Masalah Design Charger MacBook

Beberapa versi dari Apple MacBook terakhir, charger-nya memiliki bentuk yang aneh. Tidak seperti charger notebook lainnya. Biasanya charger notebook kepalanya hanya plug (colokan) saja, kemudian komponen elektronik chargernya di dalam sebuah boks terpisah. Kalau yang MacBook, komponennya berada di colokannya. Susah menjelaskannya ya? Ini saya ada gambarnya.

IMG_20220123_075026 charger Mac
Gambar colokan MacBook (sebelah kanan)

Perhatikan bentuk badanya yang agak aneh. Colokan kemudian memanjang ke belakang. Akibat bentuk seperti ini, dia sering mengganggu tempat colokan (power bar, extension). Contoh di gambar terlihat bahwa badanya terlalu panjang sehingga nyaris tidak dapat digunakan di situ. Foto ini saya ambil di hotel tempat kami menginap kemarin.

Kenapa ya desainnya seperti itu? Ada yang tahu?

Flipboard yang non-iPad?

Ternyata aplikasi yang paling memukau di iPad adalah Flipboard. (Silahkan kunjungin situs mereka.)

Pada prinsipnya, aplikasi ini mengambil data dari stream jejaring sosial kita (twitter, facebook, dan lain-lain) dan kemudian melayout datanya menjadi sebuah majalah. Persis majalah konvensional; dengan typography yang menawan, image, video, dan seterusnya. Jika data yang dari twitter ada URL, maka content dari URL tersebut dia tampilkan di halamannya.

Kita dapat melihat halaman berikutnya seperti membaca majalah biasa, flip. Hadoh. Intuitif sekali. Pokoknya bagus deh.

Nah, sekarang saya jadi ingin punya aplikasi ini untuk komputer-komputer saya yang menggunakan OS Mac OS X, Windows 7, dan Linux (Ubuntu). Sayangnya belum ada. Ayo … buat dong!

Saya sebenarnya ingin coding lagi juga, tetapi banyak hal yang harus dipelajari ya? Apa saja sih yang harus dikuasai? CSS? XML? RSS? dll. Hadoh. Kapan punya waktu untuk belajar ya?

mau iPad?

Seorang sobat bertanya beberapa hari yang lalu: “Mas Budi sudah punya iPad?
Belum“, jawab saya. “Kenapa?”
Akan saya antar mas
HAH???

Ini bukan cerita rekaan, tetapi sungguhan. Maka hadirlah sebuah iPad. Sekarang waktunya saya membuka bukusan iPad ini dan memainkannya.

Let’s play!

MacBook problem: ethernet tidak aktif setelah upgrade ke 10.5.8

Beberapa hari yang lalu (eh, mungkin 1 minggu yang lalu atau malah lebih) saya upgrade OS MacBook saya ke 10.5.8. Setelah update saya pikir tidak ada masalah. Nah, sekarang saya baru sadar bahwa ethernet port saya tidak bekerja. Entah ada hubungannya atau tidak dengan updare OS itu. Saya pikir ada.

Sekarang saya sedang nyari-nyari informasi di Intenet. Kelihatannya ada masalah yang mirip. Duh 😦 Apakah Anda pernah mengalami masalah yang sama (etherenet port tidur) di Mac OS X?

Tolong …

Komputer yang bersejarah: Apple ][

Saya sedang menyusun materi kuliah untuk besok pagi (atau lebih tepatnya hari ini, karena waktu sudah lewat tengah malam). Kuliahnya adalah Pengantar Teknologi Informasi. Topik yang akan saya bahas adalah tentang sejarah komputer.

Salah satu komputer yang bersejarah adalah komputer Apple ][. Itu adalah komputer pertama yang saya miliki. Bahkan, komputer Apple ][ yang saya miliki itu adalah asli buatan Apple! Luar biasa. (Gak jadi beli gitar listrik, jadinya beli komputer Apple ][. hi hi hi.) Setelah itu saya memiliki beberapa komputer Apple ][ buatan Taiwan (alias kompatibel, he he he).

