Buku Baru

Baru dapat satu buku baru lagi, Bill Bryson – Down Under, dari Hafiz. Thank youuu…

Sudah lama saya ngincer buku karangan Bill Bryson, tapi selalu saja tidak jadi beli. Yang hampir terbeli adalah “The History of Everything“. Akhirnya dapat juga salah satu bukunya Bill Bryson ini. Mari kita cek, asyik atau tidak bukunya.

IMG_8777 down under

Baru beberapa halaman di depan yang terbaca. Kayaknya asyik juga nih. Baca dulu ya …


Kapan Sikat Gigi (Ketika Puasa)?

Ini pertanyaan iseng saja. Kapan Anda sikat gigi? Khususnya di bulan puasa ini. Apakah?

  1. sebelum imsak/subuh, setelah sahur;
  2. sambil mandi sebelum berangkat ke kantor / kerja / sekolah;
  3. apa? sikat gigi? gak perlulah …

silahken …


Takut Kreatif

Dalam diskusi bebas di acara CodeMeetUp() tadi siang, terlontar pertanyaan bagaimana membuat tulisan yang baru dan rutin (banyak) di blog. Bagaimana mendapatkan topik untuk bahan tulisan? Bagi saya, pertanyaan-pertanyaan ini terkait dengan kreativitas.

Sebetulnya untuk menjadi kreatif itu mudah. Modalnya hanya mengkhayal. Selain mudah, murah juga. Tidak ada biaya. Masalahnya, kebanyakan orang ragu bahwa dia bisa kreatif. Takut kreatif. Untuk mengatasi takut kreatif ini ada beberapa latihan yang dapat dilakukan. Mari kita coba.

Ambil selembar kertas dan pensil (atau ballpoint juga boleh). Tuliskan sepuluh hal atau obyek yang muncul di kepala kita saat ini. Ayo. Dicoba … Hasilnya seperti apa?

Jika Anda tidak dapat membuat list 10 hal itu, bagaimana mau membuat tulisan di blog. ha ha ha. Saya yakin Anda pasti bisa menuliskan 10 hal tersebut. Ada yang membutuhkan waktu yang singkat, ada yang butuh waktu sedikit lebih lama. Jika Anda lakukan ini setiap hari, maka brainstorming seperti akan menjadi mudah bagi Anda. Tidak percaya? Coba lakukan dalam waktu satu minggu. Nah, yang ini bukan masalah bisa atau tidak. Ini hanya masalah mau atau tidak saja.

Latihan kedua terkait dengan daftar yang Anda buat itu. Perhatikan apakah hal-hal atau obyek-obyek yang Anda tuliskan itu biasa, aneh, atau terkait dengan sebuah situasi (misal Anda di kantor, kemungkinan obyek-obyek yang ada di seputaran Anda yang akan Anda tuliskan). Menurut Anda, apakah hal-hal yang ada di daftar tersebut menarik atau tidak? Latihan selanjutnya – setelah Anda menguasai brainstorming ini untuk beberapa hari – Anda dapat lebih memaksakan diri untuk membuat topik yang bertema tertentu atau justru tidak boleh terkait antara satu hal dengan hal lainnya.


Bacaan S3 Saya

Barusan beberes ruang kerja. Ada setumpuk makalah (fotocopyan) di atas meja. Makalah-makalah ini membantu saya menyelesaikan studi S3 di Kanada. Ketika pulang, saya bawa. Kalau sekarang lucu sekali mau berat-berat membawa makalah-makalah ini. Ya perlu diingat masa itu internet belum sekencang sekarang. Mau cari ini dan itu masih susah.

Lagi mikir-mikir. Apa saya buang saja ya? Sudah saya lihat-lihat di internet dan ada softcopynya.

  1. John Rusby – Formal Methods and the Ceritification of Critical Systems
  2. Paolo Prinetto and Paolo Camuati (eds.) – Correct Hardware Design Methodologies, North Holland, 1991
  3. Aarti Gupta, Formal Hardware Verification Methods: a Survey, School of Computer Science, Carnegie Mellon University, 1992

Oh ya. Makalah-makalah ini pernah saya gunakan juga mengajar kuliah “Metoda Formal” di ITB. Sayangnya peminatnya makin lama makin sedikit sehingga akhirnya terpaksa ditutup.

Kembali ke pertanyaan saya, buang saja ya? Toh sudah ada versi digitalnya di internet.


Produktif Karena Berisik

Tadinya saya merasa aneh sendiri karena sering membutuhkan noise (berisik) untuk bekerja secara produktif. Ternyata ini tidak aneh! Aneh juga. (Kok jadi mbulet begini.) Ada teorinya kah?

Kemarin saya memasang aplikasi “anoise” di komputer Linux saya. Aplikasi ini menghasilkan ambient noise dengan suara-suara yang berbeda. Standarnya adalah suara berisik dari kedai kopi (coffee shop). Kalau kita pasang, maka kita berasa bekerja di sebuah kedai kopi. Jadi tidak usah beli kopi mahal di kedai kopi yang terkenal itu. Pasang suara ini di kamar saja dan buat kopi sendiri. Berasa di coffee shop yang mahal. Sekarang tidak alasan untuk tidak produktif.

