Tag Archives: food

Kopi Lagi?

Sering kejadian saya merasa ingin minum kopi lagi. Seperti sekarang. Padahal hari ini saya sudah meminum dua cangkir kopi. Katanya sih sehari maksimal tiga cangkir kopi hitam. Jadi gimana? Kopi lagi? Padahal ini sudah pukul 22:30.

Kopi bagi saya bukan untuk membuat tidak tidur. Saya hanya pengen kopi saja. Craving. Soalnya biar minum kopi, tidur sih tidur saja. hi hi hi. Nampaknya keputusan saya saat ini adalah minum kopi lagi.

IMG_0238 kopi bw

[ini foto kopi kemarin pagi]


Bungkoos: tempat makan enak

Sudah lama saya tidak menulis tentang makanan. Nah, sekarang nulis lagi.

Untuk yang ingin beli handphone, komputer, atau gadget di Bandung, BEC (Bandung Electronic Mall) merupakan salah satu tempat yang paling banyak dipilih. Kiosnya banyak dan harganya juga lumayan.

BEC sekarang punya gedung baru, yang nyambung dengan gedung lamanya. Di tempat gedung baru ini masih banyak kios yang kosong. Yang menarik bagi saya adalah tempat makannya. Mau dicobain satu persatu ah. Maksudnya yang tempatnya tidak umum.

Ada satu tempat makan yang menarik. Namanya “Bungkoos”. Makanannya adalah makanan Melayu. Atau kalau bagi saya, makanannya berkesan Malaysia.  Pertama mencoba, rasanya kok enak. Kedua kali, masih enak. Tadi ketiga kalinya, juga enak. ha ha ha.

Menu yang paling saya suka adalah sate padang, prata, dan nasi lemak (dengan rendang). Yang lain belum dicoba, tapi saya yakin enak juga.

IMG_9874 bungkoos

Tempat Bungkoos ini yang agak susah dicari karena dia dekat dengan lift, di balik dinding. Dia tidak terlihat kalau kita berjalan di mall. Agak tersembunyi di lantai SL (Street Level). Sayang juga tidak strategis tempatnya. Jadi kalau mau ke tempat ini, Anda harus mencari.

Selamat makan …


Mau?

Bagi Anda yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tahu bahwa saya suka dan sering sekali memotret makan. Hanya akhir-akhir ini saya melakukannya dengan malu-malu. Sembunyi-sembunyi. Pasalnya, semua orang sekarang melakukannya. Ini sudah menjadi mainstream. Padahal saya anti-mainstream. Waaa.

IMG_9355 lamian

[Lamian – mie tarik]

IMG_9358 xiao long bao

[xiao long bao]

IMG_9349 roti canai

[roti canai]


Wisata Kuliner Medan

Beberapa hari ini saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Medan kembali. Acara sesungguhnya adalah memberikan Security Awareness di Pertamina dan bercerita tentang (IT) entrepreneurship di Kampus USU. Kesempatan ini juga saya manfaatkan untuk melakukan wisata kuliner.

Medan memang terkenal dengan kulinernya. Waktu yang hanya 4 hari 3 malam ini tidak cukup sebenarnya, tetapi lumayanlah.

IMG_9245 kopi sanger
Kopi Sanger. Ini sebetulnya adalah kopi Aceh. Sanger itu katanya berasal dari “sama-sama ngerti”. Itu karena dulunya ada yang sering ke kedai kopi tertentu dan saking seringnya sang penjual sudah tahu (mengerti) apa yang diinginkan pelanggan tersebut.
IMG_9250 sate padang
Sate Padang. Yang ini dekat Waspada. Rasanya mantap sekali. Dagingnya enak dan bumbunya pas. Perut saya kurang kuat menghadapi yang pedas-pedas, yang ini ternyata masih sanggup. Selain daging ada juga lidah, pangkal lidah, dan usus. Waw.
IMG_9246 badak
Minuman Badak (sarsaparila). Kayaknya minuman root beer itu sebetulnya nyontek minuman Badak ini. hi hi hi.

Selainan makanan di atas masih ada makanan lain; misop, kerang (belum sate kerangnya), mie rebus, sate memeng. Wah berat badan langsung naik. Hadoh.


Memotret Makanan

Beberapa hari yang lalu saya makan malam sambil rapat di sebuah restoran. Ketika makanan datang, maka saya mengeluarkan handphone untuk memotret makanan. Maka para peserta rapat pun tertawa.

Memotret makanan nampaknya sekarang sudah biasa dan malah menjadi bahan tertawaan. Padahal saya sebetulnya sudah memotret makanan dari sejak jaman … hmm … kapan ya. Lupa. Pokoknya sudah lama sekali. Di blog ini pun saya sering menampilkan foto makanan dengan judul “Mau”. Banyak orang yang mengira bahwa saya ikut-ikutan. Padahal orang yang ikut-ikutan saya. ha ha ha. Sok tahu. Eh, tapi ini sungguhan lho.

Nah ini contoh fotonya … Mau?

IMG_20150614_180103 ayam 1000

Alasan saya memotret makanan – dan juga langit (skies) – adalah karena mereka yang paling mudah dipotret. Mereka tidak bergerak dan terlihat menarik untuk dipotret. Saya belum berhasil memotret orang. Jadi alasan saya memotret makanan adalah karena mudah saja. Bukan karena gaya-gayaan. Malah jadi kelihatan bahwa kelas saya baru level makanan. he he he.

Nah … karena memotret makanan sudah menjadi mainsteam, padahal saya agak anti-mainstream, apa saya harus berhenti memotret makanan ya? Waduh.


Mau?

Sudah lama tidak posting foto-foto makanan. Saatnya … hi hi hi

IMG_8197 pumpikn soup 1000

Pumpkin Soup

IMG_8199 chicken grill 1000

Chicken Grill

IMG_8301 kopi gayo

Kopi Gayo


Nyobain Bebek Kaleyo

Kemarin saya diundang untuk mencoba makan bebak di rumah makan Bebek Kaleyo yang baru buka di Bandung. Saya sendiri bukan penggemar bebek. Beberapa kali nyoba makan bebek kok rasanya kurang pas. hi hi hi. Maka kali ini pun saya agak was-was. Tapi, dasar hobby makan … dijabanin juga.

Lokasi restoran Bebek Kaleyo yang di Bandung itu di jalan Pasir Kaliki, tepat di perempatan dengan jalan Pasteur. Dekat dengan flyover itu. Tempatnya ternyata bagus juga. Tempat parkirnya luas sekali. Tempatnya juga luas.

IMG_7460 bebek kaleyo parkir

Akhirnya saya pesan bebek keremes dengan nasi uduk. Kelihatannya menarik dan memang rasanya … ENAK! Saya bakalan kembali ke tempat ini lagi.

IMG_7459 bebek kaleyo

Oh ya, selain menu bebek masih ada menu-menu lainnya lagi. Saya nyoba dim sum-nya. Enak juga. Halah. Kayaknya makanan itu memang hanya dua; enak dan enak sekali.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.889 pengikut lainnya