Tag Archives: Curhat

Hari Terbaik Untuk Ngeblog

Berdasarkan statistik yang saya miliki dari blog ini, hari yang terbaik untuk menuliskan (menampilkan) blog adalah Senin pagi menjelang siang. Orang terbanyak mengakses blog ini menjelang atau sekitar makan siang.

Meskipun akses internet bisa lewat handphone pribadi, nampaknya orang masih banyak mengakses internet – setidaknya, blog – dari kantor atau kampus. Itulah sebabnya, setelah liburan Sabtu dan Minggu, orang kembali ke kantor untuk memulai kerja. Pas jam makan siang mereka mau istirahat, menghela nafas sejenak. Ini waktu untuk membuka blog. Nah, jika Anda ingin mendapatkan traffic terbaik ke blog Anda, tampilkan pas jam makan siang hari Senin.

Hari Senin juga merupakan hari kerja yang paling bahagia. Katanya. Setelah kita di-charge pada weekend, maka hari Senin masih ada sisa kebahagiaan … he he he. Sebelum dihajar oleh pekerjaan, kuliah, dan tugas-tugas lainnya. Jadi, kalau mau nagih hutang, lakukan hari Senin. Mumpung masih bahagia. wk wk wk.

Sayangnya, hari Senin (dan Selasa) bagi saya di semester ini adalah hari yang paling sibuk! Dari pagi sampai malam ada saja pekerjaan yang harus saya selesaikan. Akibatnya, saya tidak bisa ngeblog di prime time. uhuk. Tulisan ini saja saya buat di antara kesibukan (sehabis ngajar, sebelum mentoring / bimbingan mahasiswa). Begitulah ceritanya.


Masalah iPhone

iPhone 5 saya mulai bermasalah. Batrenya mulai terasa cepat habis. Pagi hari batre penuh 100% (karena sudah dicharge semalam). Siang-siang batrenya sudah di bawah 50%. Bahkan kadang-kadang pukul 2 siang batre sudah tinggal 20%. Hadoh!

Memang iPhone ini saya gunakan untuk mengakses messaging (whatsapp, telegram) dengan menggunakan layanan 3G (dari sebuah operator yang tidak perlu saya sebutkan namanya). Selain messaging itu, rasanya tidak ada aplikasi lain yang saya gunakan secara penuh. Kadang, kalau lagi iseng aja, saya jalankan Nike+ yang menyalakan GPS dan ini sudah pasti menguras batre lebih deras lagi. Semua saya matikan kecuali 3G itu saja. Saya menduga efek dari sinyal operator yang bermasalah (kecil, kadang hilang) di tempat saya berada juga ikut andil dalam menguras batre.

Saya beli kabel untuk nge-charge iPhone 5 saya. Kabel aslinya mulai bermasalah (putus). Eh, iPhone ini gak mau dengan kabel yang murah meriah. Yang harganya 75 ribu rupiah tidak mau. Terpaksa saya beli yang 200 ribu. Kabel ini berjalan baik dengan charger-nya meskipun kadang muncul pesan yang mengatakan bahwa perangkat ini (kabel?) tidak didukung. Ngechage tetap jalan. Jadi saya tidak peduli. Sampai saya beli power bank. Eh, ternyata kalau saya pasang dengan kabel ini dia hanya ngecharge beberapa detik kemudian off lagi. Saya harus cabut dan pasang kabelnya lagi untuk ngecharge (beberapa detik) kemudian off lagi. Hayaaahhh. Mosok saya harus beli kabel asli dan power bank yang lebih bagus???

Saya baca-baca memang kayaknya masalah batre ini masalah umat manusia. he he he. Namun saya merasa kok iPhone saya ini seharusnya bisa lebih baik dari kondisi yang ada saat ini.


Minta Slidenya Dong

Saya sering memberikan presentasi. Setelah presentasi selesai, di media sosial ada banyak komentar. Salah satu komentar yang paling sering muncul adalah … “minta slidenya dong”. hi hi hi.

Pada prinsipnya saya tidak keberatan slide saya diminta. Secara, saya dari dulu sudah terbiasa berbagi materi presentasi saya. Selain materi presentasi, tulisan-tulisan saya pun tersedia online (di budi.insan.co.id). Sayang sekali akhir-akhir ini saya tidak punya waktu untuk memperbaharui situs saya itu. Akhirnya materi saya upload ke slideshare.net atau scribd.com.

Ada beberapa masalah yang membuat saya tidak dapat berbagi slide secara langsung. Masalah pertama, dalam presentasi (di dunia nyata, secara fisik) sering saya mengambil gambar-gambar yang saya peroleh dari internet. Permasalahannya adalah seringkali saya tidak teliti (kurang rajin) untuk menuliskan sumber dari gambar tersebut. Kalau materi ini kemudian saya bagi secara online, saya boleh dimarahi karena melanggar hak cipta dari pemilik gambar tersebut. Maka, cara terbaik adalah menghapuskan gambar-gambar tersebut dari materi presentasi saya. Akibatnya, materi presentasi jadi membosankan, dull, atau bahkan lebih gawatnya … tidak dapat dimengerti.

Tambahan lagi cara saya membuat materi presentasi mengikuti aliran zen atau Lessig-style. Dalam slide saya, yang muncul hanya kata-kata (keywords) saja. Kata-kata ini merupakan pengingat dan pointer bagi saya untuk bercerita. Isi sesungguhnya ada dalam presentasi saya. Jadi, kalau hanya melihat slide-nya saja akan sulit menangkap apa yang saya presentasikan. Itu sebabnya juga saya kurang tertarik untuk memasang slide yang isinya hanya kata-kata kunci saja. Tapi, mungkin nanti akan saya coba (eksperimenkan). Siapa tahu saya salah, bahwa sesungguhnya orang pun hanya tertarik kepada kata kuncinya saja.

