Adab-beradab

Adab (Arabic: أدب‎) in the context of behavior, refers to prescribed Islamic etiquette: “refinement, good manners, morals, decorum, decency, humaneness”.

Apa itu adab? Kutipan di atas merupakan definisi yang dapat kita baca dari Wikipedia. Singkatnya adalah keluakuan baik.

Sayang sekali adab ini kok terlihat menurun ya? Banyak yang dapat dikatakan tidak beradab. Mungkin karena tidak pernah diajarkan dan diharapkan orang dapat beradab dengan sendirinya? Nampaknya ini tidak terjadi. Apa perlu diajarkan kembali di sekolahan? Mungkin, tetapi dengan sudah terlalu banyaknya yang harus dipelajari di sekolahan maka pelajaran adab ini sebaiknya dilakukan oleh keluarga dan masyarakat.

Ambil contoh. Semisal kita benar dalam satu hal, maka akan “kurang beradab” kalau kita memamerkan kebenaran kita itu di depan muka orang yang salah. “Saya benar kan? Kamu salah! Weee” (sambil menjulurkan lidah). Yang seperti ini menurut saya tidak beradab.

Saya sering melihat orang tua yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, tetapi menurut saya mereka lebih berpendidikan (educated) daripada mereka yang sekolahan. Banyak yang punya gelar tapi tidak berpendidikan (uneducated). Nampaknya definisi berpendidikan juga harus kita lihat ulang. Bukan dari gelar, tetapi dari tingkah lakunya.

Setuju?

Iklan

Mengajarkan Cyber Security

Minggu lalu saya diminta untuk memberikan presentasi tentang cyber crime (yang akhirnya saya buat lebih umum menjadi cyber security) kepada siswa SMP, SMA, guru-guru dan orang tua di Al Izhar Jakarta. Baiklah. Ini merupakan tantangan tersendiri karena biasanya pendengar presentasi saya adalah mahasiswa.

Beberapa hal utama yang saya sampaikan adalah tentang privasi dan hoax. Bagaimana kita harus menjaga privasi kita dan berbagai kemungkinan serangan terhadap pencurian data pribadi kita. Sementara tentang hoax adalah kita harus MAU mencari informasi dan banyak membaca. (Kata MAU memang sengaja saya tebalkan karena masalahnya bukan bisa atau tidak bisa melainkan mau atau tidak mau.)

Secara umum acaranya berjalan lancar. Sayangnya saya tidak banyak mengambil foto. Maklum, susah kan menjadi pembicara dan mengambil foto.

IMG_20180928_094643 kids
kids are always kids

Foto di atas adalah foto siswa SMP. Bagaimana kalau guru-gurunya berfoto? Sama saja. ha ha ha.

guru-al-izhar_0001

Semoga apa yang saya presentasikan dapat bermanfaat bagi semuanya.

Minggu Pertama Perkuliahan

Minggu lalu adalah minggu pertama perkuliahan semester ini di ITB. Sebagaimana sudah saya antisipasi, jadwal saya kacau balau. hi hi hi. Berikut ini adalah daftar kuliah yang saya ajar semester ini.

BR kuliah 2018

Terlalu banyak bukan? Biasanya dalam satu semester saya hanya mengajar dua mata kuliah. Jadwal di atas belum pasti karena ada dua mata kuliah yang hanya dua orang pesertanya. Kuliah tersebut juga sebenarnya harusnya diberikan semester depan. Ada kemungkinan kedua kuliah tersebut saya batalkan.

Untuk kuliah yang bisnis, itu dijalankan oleh tiga orang dosen beserta beberapa mentor. (Mentornya hebat-hebat.) Jadi saya tidak harus selalu berada di kelas pada hari itu. (Biasanya ada pertemuan – mentoring – di luar jam kelas tersebut,)

Mudah-mudahan minggu ini sudah lebih jelas lagi jadwal perkuliahannya.

Memperhatikan Lingkungan

Dalam sebuah wawancaa saya ditanya mengenai bagaimana cara saya mendapatkan ide-ide atau memprediksi sebuah teknologi atau kesempatan bisnis. Jawaban singkat saya adalah banyak membaca dan memperhatikan lingkungan.

Yang saya maksudkan banyak membaca adalah membaca apa saja. Untuk bidang teknologi saya sering membaca majalah IEEE dan mendengarkan ulasan teknologi di berbagai sumber berita. (Membaca di sini juga termasuk melihat dan mendengar.) Untuk yang melihat, saya jarang nonton TV Indonesia karena saya tidak mendapatkan nilai tambah. Coba sebutkan channel TV yang banyak membahas teknologi.

Untuk dunia bisnis saya senang menonton TV berita luar negeri. Biasanya sering sekali dibahas soal tenologi terbaru dan kemungkinan bisnisnya. Untuk bahan bacaan, lebih menarik membaca majalah bisnis ketimbang membaca koran Indonesia. Lagi-lagi, perhatikan koran Indonesia yang isinya berita negatif semua.

