Tag Archives: Musik

Konser Badai Pasti Berlalu + LCLR+

Bagi Anda, penggemar musik Indonesia, silahkan tonton konser Badai Pasti Berlalu, LCLR+, Yockie Suryo Prayogo berikut. Kali ini, konsernya digelar di Surabaya. Saya sudah nonton dua konser sebelumnya – di Jakarta dan di Bandung – dan komentar saya adalah luar biasa! Keduanya beda dan keduanya sama kerennya.

konser badai pasti berlalu

Bagi yang seumuran saya (baca: tua, ha ha ha), Badai Pasti Berlalu dan LCLR merupakan bagian dari perjalanan menikmati musik Indonesia. Ini merupakan salah satu tonggak musik Indonesia. Saya punya koleksi album-albumnya dalam bentuk kaset dan CD. Beli aslinya tentunya. Sayang sekali kasetnya sudah hilang. hik hik hik.

Bagi yang muda, ini adalah tempat belajar. Melihat bagaimana musik Indonesia melalui perjalanannya. Ini juga merupakan tempat untuk menurunkan ilmu bagi yang tua ke yang muda (proses mentoring) dan juga momen untuk kolaborasi. Meneruskan tongkat estafet. Salah satu kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.

Tiket bisa dipesan online di: konserbadaipastiberlalu.com

Jreng!


Jadi Nonton Konser LCLR Plus

Horeee … saya sudah mendapatkan tiket untuk konser LCLR Plus yang akan digelar tanggal 23 Januari ini di Sabuga Bandung. Sudah pada beli belum? Ayo, kita rame-rame nonton. Kapan lagi kita mendukung musik Indonesia yang keren.

Percuma berkoar-koar mendukung musik Indonesia kalau gak nonton ini.

LCLR large

Nah, sekarang mau cari baju dulu. Model yang tahun 70-an, flower generation. Hmm…


(Menantikan) Konser LCLR Plus

menantikan ini …

LCLR Plus

sudah beli tiketnya belum?


Insan Music Store

Sekedar update tentang toko musik digital kami, Insan Music Store. Sekarang kami sedang menjajagi kolaborasi dengan payment Mandiri e-cash agar rekan-rekan dapat membeli lagu secara lebih nyaman di web toko.insanmusic.com. Tunggu tanggal mainnya.

Sementara itu, tanggal 5 Desember 2015 ini kami akan berada di dekat Alun-alun Bandung, di Cikapundung. Bagi yang mau mengunjungi booth kami silahkan. Mulai dari sore sampai malam.

xbanner insan music


Konser LCLR Plus

Tanggal 1 Oktober kemarin saya menyaksikan konser LCLR Plus di Balai Kartini, Jakarta. LCLR adalah singkatan dari Lomba Cipta Lagu Remaja, sebuah kegiatan yang digelar oleh Radio Prambors di tahun 1970-an. Tepatnya 1976. Sejarahnya kira-kira begini. (Ini juga tahunya gara-gara menonton klip video di konser tersebut dan hadir di acara konferensi pers sebelum acara.)

Pada tahun segitu, dunia musik pop Indonesia kebanyakan berisi lagu-lagu yang “cengeng”. (Maaf kalau ini menyinggung beberapa pihak.) Ya, mungkin sama seperti saat ini lah. he he he. Maka beberapa orang punya ide agar dibuat semacam lomba untuk membuat lagu-lagu yang bagus. Motor utamanya adalah Radio Prambors. Lucu atau ironinya, Radio Prambors dahulu justru lebih dikenal bernuansa “Barat”. Nah, ini mengusung lagu-lagu ciptaan orang-orang Indonesia. Keren kan?

Eh, ternyata lomba tersebut sukses. Ada banyak yang mengirimkan lagu dan hasilnya adalah lagu-lagu yang luar biasa bagusnya. Yang mungkin paling “terkenal” bagi banyak orang adalah lagu “Lilin-lilin kecil”, tetapi sesungguhnya ada *BANYAK* lagi lagu-lagunya yang bagus. Silahkan didengarkan. Maka LCLR dapat dikatakan menjadi salah satu tonggak musik Indonesia.

Salah satu motor musik dari LCLR itu adalah Yockie Suryo Prayogo. Cerita tentang mas Yockie ini bisa panjang lagi. Lain kali ya. Ada banyak karyanya yang luar biasa. Selain LCLR, yang terkenal juga adalah album “Badai Pasti Berlalu” yang digarap bersama Eros Djarot dan Chrisye. Nah, konser LCLR plus kali ini mengusung lagu-lagu dari LCLR plus lagu-lagu karya mas Yockie. Konsernya sendiri dilakukan dua hari, tanggal 1 dan 2 Oktober 2015. Saya hadir yang tanggal 1 Oktober 2015.

Saya sendiri merasa bersyukur kenal mas Yockie. Jadinya saya dikasih tiket untuk keluarga mas Yockie. hi hi hi.

IMG_9534 amplop

Di hari-H-nya saya sengaja menginap di hotel Puri Denpasar yang bersebelahan dengan Balai Kartini, tempat dilangsungkannya acara. Siang hari saya sudah bisa nengok konferensi persnya. Setelah itu saya juga bisa lihat gladiresiknya. Dan malamnya, saya menikmati acaranya.

Ada beberapa foto yang saya ambil ketika acara belum mulai. Setelah acara mulai saya tidak bisa mengambil foto dari jarak dekat karena tidak punya kartu tanda pers. hik hik hik. Lain kali mau minta ah. Jadinya foto-foto pas acara diambil dari jarak jauh dan hasilnya kurang memuaskan. (Foto-foto akan saya link di sini secara bertahap ya. Sabaaar.)

