Tag Archives: Musik

Ada Band

Entah kenapa sore ini saya tiba-tiba teringat Ada Band. Tadinya nyalain keyboard, entah kenapa main chord2nya lagu “Manusia Bodoh”. Langsung saja saya mendengarkan koleksi lagu-lagu Ada Band. Nyalakan komputer dan search YouTube.

Eh, nemun Rhoma Irama membawakan lagu “Manusia Bodoh”-nya Ada Band. Hadoh! Ha ha ha. Ini dia.

Kalau dilihat di video itu maka banyak pendengar yang bingung. Saya juga. Ha ha ha. Pasalhnya begini. Sebagian besar fans Ada Band adalah anak-anak muda yang mungkin belum pernah tahu siapa itu bang Rhoma Irama. Jarang yang tahu bahwa bang Haji ini adalah the king of Dangdut. Dia adalah profesornya. (Sayang bang Haji lari ke dunia politik. Padahal sudah bagus-bagus di dunia musik itu saja. Sayang juga musik Dangdut tidak berkembang semenjak bang Rhoma Irama tidak terlalu aktif.)  Di video dapat dilihat bahwa anak-anak muda pada bingung. Ha ha ha.

Saya penggemar Ada Band dan termasuk yang bingung. Ha ha ha. Tapi akhirnya saya harus acungi jempol untuk bang Rhoma karena menurut saya berhasil membawakan lagu klasik Ada Band dengan baik.

Kembali ke Ada Band. Saya termasuk penggemar berat mereka, terutama jaman masih ada Krishna Balagita. Bahkan dulu di web site saya ada halaman khusus untuk Ada Band. (Serius!) Saking seriusnya, saya bahkan sempat ketemuan dan makan siang bersama mas Krishna. (Entah dia masih ingat atau nggak. hi hi hi. Sayangnya jaman dahulu belum model selfie.) Link di blog ini pun masih menyisakan tautan ke blog mas Krishna.

Apa kabar Ada Band? Apa kabar Krishna Balagita?


(Beres) Manggung

Seharusnya tulisan ini saya tampilkan segera setelah manggung minggu lalu, tetapi karena belum sempat ya terpaksa baru tampil sekarang.

Ada keponakan menikah. Kesempatan digunakan untuk manggung. Kami buat band keluarga. hi hi hi. Awalnya sih mau manggung dengan anak saya saja, tetapi keluarga mau ikutan juga. Jadinya manggung dengan keluarga setelah berdua dengan anak manggung dulu.

img-20161015-wa0017-band

img-20161015-wa0020-band

Setelah selesai manggung, beres-beres alat-alat. Setelah acara semua selesai kami kembali ke hotel. Eh, gitaran dilanjutkan di hotel. Dasar. ha ha ha. Sambil main-main begitu, eh senar gitar putus. Untungnya bukan tadi pas lagi manggung. Begitulah.

dsc_7820-guitar-minus-1string-0001

Waktunya pasang senar baru.

p_20161021_081501-strings-0001


Konser Badai Pasti Berlalu (Plus)

Yeah, yeah, yeah.

Saya sudah dua kali nonton konser ini – Jakarta & Bandung – dan dua-duanya mantap. Berbeda. Tidak sama. Seru. Sayangnya saya tidak sempat nonton yang Surabaya dan Malang.

Lihat ini contoh video (Jurang Pemisah) yang saya ambil ketika konser di Jakarta.

14542315_10209951744086136_8011555052935738874_o

Sebenarnya ini bukan hanya sekedar tontonan, tetapi sebuah upaya pendidikan kepada masyarakat Indonesia tentang (sejarah) perjalanan musik pop Indonesia. Kita bisa banyak belajar dari para musisi ini. Sejarah itu untuk dipelajari dan tidak dilupakan. Tidak juga untuk bejalan di tempat.  Untuk bisa maju ke depan dengan lebih baik. Tahun depan ada yang baru-baru. Ayo nonton!