Komputer Apple ][ ini merupakan tonggak dari berjayanya perusahaan Apple. Bahkan dapat dikatakan bahwa dia lah yang merevolusi komputer pribadi (personal computers). Hebat dah!

Sekarang saya lagi baca-baca cerita tentang komputer ini … Mengenang masa lalu. Mau menulis cerita yang lebih panjang lebar, sudah ngantuk. Lain kali saja ya. (Lagian nanti bahan kuliah gak selesai-selesai :))

Yang Terbaca

Akhirnya ada kesempatan untuk membaca satu majalah dari tumpukan yang harus dibaca. Asyik juga membaca di front porch sambil berjemur. Yang terbaca adalah majalah IEEE Spectrum (edisi 05.09). Berikut ini adalah beberapa hal yang terbaca oleh saya.

Ada perusahaan yang mencoba membuat cara untuk mengirimkan listrik secara wireless. Katanya teknologinya berbasis magnetic resonance. (Halah? Apa itu? Gak ngarti. Biarin.)

Kemudian di bagian “geek life” ada cerita tentang David X. Cohen “Futurama“. Ini adalah salah satu episode di seri The Simpsons. Wah saya belum nonton. Sudah lama tidak nonton The Simpsons. Harus cari Futurama ini. Ceritanya adalah ada robot yang bernama Bender. Nah, kepala dari si Bender ini di X-Ray (atau kalau di cerita ini di F-Ray) ternyata dia dijalankan dengan mikroprosesor 6502.

Bagi old geek seperti saya, 6502 ini memiliki kenangan khusus. Dia adalah mikroprosesor yang digunakan di komputer Apple ][ jaman dahulu. Nah, editor majalah IEEE Spectrum ini kemudian mewawancara David X. Cohen tentang kenapa ada 6502 di situ. Ternyata Cohen juga seorang geek! hi hi hi. Wah susah menceritakan betapa senangnya geek ketemu geek seperti ini.

6502 rules!

Kemudian ada artikel singkat  tentang games “Time Engineer” dimana anak-anak diajari untuk memecahkan masalah (sampai jaman kuno) dengan menggunakan apa yang ada. Misalnya, bagaimana membangun piramid? Wah, kayaknya menarik games ini. Ada yang sudah pernah memainkan?

Sekarang saya sedang membaca tentang kompetisi yang dilakukan oleh Netflix, yaitu mencari algoritma yang paling bagus untuk mengetahui film kesenangan orang. Netflix menyewakan film melalui internet. Salah satu fitur yang ada di sana adalah adanya saran (suggestion) film yang cocok untuk pelanggan. Seperti fitur yang ada di Amazon.com. Bagaimana menentukan film yang cocok ini?

Ada berbagai algoritma. Misalnya, kita bisa melihat pelanggan lain yang memiliki kesukaan film yang sama (mirip) kemudian melihat film lain yang belum ditonton oleh pelanggan ini (yang ratingnya juga tinggi), dan seterusnya. Ada banyak algoritma atau ide lain. Nah, ternyata mencari algoritma yang bagus ini tidak mudah sampai-sampai Netflix membuat sayembara dengan hadiah US$ 1 juta. Wuih.

[Masih membaca. Isinya asyik semua. Great Sunday morning.]

1 Milyar Download

Melihat situs Apple, cukup terkejut juga dengan melihat counter yang menunjukkan bahwa sebentar lagi situs toko Apple (mungkin iTunes?) akan mencapai 1 milyar download. Luar biasa.

Jika satu lagu harganya $1, maka toko Apple ini telah menghasilkan US $1 milyar. Wah. Eh, rasanya ada banyak juga yang gratisan di sana (yang bisa didownload via iPhone, misalnya), tetapi tetap saja 1 milyar merupakan angka yang tidak sedikit.

Sementara itu di Indonesia toko musik digital masih tersendat-sendat. Duh.