Ketika membaca, melihat, dan mendengar, saya mencoba memperhatikan ini utamanya. Kemudian saya mencoba mengarang, melihat jauh ke depan. Tidak perlu jauh-jauh melihatnya, melihat satu dua langkah ke depan saja. Ternyata kemampuan ini tidak banyak dilatih oleh banyak orang.

Perhatikan pengemudi atau pengendara motor di Indonesia ini. Kebanyakan – atau mungkin sebagian besar? – hanya melihat apa yang ada di depannya saja. Dia tidak mencoba melihat situasi di depan kendaraan yang ada di depan dia. Dengan kata lain, untuk melihat satu (atau dua ya?) langkah ke depan dia sudah tidak berminat. Maka kemampuan untuk memprediksi situasi di jalanpun rendah. Ketika kendaraan kita berhenti, maka klakson di belakang mulai berbunyi. Dia tidak melihat kenapa kita berhenti. Padahal di depan kita ada kendaraan lain yang juga berhenti. Dengan hanya sedikit usaha, dia bisa tahu. Analogi melihat ke depan dalam dunia teknologi dan bisnispun mirip seperti itu.

Nah, untuk saat ini saya melihat beberapa topik menarik seperti Blockchain, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI) atau Machine Learning. Dari mana saya tahu ini? Ya dari banyak membaca dan memperhatikan lingkungan.

Harus Ada Manfaat

Surat kabar Pikiran Rakyat hari Minggu (18 Februari 2018) memuat wawancara dengan saya. Ini dia fotonya. (Halaman 16)

photo6073164107248413151

Topik wawancaranya bervariasi, tetapi utamanya dimulai dari seputar pemanfaatan media sosial. Contoh-contoh pertanyaannya antara lain adalah sejak kapan saya mengenal media sosial, media sosial apa saja yang saya gunakan, dan seterusnya. Tentang blog ini juga dibahas.

Satu point utama saya adalah apapun yang saya kerjakan harus memiliki manfaat. Blog ini juga harus memiliki manfaat. Kalau dia hanya menceritakan atau mencatatkan (log) kegiatan sehari-hari saya tanpa manfaat sih itu “kepo aja”. he he he. Untuk apa juga orang tahu ini itu yang terkait dengan saat. Tidak manfaat. Setiap topik yang dibahas dalam blog ini harus memiliki manfaat bagi pembacanya.

Mengutarakan manfaat juga tidak harus kaku dan serius. Nanti malah tidak sampai pesannya. Bagaimana caranya? Itu dia yang masih terus saya pelajari.

Jadi apa manfaat tulisan ini? Bahwa semua harus ada manfaatnya. Lah jadi mbulet begini. Rekursif.  hi hi hi.

Presentasi Tentang Blogging

Ini adalah blog tentang blogging. Rekursif. Ha ha ha. Seriously, pagi ini saya akan presentasi tentang bagaimana memanfaatkan blog untuk mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi.

blogging-2018

Sebetulnya sekarang masih berpikir apa-apa yang ingin saya sampaikan. Masih campur aduk dan belum tertata dengan rapih. Ada hal terkait dengan menulis, ngeblog, dan tentang topik yang akan ditulis.

Kemampuan menulis ternyata merupakan barang yang langka. Padahal kemampuan ini tidak dapat muncul dengan tiba-tiba. Dibutuhkan latihan yang rutin. Dahulu untuk melatih dan mendapatkan tanggapan (feedback) dari pembaca, kita harus mencari media. Surat kabar merupakan media yang memiliki pembaca sangat banyak, tetapi sulit untuk menembus surat kabar. Untuk hal yang lebih teknis, jurnal merupakan target media, tetapi ini lebih sulit lagi. Akibatnya kita kekurangan penulis yang handal.

Saat ini sudah ada blog seperti ini. Blog ini mudah digunakan dan murah (dan bahkan gratisan seperti yang ini). Pembacanya juga tidak terbatas. Siapapun yang memiliki akses internet merupakan potensi pembaca. Tinggal bagaimana kita membuat tulisan yang bagus sehingga banyak pembacanya.

Jadi apa lagi alasan untuk tidak berlatih menulis?

Memulai Perkuliahan Lagi

Hari ini sebetulnya sudah merupakan minggu kedua dari perkuliahan di ITB. Semester ini saya mengajar tiga (3) mata kuliah. Semuanya di bidang information security:

  • II3230 – Keamanan Informasi (Information Security)
  • EL5215 – Keamanan Perangkat Lunak (Software Security)
  • EL6115 – Secure Operation and Incident Handling

Ini potret yang saya ambil di kelas Keamanan Informasi minggu lalu.

ITB information security class 2018

Kelasnya dimulai pagi sekali, pukul 7 pagi. Ayo semangat! Semoga tetap bersemangat sampai akhir semester.