Memulai Tahun 2019

Seharusnya tulisan ini saya buat minggu lalu, pas tanggal 1 Januari 2019, tetapi alasan klasik – sibuk – membuat saya baru bisa menuliskannya sekarang. Tahun baru 2019 ini saya mulai dengan bermain sepak bola. Persis tanggal 1 Januari 2019, pukul 5:30 pagi saya sudah berada di lapangan sepak bola Progressif (di Bandung). Mau masuk ke tempatnya juga harus membangunkan satpam yang tertidur dengan earphone melekat di telinganya. ha ha ha.

Sesampainya di lapangan, datang juga pak Ali (dari Galados ITB). Hari ini saya ikut tim yang tanding dengan Galados ITB. Seharusnya saya ikut Galados ITB ini, secara saya alumni ITB dan dosen ITB gitu. Ha ha ha. Tapi saya belum pernah latihan atau bermain bersama Galados. Eh, mungkin pernah sekali tapi itu sudah lama sekali.

IMG_20190101_054153-01
Bersama pak Ali di lapangan bola

Sudah satu tahun (atau lebih?) saya tidak bermain sepak bola karena terakhir bermain terjadi insiden. Saya ditabrak dari samping sehingga pingsan mungkin 5 menit. Semenjak itu saya trauma bermain bola lagi sehingga menggantungkan sepatu bola.

Kali ini saya mencoba memberanikan diri bermain lagi. Alhamdulillah masih bisa berlari dan bahkan ikut berkontribusi menghasilkan 1 gol.

IMG_20190101_065241-01
berpose di pinggir lapangan (sementara yang lain masih berada di lapangan)

Memulai tahun 2019 dengan kegembiraan. Semangat.

Iklan

Konsistensi (Dalam Berolahraga)

Topik yang ingin saya bahas kali ini adalah konsistensi dalam berolahraga. Sebetulnya masalah konsistensi ini tidak hanya terbatas kepada olah raga saja, tetapi untuk hal-hal lain. Sama sebetulnya. Tetapi agar dapat dipahami, saya ambil yang khas olah raga.

Salah satu tantangan terbesar dalam berolahraga adalah konsistensi. Yang saya maksudkan dengan konsistenasi adalah kegiatannya dilakukan secara rutin, terus menerus, berkala atau terjadwal. Selalu saja ada alasan untuk tidak melakukan olah raga, misalnya ketika hari hujan maka itu dapat dijadikan alasan untuk tidak olah raga (tidak pergi ke tempat olah raga). Wah hujan. Tidak sempat, merupakan alasan yang klasik juga. Sibuk nih. Padahal duduk-duduk ngopi bisa. he he he. Alasan yang sebetulnya banyak juga digunakan tetapi tidak mau diakui adalah … malas. ha ha ha.

Saya mengambil futsal sebagai kegiatan olah raga rutin saya. Seminggu dua kali. (Kadang tiga kali.) Ini sudah saya lakukan bertahun-tahun. (Mulai kapan ya? Lupa. Bisa dicek dari postingan di blog ini.) Maka saya dapat main futsal selama 2 jam. Ini bukan hal yang aneh jika kita sudah melakukannya secara rutin. Ada (banyak) orang yang futsal hanya sekali dua kali dalam setahun. Kadang orang yang sama ini merasa harus langsung bisa menjadi jagoan (atau memiliki stamina yang sama) dan kemudian memaksakan diri. Hadoh.

Seperti sudah saya singgung di awal tulisan, bahwa konsistensi ini juga dibutuhkan di bidang lain. Itu akan kita bahas di tulisan lainnya. Sementara ini, bagaimana olah raga Anda? Rutin? Berkala? Kala mau dan kala tidak mau. ha ha ha.

Mengukur Kebugaran Diri

Sebagai salah satu early adopter dari teknologi, saya menggunakan smart band. Itu lho gelang elektronik. Saya menggunakannya untuk memacu diri agar rajin berolah raga. Kerennya adalah agar menjaga kebugaran diri. hi hi hi.

Gelang elektronik yang saya gunakan adalah Mi Band. Pada awalnya saya menggunakan Mi Band milik anak saya yang tidak terpakai. Kala itu saya hanya ingin mencoba saja apakah nyaman menggunakan gelang terus menerus. Seperti menggunakan jam tangan terus menerus. Ternyata dia tidak mengganggu.

13724837_10153708150076526_5986811014591242222_oYang menarik bagi saya adalah gelang elektronik memaksa saya untuk berjalan. Berapa langkah jalan yang sudah saya lakukan hari ini? Langkah ini dapat dikonversikan menjadi jarak (dalam satuan Km.) Saya bisa melihat statistiknya dan membandingkannya dengan hari-hari sebelumnya. Secara umum saya menggunakan target 8000 langkah/hari. Ini sayangnya tidak tercapai setiap hari. ha ha ha. Target ini hanya tercapai ketika saya berolah raga futsal. (Lihat gambar. Itu adalah statistik saya hari ini setelah selesai bermain futsal.)

