesin ATM dan melakukan pembayaran di sana.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk melupakan masalah yang ditimbulkan oleh berhentinya layanan satelit Telkom 1, tetapi untuk mengatakan bahwa kita tidak usah panik. Pihak perbankan dan penyedia jasa telekomunikasi memang harus menyiapkan business recovery plan (business continuity plan) ketika terjadi masalah. Ini pun harus diuji secara berkala. Mudah-mudahan ke depannya lebih baik.

Beberapa bahan bacaan

  1. Kronologi Anomali Satelit Telkom 1
  2. Masa hidup satelit Telkom 1 sudah berakhir
  3. Telkom sewa satelit untuk migrasi pelanggan
  4. ExoAnalytic video shows Telkom-1 satellite erupting debris

Kopi Tanpa Gula

Minum kopi itu nikmatnya tanpa gula. Kopi hitam. Gitu saja. Ah, yang bener? Iya, serius.

Banyak yang tidak percaya bahwa ngopi itu enaknya kopi hitam biasa saja. Saya dahulu termasuk yang tidak percaya. Kalau ngopi, ya harus disertai dengan gula (meskipun tidak banyak). Pada suatu saat saya berniat untuk mencoba kopi tanpa gula. Setelah beberapa waktu (rasanya kurang dari 6 bulan) mengurangi kadar gula, akhirnya saya ngopi tanpa gula. Sudah bertahun-tahun seperti itu.

Ngopi tanpa gula juga lebih sehat karena kalau kebanyakan ngopi pakai gula, yang bikin masalah itu malah gulanya. Apalagi untuk orang-orang yang sudah berusia. (Maksudnya yang sudah tua. he he he.) Jadi tidak ada salahnya untuk belajar ngopi tanpa gula.

DSC_6595 kopi_0001
Kopi sore ini; Arabica – Kerinci

Mari … ngopi tanpa gula.

Kopi

Entah sejak kapan saya jadi makin “serius” dalam hal ngopi. (Definisi “serius” di siniĀ  perlu dipertanyakan.) Maksudnya saya jadi banyak ngopi dengan kopi yang enak-enak. Begitu. hi hi hi. (Sebetulnya soal sejak kapannya mungkin dapat dilihat dari tulisan di blog ini atau di linimasa facebook saya ya? Jadi saya menyukai kopi bukan baru kemarin sore. Bukan karena sedang nge-trend saja lho.)

Singkat kata, saya penggemar kopi.

Saya dapat menikmati kopi yang enak dan yang tidak enak, tetapi kalau ditanya enaknya dimana atau bagaimana, saya tidak dapat menjawab. ha ha ha. Ilmu tentang kopi saya masih terbatas (meskipun mungkin sudah di atas rata-rata?).

Kopi saya kebanyakan single origin dan Arabika. Kopi-kopi dari Indonesia yang saya sukai. Ini hanya masalah selera saja, meskipun banyak orang yang mencoba membahas ini dari segi yang lebih ilmiah. Bagi saya itu lebih enak saja. Namun ini tidak membatasi saya mencoba kopi-kopi yang lain.

Akibat sering ngopi yang asyik-asyik ini saya jadi tahu tempat-tempat ngopi yang asyik. Ada tempat yang wah dan ada yang sekedar melipir di pinggir jalan (pakai mobil, misalnya). Ada yang harganya mahal dan ada yang harganya hanya belasan ribu rupiah saja. Mereka tetap saja enak. ha ha ha. (Di kamus saya hanya ada dua jenis; “enak” dan “enak sekali”. Ha ha ha.)

Efek sampingan laginya, saya sering mendapat kiriman kopi-kopi yang asyik-asyik. Selalu saja ada kopi yang asyik dan enak. Kemarin dapat kopi ini; Flores Bajawa. Ya tentu saja enak. hi hi hi. Kebetulan saya memang sedang suka kopi Flores ini.

DSC_6585 kopi_0001

Mungkin sudah saatnya saya membuat tulisan-tulisan (kolom tulisan) yang khusus tentang kopi ya? Atau setidaknya menampilkan foto-fotonya dulu. Itu juga sudah banyak sekali.

Selamat ngopi!

Perjalanan ke Sumatera Barat

Ada beberapa pertanyaan, “pak, kenapa belum update blog lagi?”. Jawabannya adalah karena saya sedang di perjalanan. Kali ini saya sedang di Sumatera Barat. Hari Minggu kemarin saya tiba di Padang dan langsung ke Bukittinggi. Leha-leha sebentar. (Foto-foto dulu.)

DSC_6172 jalan 0001

Kemudian saya kembali ke Padang untuk mengisi acara Seminar Nasional dengan topik “Fintech Security” di acara Lustrum 1 FTI, Universitas Andalas.

fintech security

Itulah sebabnya saya belum sempat ngeblog. Tulisan ini juga saya buat di kamar hotel.

Potensi Aplikasi Mobile di Indonesia

Banyaknya pengguna handphone di Indonesia merupakan kesempatan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi mobile. Namun jika kita lihat, kesempatan ini belum dimanfaatkan oleh pengembang aplikasi mobile di Indonesia. Coba kita lihat daftar aplikasi yang paling populer.

  1. Daftar aplikasi terpopuler di Indonesia dari Google Playstore
  2. Daftar aplikasi terpopuler di Indonesia dari Apple Store

Dari daftar tersebut dapat kita lihat bahwa aplikasi mobile yang populer kebanyakan (hampir semua malahan) tidak dikembangkan oleh pengembang dari Indonesia. Walah.

Jika kita teliti lebih lanjut, aplikasi-aplikasi yang populer dari pengembang Indonesia biasanya terkait dengan bisnis pemilik aplikasi tersebut. Sebagai contoh, aplikasi Tokopedia merupakan pendukung dari market place Tokopedia. Demikian pula dengan Bukalapak, Go-jek, MyTelkomsel, dan seterusnya. Tidak ada aplikasi yang berdiri sendiri sebagai aplikasi.

Hal yang menarik lainnya adalah pasar aplikasi mobile di luar negeri didominasi oleh Games. Di Indonesia, meskipun sudah banyak yang berusaha, pasar ini malah belum barhasil dikuasai.

Hasil berbincang-bincang dengan berbagai pengembang aplikasi mobile, kebanyakan mereka mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan klien. Misal ada klien yang berupa sebuah perusahaan yang minta dibuatkan aplikasi, maka aplikasinya ya memang khas untuk perusahaan tersebut, bukan untuk umum.

Jadi bagaimana masa depan pengembang aplikasi mobile di Indonesia?