iPad Photography

Setelah memiliki iPad2 saya belum sempat mencoba memotret secara serius. Maksudnya serius ini adalah betul-betul ke luar dengan membawa iPad untuk mencari obyek untuk difoto. Kalau hanya sekedar untuk memotret-motret saja sih sudah lumayan sering. Ternyata susah juga memotret dengan menggunakan iPad.

Masalah pertama yang saya hadapi adalah “tombol” untuk memotret ada di layar. Tidak ada tombol fisik. Ketika saya menggerakkan jari saya untuk menekan tombol tersebut, seringkali iPad bergerak sehingga gambar tidak persis yang saya harapkan. Nampaknya harus belajar membuat pegangan iPad menjadi steady.

Hal kedua, iPad paling bagus kalau digunakan dengan cahaya yang cukup. Memotret di luar hasilnya cukup bagus. Kalau di dalam ruangan dengan cahaya yang sedikit, hasilnya tidak terlalu bagus. Masalahnya kalau di luar, apalagi jika sedang terang benderang, layar menjadi tidak kelihatan. Saya harus berjuang untuk melihat apa yang ada di layar, yang mau dipotret. Akhirnya saya menebak-nebak saja. Nanti di-crop jika terpaksa. Saya tidak suka melakukan hal ini sebetulnya.

Hal ketiga, iPad menjadi hangat/panas kalau digunakan di luar di bawah terik matahari. hi hi hi. iPad 2 saya terbuat dari aluminium dan tidak saya beri bungkusan. Pokoknya persis seperti aslinya. Body-nya menjadi kepanasan dan saya khawatir ini bisa merusak iPad-nya. Mosok harus menggunakan payung untuk memotret dengan iPad? Nggak lucu ah.

Untuk sementara ini saya hanya menggunakan aplikasi Camera bawaan iPad dan instagram. Masih belum ketemu feel-nya. Instagram menariknya banyak filter-nya. Ini juga masih perlu belajar (untuk sekedar memilih filter yang pas). Enaknya instagram adalah bisa langsung upload (kalau ada koneksi internet).

Demikianlah pengalaman belajar memotret dengan menggunakan iPad.

(Tampilan blog ini di) Flipboard

Bagi yang ingin tahu tentang Flipboard dan belum punya iPad (karena Flipboard hanya jalan di iPad – not even on a Mac! grrr…), ini tampilan blog ini di Flipboard. Elegan kan? Halaman berikutnya juga punya layout yang berbeda, tidak statik seperti itu. Jadinya seperti membaca majalah yang bagus.

Duh kapan ada Flipboard untuk Mac, Ubuntu, dan Windows sih??? Saya sudah coba paper.li, tapi masih belum punya tampilan se-elegan Flipboard.

Flipboard yang non-iPad?

Ternyata aplikasi yang paling memukau di iPad adalah Flipboard. (Silahkan kunjungin situs mereka.)

Pada prinsipnya, aplikasi ini mengambil data dari stream jejaring sosial kita (twitter, facebook, dan lain-lain) dan kemudian melayout datanya menjadi sebuah majalah. Persis majalah konvensional; dengan typography yang menawan, image, video, dan seterusnya. Jika data yang dari twitter ada URL, maka content dari URL tersebut dia tampilkan di halamannya.

Kita dapat melihat halaman berikutnya seperti membaca majalah biasa, flip. Hadoh. Intuitif sekali. Pokoknya bagus deh.

Nah, sekarang saya jadi ingin punya aplikasi ini untuk komputer-komputer saya yang menggunakan OS Mac OS X, Windows 7, dan Linux (Ubuntu). Sayangnya belum ada. Ayo … buat dong!

Saya sebenarnya ingin coding lagi juga, tetapi banyak hal yang harus dipelajari ya? Apa saja sih yang harus dikuasai? CSS? XML? RSS? dll. Hadoh. Kapan punya waktu untuk belajar ya?

mau iPad?

Seorang sobat bertanya beberapa hari yang lalu: “Mas Budi sudah punya iPad?
Belum“, jawab saya. “Kenapa?”
Akan saya antar mas
HAH???

Ini bukan cerita rekaan, tetapi sungguhan. Maka hadirlah sebuah iPad. Sekarang waktunya saya membuka bukusan iPad ini dan memainkannya.

Let’s play!