Begitu … Nah, kalau ada yang berkomentar lagi … “minta slidenya dong”, harus saya jawab apa ya?


Kredibilitas Saya?

Barusan ada sebuah instansi (yang tidak perlu saya sebutkan) mempertanyakan kredibilitas saya di bidang teknologi informasi (IT) untuk sebuah pekerjaan yang sudah saya lakukan. Pertanyaan mereka adalah kenapa Budi Rahardjo. Waduh. Saya (tim saya) harus bilang apa ya? hi hi hi.

Saya memang paham bahwa tidak banyak orang yang mengenal saya secara pribadi, tetapi sebetulnya mereka bisa mencari informasi mengenai kredibilitas saya di bidang teknologi informasi. Kalau dahulu, sebelum jaman internet, sangat susah mencari informasi seperti itu. Kalau sekarang semestinya lebih mudah. Meskipun kita masih harus berhati-hati dalam menyikapi informasi yang kita terima. Kalau sumber informasinya kredibel, mestinya sih ok.

Mungkin ini salah saya juga karena saya jarang muncul di arena publik sebagaimana halnya selebrities. Saya tidak banyak muncul itu justru karena ada banyak kegiatan riil (di bidang teknologi informasi) yang harus saya kerjakan termasuk mengajar. Nah … Apa musti woro-woro (bragging) ya? wk wk wk.

[keluh kesah …]


Beli Ballpoint Yang Bagus Atau Jangan?

Ini masih kegalauan soal ballpoint. Mau nulis, tapi ballpointnya gak enak dipakainya. Jadi gak semangat.

Pekerjaan saya – sebagai dosen – banyak menuntut untuk menulis. Corat-coret. Tetapi untuk pilihan alat kerja, yaitu ballpoint, malah pilih yang murah meriah dan tidak enak. Bukankah seharusnya untuk alat kerja kita memilih yang terbaik (dan paling nyaman)? Lucu aja ya … hi hi hi.

Kata orang sih kita memilih yang paling murah karena alat kerja kita – sang ballpoint – sering hilang. Ketinggalan. Lupa disimpan dimana. Terjatuh. Apalah. Sayang juga kalau harga ballpointnya ratusan ribu dan hilang terus. Mendingan pakai ballpoint yang harganya hanya ribuan rupiah saja. he he he. Betul juga sih.

Mau beli ballpoint yang bagus ah. Mahal juga tidak apa-apa. hi hi hi.


Di Atas Kereta Api

Sudah lama saya tidak menggunakan jasa kereta api dari Bandung ke Jakarta, maka hari ini saya memilih untuk menggunakan kereta api ke Jakarta. Dari rumah saya sudah berencana untuk menghabiskan bacaan di kereta atau mendengarkan audiobook. Ternyata, keduanya tidak kejadian.

Awalnya saya mau mendengarkan audiobook dengan menggunakan handphone. Eh, ternyata earphone yang saya bawa tidak cocok (tidak compatible) dengan handphone. Suara tidak keluar dan menu lari ke equalizer, kendali volume, dan seterusnya. Singkatnya, audiobook gagal. Mau membaca bukupun akhirnya malas. Jadinya tidur saja.

Yaaahhh
Oh satu lagi. Kalau dipikir kita sudah tidur di kereta api terus sampai rumah jadi seger – kan jatah tidurnya sudah diambil di kereta api – salah besar. Di rumah tetap saja capek. Tidur lagi. Ha ha ha


Menghilang …

Baru saja dapat SMS dari seseorang (yang tidak saya ketahui siapa karena tidak ada di dalam daftar kontak handphone saya). Isinya menanyakan kemana saja saya karena tidak pernah muncul di acara-acara IT. Hmm… saya jadi berpikir; apa iya ya?

Memang akhir-akhir ini saya tidak banyak terlibat di keramaian acara-acara. Ada beberapa alasan. Alasan yang pertama dan utama adalah kebanyakan acara-acara tersebut berada di Jakarta. Sementara itu saya tinggal di Bandung. Malas rasanya kalau ke Jakarta hanya untuk satu acara kemudian kembali ke Bandung. Tiga jam ke Jakarta dan tiga jam kembali ke Bandung. Kalau acaranya hanya satu atau dua jam, maka justru habis waktunya di perjalanan. It’s not worth it. Kapan-kapan saya tulis opini yang lebih panjang tentang ini ya?

Belum lagi setelah perjalanan yang menghabiskan waktu tersebut tentu saja saya lelah. Besoknya sudah habis energi. Padahal masih banyak yang harus saya kerjakan.

Saat ini waktu saya habis banyak di kampus. Perkuliahan. Biasanya saya hanya mengajar dua mata kuliah tetapi semester ini menjadi empat! Hadoh. Saya bukan dosen yang menggampangkan kuliah. Bukan dosen yang asal namanya tertampang di jadwal kemudian banyak mangkir mengajar atau menyerahkan kepada asisten. Demikian pula, materi kuliah saya perbaiki terus menerus. Hasilnya ya habis waktu.

Selain itu saya juga banyak melakukan mentoring kepada berbagai start-up dan inisiatif-inisiatif di Bandung. Ini juga menghabiskan waktu. Tetapi bagi saya ini menghabiskan waktu yang produktif. This is the real work. Bukan hanya ramai-ramainya dan muncul di media saja mencari popularitas. Maaf kalau ada yang tersinggung.

Mungkin ini semua sebabnya saya terlihat menghilang dari sirkuit media.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.164 pengikut lainnya.