Ketidaksabaran Penyebab Kemacetan

Ini salah satu contoh kejadian penyebab kemacetan di Bandung. Ketika sedang berhenti menunggu lampu lalu-lintas menjadi hijau, motor-motor tidak sabar dan mengambil jalur lawan arah. Akibatnya macet karena kendaran dari arah berlawanan tidak dapat lewat. (Demikian juga di arah sebaliknya.)

p_20161026_072421-jalan-0001

Mari kita bersabar. Antri. Pasti dapat giliran kok.

Iklan

Akar Masalah Kemacetan (di Bandung)

Banyak orang Bandung yang kesal karena kemacetan di kota Bandung sudah semakin parah. Bahkan Bandung menduduki tempat yang dianggap parah dalam hal lalu-lintas.

Banyak orang yang menyalahkan kemacetan ini kepada hal-hal teknis, tetapi saya ingin mengingatkan bahwa ada aspek lain yang lebih penting. Aspek manusia.

Masalah kemacetan di kota Bandung (dan mungkin di kota-kota lainnya juga) adalah ketidaksabaran, egois, dan ketidakpatuhan terhadap peraturan. Mari kita bahas.

Banyak orang yang tidak sabar ketika mengendarai kendaraan. Mereka menyangka bahwa orang lain tidak ingin cepat sampai. Apakah hanya mereka saja yang ingin cepat sampai? Sehingga mereka buru-buru. Tidak sabar. Ada celah sedikit saja disosor. Sabar sedikit kek kenapa?

Egois. Mau menang sendiri. Tidak mau berbagi. Kadang saya bingung. Ketika saya memberi jalan ke orang lain, maka orang yang di belakang saya marah-marah. Padahal dengan memberi jalan ini membuat jalan mengalir. Tidak macet deadlock. Sering juga yang diberi jalan bingung karena biasanya mereka tidak pernah diberi jalan. Sayangnya kemurahan hati ini sering di-abuse oleh orang lain dengan tidak mau bergantian.

Ketidakpatuhan terhadap peraturan menjadi masalah terbesar. Begitu jalur terhenti, maka biasanya motor-motor (dan kadang mobil gila) masuk ke jalur lawan arah sehingga kendaraan dari arah yang berlawanan tidak bisa berjalan. Macetlah jadinya. Orang-orang ini tidak merasa bersalah telah melanggar peraturan. Saya pernah menegur orang yang seperti ini, eh malah galakan dia. ha ha ha. Kacau…

Solusi terhadap masalah ini, ya tentu lawan dari sifat-sifat yang sudah disebutkan di atas. Ayo bersabar, berbagi, patuh pada peraturan. Tidak mudah memang. Tapi jika kita ingin kemacetan berkurang, maka hal-hal ini harus diajarkan dan dilaksanakan. Sifat-sifat ini tidak dapat muncul demikian saja. Mungkin awalnya harus didisiplinkan! Kalau melanggar disuruh push-up dulu kali ya? he he he

Bulan Puasa dan Kesabaran

Bulan puasa adalah waktunya untuk menguji kesabaran. Entah kenapa kok saya melihat banyak orang yang semakin tidak sabar, terutama di jalan. Kalau biasanya yang ugal-ugalan mengemudikan kendaraannya adalah pengendara motor, sekarang yang pengemudi mobil juga terlihat ngawur. Seram. Mungkin karena merasa harus buru-buru sampai ke kantor atau ke rumah? Entahlah. Semakin tidak sabar.

P_20160610_070135 motor kaco 0001

Ini contoh foto yang tadi pagi saya ambil di perempatan Katamso-Supratman (Bandung). Lihat berapa banyaknya pengendara motor yang berada di luar jalur berhenti. Ampun deh.

Bulan puasa adalah waktunya kita (belajar untuk) menambah kesabaran.

Sabar, sabar, sabar …

Tidak Patuh (pada peraturan lalu lintas)

Mengapa ya banyak orang yang tidak mau patuh kepada peraturan lalu lintas? Foto di bawah ini saya ambil pada suatu malam (pukul 22-an) di persimpangan Cikapayang (Dago, Bandung). Perhatikan bahwa sudah disediakan tempat untuk berhentinya motor. Mobil berhenti lebih di belakang lagi, sehingga ada tempat untuk motor. Mengapa mereka mesti harus di depan (di luar) dari tempat itu??? Padahal tempatnya kan luas dan mereka juga sudah paling depan?

Hal yang sederhana seperti ini saja tidak dapat dilakukan. Apalagi meminta mereka untuk taat pada peraturan lain dengan lingkungan yang lebih rebutan lagi. Jika hal sepele seperti ini saja kita tidak mau belajar, bagaimana menghadapi masalah yang lebih besar?

Beginilah (kacaunya lalu lintas)

Akhir-akhir ini saya sering ngomel tentang lalu lintas di Bandung. Lihatlah foto ini, bagaimana pengendara (motor kali ini) mengambil jalur dari arah yang berlawanan.

[Foto diambil di jalan Gunung Batu, Sabtu menjelang tengah hari, dalam perjalanan dari futsal di Cimahi ke arah Bandung.]

Masalah di sini adalah kesabaran. Banyak orang yang tidak sabar untuk ngantri. Semua orang ingin cepat sampai tujuan. Kalau tertib sesungguhnya kita bisa sampai dengan lebih cepat, tetapi … beginilah.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah adanya generasi muda yang melihat ini dan kemudian merasa bahwa ini (ketidaksabaran di lalu lintas) adalah hal yang normal. Maka, mereka akan meniru hal ini dan kita tidak bisa keluar dari kekacauan ini. Bukankah semestinya kita menjadi lebih baik?

Arus Lalu Lintas (Live)

Baru tahu bahwa arus lalu lintas di beberapa tempat bisa dilihat secara live dari internet. Coba cek di sini:

http://www.jasamargalive.com/

Pantesan tadi pagi saya perhatikan ada banyak kamera di jalan tol Cipularang yang dilengkapi dengan antena wifi. Tadinya saya pikir untuk internal Jasa Marga saja. Ternyata mereka bisa dilihat secara online. Asyiiik.

Versi handphone (dan BB?) bisa dilihat di sini:

http://m.jasamargalive.com

bravo …