Informasi tiket ada di: www.mahanalive.com.

Mari kita dukung musik Indonesia. Mosok kalau ada band / artis asing biar harganya mahal  ditonton, sementara yang Indonesia tidak dihargai. Yang Indonesia didukung juga dong. Mari …


A Day in the Life

Saking sibuknya, sampai saya bolos ngeblog beberapa hari ini. (Wuih. Seminggu.) Ingin tahu kesibukan saya? Ini contohnya. Hari Kamis, 8 September 2016.

Hari itu, saya menjadi moderator di peluncuran “Connected Government Community“, yaitu sebuah portal untuk bertukar sesama penggiat atau pengamat eGovernment. Silahkan mendaftar di sana dan kita bisa langsung diskusi dan berbagi.

Acaranya dimulai pagi hari. Nah, saya berangkat dari Bandung pagi harinya. Karena khawatir kena macet, maka saya berangkat dari Bandung dengan mengendarai kendaraan sendiri pukul 3:30 pagi. Iya pagi sekali. (Bangunnya jam berapa coba?) Shalat Subuh dilakukan di rest area Km 42.

Sampai di Jakarta pukul 6:30 pagi. Jam segini belum banyak tempat yang buka (untuk sarapan). Jadinya saya ke McDonald’s Sarinah Thamrin. Sarapan di sana. (Foto sarapannya gak ada. Biasanya sih saya potret juga. hi hi hi.) Dari sana saya menuju tempat acara peluncuran di Bebek Bengil Menteng.

29561678755_40d5ef0f0d_o-0001

Talk show di peluncuran portal Connected Government Community

Setelah selesai acara dan makan siang, saya kembali menuju ke arah Sarinah. Sebetulnya ke jalan Sabang karena mau check in ke hotel dahulu. Mobil masih saya tinggal di Sarinah. Dari Bebek Bengil saya jalan kaki saja karena naik taksi terlalu dekat. Ojek juga ternyata gak ada. Setelah check in hotel, saya kembali menuju ke Sarinah untuk mengambil tas baju.

Sampai di Sarinah, kok haus. Ah, ke McDonald’s dulu aja beli minuman. Eh, begitu masuk terdengar nama saya dipanggil. Ternyata ada beberapa kawan yang tergabung dalam komunitas IoT (Internet of Things) Indonesia sedang berkumpul di sana. Langsung gabung jadinya.

p_20160908_142054_bf-iot

Sebetulnya saya janjian dengan kawan saya, Iman Fattah, untuk ngopi bersama. Saya dan Iman dulu menjalankan toko musik digital bersama. Selain itu kami juga punya selera musik yang aneh-aneh. he he he. Lagu-lagu karya Iman Fattah ada juga di Insan Music Store. Setelah kontak-kontakan, akhirnya Iman menuju coffee shop Excelso di sebelah. Jadinya saya ngopi dengan Iman.

28948378934_64593f1c46_o

Ngopi dengan Iman

Setelah dari sana saya baru masuk ke hotel. Setelah itu saya langsung ke Pacific Place karena janjian dengan mas Yockie Suryo Prayogo, sang maestro musik Indonesia. Lagi-lagi mau ngopi bersama. Akhirnya saya, mas Yockie, dan mbak Tiwie ketemuan di Coffee Bean di Pacific Place.

29480564971_6bebc42ae8_o

Ngopi dengan mas Yockie dan mbak Tiwie

Sebetulnya saya ke Pacific Place mau ke Hardrock Cafe. Ada cara Queen’s night, dan yang main adalah GOSS Band yang saya kenal lewat kang Diunk. Eh, ternyata sebelum ke sana ketemu dengan beberapa orang; mas Kadri, Once, Kelana. Akhirnya potret-potretan dulu dong.

28937799333_7920e93542_o

gerombolan apa ini?