Gelang elektronik yang saya gunakan saat ini adalah Mi Band 1S. Yang sebelumnya, yang punya anak saya, rusak karena jatuh ketika main futsal dan tidak berfungsi lagi. Yang saya gunakan kali ini adalah pemberian dari pak Djarot Subiantoro. Terima kasih pak. (Tadinya saya mau beli Mi Band 2 yang baru keluar.)

Sebelum menggunakan Mi Band ini saya menggunakan aplikasi Nike+ di handphone untuk melakukan itu. Hanya dia membutuhkan GPS, sehingga tidak dapat melakukan pencatatan jika saya berada di dalam gedung (misal sedang main futsal). Yang ini masih saya pakai ketika saya berjalan di luar. Oh ya, jeleknya aplikasi yang di handphone ini (karena menggunakan GPS) dia boros dalam penggunaan handphone. Sementara yang Mi Band ini dapat dicharge 2 minggu sekali.

Ayo berolah raga …

Bisnis Lapangan Futsal?

Kemarin seharusnya kami main futsal setelah kerja seharian, tetapi ternyata tidak jadi karena tidak dapat jatah lapangan (yang dimaksud, yaitu di depan kantor di gd Cyber). Lapangan baru kosong jam 9 malam. Welah, udah kemaleman.

Luar biasa ramainya pengguna lapangan futsal setelah jam kantor. Di tempat yang biasa kami sewa, harganya di atas Rp. 300 rebu/jam-nya. Edas. Padahal kalau di Bandung, lapangan yang biasa kami gunakan hanya Rp. 95 ribu/jamnya. Rata-rata harga sewanya adalah Rp. 80 ribu sampai dengan Rp 130 ribu.  Kalau di daerah Anda berapa harga sewanya?

Kayaknya bisnis lapangan futsal ini menguntungkan ya? Hitungannya gimana sih? Tapi apakah ini hanya sedang trend sesaat saja?

Sport: Cari Sehat atau Cedera

Baru saja pulang dari pertandingan futsal. [Sayang tidak ada foto-foto.] Dengkul agak sakit (karena tadi entah beradu dengan kaki atau lantai). Otot kaki juga pegel-pegel, tetapi tidak ada yang fatal. Kali ini memang hanya dengkul yang sakit, tetapi sebelumnya saya pernah juga cedera yang agak parah. Saya juga pernah ikut olah raga bela diri dan berhenti gara-gara cedera.

Ada yang berkata, olah raga ini sebetulnya mau cari sehat atau cedera? Saya hanya meringis saja, tetapi pertanyaannya sah juga. Kita sebetulnya cari sehat kan? Tentu saja cari sehat. Hanya kadang kalau kita tidak tertib dalam bermain atau berolahraga, kita bisa jadi cedera.

Jadi?

Futsal

Sudah lama tidak cerita tentang futsal. Maklum, rasanya kok tidak ada yang perlu diceritakan. Apa ya? Oh, tim kami kalah melulu karena satu dan lain hal. Lebih banyak karena pemainnya banyak yang tumbang sehingga kami tidak punya cukup cadangan pemain. Jadi harus main full terus. Saya sih tetap senang dan semangat saja. Having fun all the  time. Yah lumayan lah, cukup produktif juga menghasilkan gol. Padahal saya sebetulnya bukan striker, lampard saja ah.

Tampilkan foto-foto aja deh.


[pemanasan sebelum bertanding melawan Sharing Vision. bola melaju ke arah … perut saya. he he he.]


[berpose sebelum bertanding]

Futsal: Indocisc vs VSilicon

Pagi ini, lagi-lagi, kami bertanding futsal. Kali ini kami bermain melawan Versetile Silicon di lapangan YPKP. Sebetulnya hari ini saya ragu akan main atau tidak karena dua alasan. Pertama, saya harus menjaga fisik agar tidak cedera sebelum berangkat haji. Kedua, saya belum tidur semenjak tengah malam. Ada kegiatan manasik yang saya ikuti sampai pagi hari. Saya hanya sempat tiduran 15 menit sebelum berangkat ke lapangan. Saya putuskan untuk tetap bermain futsal dengan catatan bermain tanpa ngotot (yeah right, ha3).

From Sports

[berpose sebelum bermain]

Hasil bermain cukup baik. Kalau tidak salah, kami menang 7-5 dan saya ikut menyarangkan gol. Gol yang pertama pula, di menit pertama! Lumayan. Entah sudah berapa gol saya sarangkan sesi liga kali ini. Tujuh (7) mungkin? Sayangnya saya harus berhenti bermain sampai akhir Desember.

From Sports
From Sports

[berpose setelah bermain, sebelum pulang]