DSC_0061 yockie salam 0001

Sebagai sampel, saya video lagu pembukaannya; “Overture – Jurang Pemisah”. Sayang sekali bagian awal kepotong karena saya sibuk menyalakan iPhone. Ini video saya ambil dengan menggunakan iPhone. Lumayanlah bisa ditonton. Selamat menikmati.

Band dari konser ini adalah:
Keyboard 1: Yockie Suryo Prayogo
Keyboard 2: Eggy
Drummer: Iqbal
Gitar: YankJay Naki Nugraha
Violin: Didiet


Jam Terbang

Ada istilah “jam terbang”, yang maknanya adalah seberapa sering kita sudah melakukan sesuatu. Semakin sering, tentunya semakin ahli kita dalam melakukan sesuatu tersebut. Di dalam bahasa Inggris ada pepatah; “practice makes perfect”. Saya percaya akan hal ini.

Malcom Gladwel, dalam bukunya “Outliers”, menjelaskan bahwa orang-orang yang hebat itu sesungguhnya tidak lahir hebat. Mereka mengalami masa latihan yang cukup lama, 10 ribu jam atau 10 tahun. Jagoan tidak hadir tiba-tiba seperti halnya diceritakan dalam dongeng. Tiba-tiba masuk ke hutan, ketemu kotak yang sakti, tiba-tiba jadi jagoan silat. hi hi hi.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya juga menerapkan hal ini. Saya main futsal, main musik, dan bahkan menulis di blog ini juga menerapkan hal ini. Saya mulai nge-blog sejak tahun 2002. Jadi sekarang sudah 13 tahun saya ngeblog. Wuih. Hanya saja, jumlah tulisan saya belum mencapai 10 ribu. Baru lebih dari 4000-an. Maka dari itu saya masih harus rajin menulis di blog ini.

Banyak orang yang heran kenapa saya lumayan bagus main futsalnya – dalam artian banyak mencetak gol – ya karena latihan. Seminggu dua kali. Itupun sebenarnya masih belum cukup, tapi karena usia ya saya anggap cukup. Sementara banyak anak-anak yang jauh lebih muda dari saya tidak mau latihan rutin.

Dalam bermusikpun saya baru pada tahap banyak manggung. Tadi siang juga manggung lagi dengan anak saya. Lagi-lagi menambah jam terbang. Terlalu banyak orang yang tidak mau berusaha untuk belajar. Saya kutipkan dari buku Gladwel:

“The Beatles ended up traveling to Hamburg five times between 1960 and the end of 1962. On the first trip, they played 106 nights, five or more hours a night. On their second trip, they played 92 times. On their third trip, they played 48 times, for a total of 172 hours on stage. The last two Hamburg gigs, in November and December of 1962, involved another 90 hours of performing. All told, they performed for 270 nights in just over a year and a half. By the time they had their first burst of success in 1964, in fact, they had performed live an estimated twelve hundred times”

Lihatlah bagaimana the Beatles berjuang dari bawah. Bayangkan 270 kali manggung dalam satu setengah tahun. Sepertinya manggung setidaknya dua hari sekali. Sementara itu saya mungkin baru manggung 30 s/d 40 kali setahun. Ini saja sudah lebih dari artis / band profesional. ha ha ha. Oh ya, kondisi panggung yang dialami oleh the Beatles juga sangat jauh dari sempurna. Panggung yang gak beres. Sound yang gak beres. Penonton yang gak beres. Pokoknya tidak seperti yang dibayangkan atau diinginkan oleh banyak orang. Tidak banyak alasan. Maka dapat dimengerti mengapa the Beatles menjadi sebuah band yang paling sukses.

DSC_0023 BR LR 0001

Mari menambah jam terbang terus …


Bongkar Gitar

Senar gitar putus. Terpaksa beli senar satu set. Sekalian waktunya untuk ganti seluruh senar. Bongkar gitar dulu.

IMG_8812 bongkar gitar

Ternyata salah satu masalahnya adalah mencabut pin yang digunakan untuk mengunci senar. Mungkin karena sudah lama belum ganti senar dan memang dia harus tertanam dengan baik sehingga sukar untuk dibukanya. Takut juga saya membukanya. Lihat-lihat dulu di internet tentang cara membukanya. Katanya pakai tang, tapi saya takut malah tang itu merusak pin-nya.

IMG_8815 ungkit pin 1000

Akhirnya saya putuskan untung mengungkit pin tersebut dengan obeng kecil. Eh, ternyata berhasil dengan mudah. (Lihat foto di atas.)

Sekalian juga waktunya untuk membersihkan kotoran (dekil) yang melekat di fretboard. Bingung juga pakai cairan apa. Takutnya malah ngerusak catnya. Akhirnya saya pakai cairan yang biasa digunakan untuk membersihkan keyboard komputer. Lancar jaya.

Terakhir, pasang senar lagi. Saya beli senar yang ukurannya 10. Eh, ternyata terlalu keras. Saya lupa. Kayaknya dahulu saya menggunakan senar yang ukurannya 9. Lebih kecil (light, enteng) dan lebih nyaman di jari. (Tapi jadi tidak terbiasa pakai gitar orang yang umumnya menggunakan ukuran 10.) Akhirnya terpaksa gitar distem turun satu kunci. Beres.

Jreng!


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.890 pengikut lainnya