Dari sana kami bersama menuju ke Hardrock Cafe. Nonton Queen’s night lah; Freddy for a day. Ini hari ulang tahun Freddy Mercury. Potretan dulu lagi dengan kang Diunk (Nur Sumintardja). Terima kasih, kang Diung, kami sudah diberi kesempatan ikutan nonton.

p_20160908_213648_bf-diunk

Yeah, yeah, yeah. Jreng!

Nonton acara Queen’s nightnya gak sempat sampai selesai karena saya besok paginya harus ke Bandung. Itu dari jam 3 pagi belum tidur. Jadi sekitar jam 11 malam saya balik ke hotel. Besok paginya, habis Subuh harus langsung menuju Bandung dan langsung menuju kelas di kampus ITB. Ngajar jam 8 pagi. hi hi hi.

Begitulah contoh kesibukan saya. Kali ini banyak ketemuan dengan orang-orang yang berhubungan dengan musik.

 

 


Checksound

Hari Senin kemarin, kami (BandIT) manggung lagi. Main band, maksudnya. Manggung di acara tertutup, closed group di Foodism (Jakarta).

Salah satu kegiatan yang penting sebelum manggung adalah checksound. Pada intinya, checksound adalah melakukan setup perangkat (gitar, bass, keyboards, drums, dll.) dengan sound system (amplifier) yang akan digunakan. Selain itu juga checksound digunakan untuk mengetahui setup mikropon (microphone).

Checksound merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting. Pasalnya, setiap panggung memiliki konfigurasi yang berbeda. Luas panggung, ruangan (indoor atau outdoor), amplifier yang digunakan, letak speakers dan monitor, dan seterusnya. Perbedaan ini membuat setingan tidak sama. Suara gitar bisa terdengar kurang keras atau terlalu keras. Dari sisi penyanyi juga salah satu yang sangat penting adalah dapat mendengar suaranya sendiri via speaker monitor. Seringkali suara sendiri tidak terdengar sehingga kita tidak dapat mengontrol suara kita. Fals hasilnya.

Beberapa kali saya pernah manggung tanpa checksound. Hasilnya kacau. Oleh karena itu sekarang saya selalu memaksa melakukan checksound sebelum manggung.


Tentang Toko Musik Digital

Saya akan berada di UNPAD pada tanggal 24 Mei 2016 ini untuk acara ENHARMONICS.

BR enharmonics.jpeg

Saya akan cerita tentang perjalan toko musik digital kami, Insan Music Store. Sebelum hadir, silahkan daftar dulu di toko musik kami. Silahkan coba download. Nanti kami tunjukkan cara pembeliannya dengan menggunakan Mandiri e-cash.

Jreng ah!


Launching Insan Music Store

Hari Sabtu ini, 9 April 2016, Insan Music Store akan mengadakan acara launching di Bandung.

Tempat: Telkomsel Loopstation, Jl. Diponegoro 24, Bandung
Waktu: pukul 8:00 pagi s/d pukul 17:00

Launching ims spanduk

Pada acara ini, saya akan menjelaskan tentang apa itu “toko musik digital” dan dunia musik digital. Kita bisa lihat banyaknya toko musik konvensional (fisik) yang tutup. Demikian pula penjualan lagu yang jatuh. Bagaimana seharusnya para artis musik / musisi menyikapi hal ini? Pada awalnya tidak ada platform yang memudahkan bagi para artis musik Indonesia untuk mempromosikan dan menjual lagunya. Sekarang ada:

toko.insanmusic.com

Saya juga akan menjelaskan bagaimana proses pembelian lagu melalui Mandiri e-cash. Datang saja, nanti langsung dibuatkan akunnya dan langsung bisa membeli lagunya. Sudah pada punya akun di toko.insanmusic.com belum? Ayo buat. Gratis lho. Demikian pula buat (atau nanti kita buatkan akun Mandiri e-cash-nya).

Tentu saja acara akan diramaikan dengan band-band yang berada di Insan Music Store dan Roemah Creative Management.

Launching ims flyer

Ditunggu kedatangannya ya. Jreng!

Launching ims backdrop