Yang lucunya, ada suara-suara yang memang berisik seperti orang ngebor jalan (atau pakai timbris?), orang membuat bangunan, suara perahu boat, dan seterusnya. Mungkin memang ada orang yang membutuhkan suara bising seperti itu untuk produktif. Siapa tahu?

Di youtube ada banyak lagu instrumental dengan suara air mengalir yang juga menenangkan hati. Silahkan cari dengan kata kunci “relaxing music” atau “relaxing music instrumental“. Kalau yang ini khawatirnya malah kita jadi ngantuk dan tidur melulu. Produktivitas malah hancur. hi hi hi.

Oh ya, ada juga yang streaming suara-suara coffeeshop seperti Coffitivity.

Semuanya ini sebetulnya memiliki nuansa “Barat”. Kalau yang khas Indonesia ada gak ya? Suara kodok ngorek kali ya? Beneran. Adakah ambient noise yang bernuansa Indonesia? Saya cuma menemukan satu dan itupun suara jalanan. Bukan suara hutan, sungai, air mengalir yang menyejukkan. Nah, siapa tahu ini bisa jadi ide start-up Anda.


Saya, Saya, dan Saya

Manusia-manusia Indonesia ini nampaknya makin egois saja. Yang ada dalam pikirannya dia hanya dirinya sendiri. Empati dan berkorban sudah merupakan barang yang langka. Mungkin sebaiknya kata-kata itu dihapuskan saja dari kamus Bahasa Indonesia.

Berikut ini beberapa contohnya:

  • Saya mau masuk surga. Peduli amat dengan orang lain. Kamu mau masuk neraka kek, surga kek. Peduli! Yang penting saya masuk surga. Saya mau menjalankan apa yang diperintah oleh agama saya. Awas kalau menghalangi jalan saya. Bukankah seharusnya dia mengajak orang lain dengan santun?
  • “Memberi” lampu besar (dim). Seolah berkata … “Awaaasss saya mau lewat! Kamu berhenti dulu!”. Dia tidak yakin orang akan memberikan jalan untuknya karena dia pikir semua akan seperti dia, tidak mau mengalah. Jadi lucu (kesel?) aja saya melihatnya karena saya cenderung memberi jalan untuk orang lain.
  • Saya mau puasa … kalian semua yang jualan tutup! Tidak peduli ibu-ibu yang harus berjualan makanan di pinggir jalan untuk menafkahi keluarganya. Mereka terpaksa harus berjuang. Pedulikah kita terhadap mereka? Tidak! Saya kan puasa! Hargai saya dong! Bukankah seharusnya kita juga memikirkan mereka. Yang jualan juga punya hati nurani. Menutup warungnya dengan tirai. Ibu-ibu yang berjualan juga tidak vulgar di depan orang banyak.
  • Berdiri menghalangi jalan, duduk di tangga menghalangi orang yang turun naik tanggak, berjalan dengan super santainya tanpa mengetahui bahwa dia menghalangi ornag lain, memarkir kendaraan sesukanya tidak mau berbagi dengan orang lain, parkir di trotoar atau bahu jalan tanpa peduli ini akan mengganggu lancarnya lalu linta, berdagang sembarangan. Semuanya tidak pernah mencoba memperhatikan apakah apa yang dilakukannya menyulitkan orang lain.

Yang penting adalah Saya, Saya, dan Saya!

Ada contoh-contoh lain? Silahkan …


Memotret Makanan

Beberapa hari yang lalu saya makan malam sambil rapat di sebuah restoran. Ketika makanan datang, maka saya mengeluarkan handphone untuk memotret makanan. Maka para peserta rapat pun tertawa.

Memotret makanan nampaknya sekarang sudah biasa dan malah menjadi bahan tertawaan. Padahal saya sebetulnya sudah memotret makanan dari sejak jaman … hmm … kapan ya. Lupa. Pokoknya sudah lama sekali. Di blog ini pun saya sering menampilkan foto makanan dengan judul “Mau”. Banyak orang yang mengira bahwa saya ikut-ikutan. Padahal orang yang ikut-ikutan saya. ha ha ha. Sok tahu. Eh, tapi ini sungguhan lho.

Nah ini contoh fotonya … Mau?

IMG_20150614_180103 ayam 1000

Alasan saya memotret makanan – dan juga langit (skies) – adalah karena mereka yang paling mudah dipotret. Mereka tidak bergerak dan terlihat menarik untuk dipotret. Saya belum berhasil memotret orang. Jadi alasan saya memotret makanan adalah karena mudah saja. Bukan karena gaya-gayaan. Malah jadi kelihatan bahwa kelas saya baru level makanan. he he he.

Nah … karena memotret makanan sudah menjadi mainsteam, padahal saya agak anti-mainstream, apa saya harus berhenti memotret makanan ya? Waduh.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.430 pengikut lainnya.