Tag Archives: Pendidikan

Dialektika

Dialektika (bisa juga “dialektik”) merupakan komunikasi dua arah. Secara teori ini merupakan hal yang biasa dan mudah. Namun pada kenyataannya ini merupakan hal yang sulit. Sangat sulit, bahkan.

Di dunia Timur, seperti kita di Indonesia (eh, kenapa kita masuk bagian Timur?), kebiasaan dialektika ini belum umum. Akibatnya, kemampuan untuk melakukan diskusi dua arah sangat terbatas. Kebanyakan orang ingin diberitahu (satu arah) dan kemudian tidak menjawab (namun ngedumel – he he he).

Masuk ke dunia maya atau dunia online. Wah, lebih parah lagi. Di dunia nyata kita masih bisa menyaksikan reaksi dari lawan bicara kita secara langsung. Dia mengerti? Tidak mengerti? Marah? Tertawa? Di dunia online, datar saja. Ada emoticons – itu gambar yang senyum atau ketawa – tetapi sangat terbatas sekali reaksi yang diberikan. Lambat pula reaksinya. Akibatnya dialektika melalui media online tidak terjadi. Yang terjadi adalah saling cela dan marah-marah.

Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyarankan untuk melakukan pengajaran tentang bagaimana menguasai (pemanfaatan) teknologi informasi ini. Jika ini dibiarkan, maka akibatnya menjadi liar. Sama seperti tidak mengajari orang untuk mengendarai motor dan tiba-tiba langsung diberi motor. Ngacolah dia mengemudikannya karena tidak tahu tanda-tanda lalu lintas dan tidak dapat mengerti pengendara lainnya.

Media sosial dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik dan juga dapat membuat kita menjadi marah-marah. Nah.


Konser Badai Pasti Berlalu + LCLR+

Bagi Anda, penggemar musik Indonesia, silahkan tonton konser Badai Pasti Berlalu, LCLR+, Yockie Suryo Prayogo berikut. Kali ini, konsernya digelar di Surabaya. Saya sudah nonton dua konser sebelumnya – di Jakarta dan di Bandung – dan komentar saya adalah luar biasa! Keduanya beda dan keduanya sama kerennya.

konser badai pasti berlalu

Bagi yang seumuran saya (baca: tua, ha ha ha), Badai Pasti Berlalu dan LCLR merupakan bagian dari perjalanan menikmati musik Indonesia. Ini merupakan salah satu tonggak musik Indonesia. Saya punya koleksi album-albumnya dalam bentuk kaset dan CD. Beli aslinya tentunya. Sayang sekali kasetnya sudah hilang. hik hik hik.

Bagi yang muda, ini adalah tempat belajar. Melihat bagaimana musik Indonesia melalui perjalanannya. Ini juga merupakan tempat untuk menurunkan ilmu bagi yang tua ke yang muda (proses mentoring) dan juga momen untuk kolaborasi. Meneruskan tongkat estafet. Salah satu kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.

Tiket bisa dipesan online di: konserbadaipastiberlalu.com

Jreng!


Kapan Belajarnya? Sekarang!

Kalau saya tanya berapa di antara Anda yang bisa bahasa pemrograman Java dan punya pengalaman 5 tahun? Jawabannya mungkin beberapa. Bagaimana dengan yang juga bisa bahasa Python dan sudah 5 tahun pengalamannya? Tambah kurang (dan bahkan kemudian tidak ada). Biasanya ada yang berkata (keras-keras atau dalam hati), saya belajar dulu ya pak. Yaaah telatlah. Begitu Anda selesai belajar, kebutuhannya mungkin sudah lain lagi. Anda mau mulai belajar lagi setelah itu?

Kebanyakan orang maunya belajar secara berurutan (sekuensial). Setelah belajar A, baru B, kemudian C. Masalahnya kalau itu dilakukan, untuk menguasai C berarti harus menunggu dulu meskipun sesungguhnya dia tidak harus menunggu A dan B.

Dalam kasus mahasiswa, umumnya mahasiswa sekarang mau kuliah dulu. Belajar hal-hal di luar kuliah akan dipelajari setelah lulus. Ini menurut saya salah besar! Ketika Anda masih menjadi mahasiswa, tidak ada tekanan (pressure) dari luar untuk menghasilkan uang. Ketika Anda sudah lulus dan kemudian mau belajar ini dan itu maka dunia (orang, keluarga, calon keluarga) akan bertanya-tanya, kapan Anda kerjanya? Kapan Anda menghasilkan uangnya? Padahal lapangan pekerjaan menuntut Anda sudah bisa ini dan itu. Kalau Anda masih jadi mahasiswa, setidaknya Anda masih bisa menggunakan kartu truf bahwa “saya masih mahasiswa”. Jadi ketika masih menjadi mahasiswa, belajarlah banyak hal secara paralel.  Saya tahu, ada banyak teori yang mengatakan bahwa kalau hal-hal dilakukan secara paralel maka hasilnya tidak bagus. Menurut saya, biar. Lebih baik menguasai yang banyak dulu tetapi 70% dibandingkan menguasai 95% tetapi satu. Nanti ketika Anda sudah bekerja baru bisa lebih fokus kepada satu atau dua hal. (Itupun nanti ada masalah lain yang membutuhkan kemampuan secara paralel, misal kemampuan management.)

Jadi kapan belajar ini dan itu? Sekarang!


Kesungguhan Belajar

Di lingkungan saya ada beberapa (banyak) kegiatan pembelajaran. Bentuknya bisa berupa kelas formal, mentoring, kursus (formal), training, workshop, sharing session, dan seterusnya. Topik-topik yang dibahasnya pun bervariasi, mulai dari teknis (coding, electronics, animasi) sampai ke bisnis. Namun akhir-akhir ini saya melihat adanya pola yang terjadi berulang-ulang.

Ketika saya mengadakan sharing session soal animasi (misalnya, padahal saya gak ngarti apa-apa soal animasi) maka kemudian ada yang komentar “pengen ikutan”, “kami diberitahu dong”, “adakan lagi”, dan seterusnya. Ini adalah komentar-komentar dari orang yang tidak  bisa hadir di acara tersebut. Okelah. Maka pada kesempatan berikutnya, saya adakan lagi. Hasilnya juga sama, orang-orang tersebut (kebanyakan malahan) juga tidak datang dengan segudang alasan (sibuk, hujan, tidak sempat, lupa, dan seterusnya). Pada intinya adalah mereka tidak serius sungguh-sungguh ingin belajar. Atau, kalau mau belajar pun harus sesuai dengan skedul / kondisi / mood / … mereka. Tidak ada perjuangan untuk belajar.

Jika Anda sungguh-sungguh ingin belajar, buatlah waktu. Ya harus mau repot. Kejarlah sumber ilmunya itu. Kalau perlu harus merangkak bergurupun lakukanlah. Katanya, “kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Jika ada guru yang baik, datangilah. Jangan minta dia yang mendatangi Anda. Yang butuh belajar itukan Anda. Carilah waktu guru tersebut. Tunjukkanlah kesungguhan Anda. (Luke Skywalker juga harus berguru jauh ke Yoda. Tokoh-tokoh [super]hero lainnya dan juga cerita silat juga demikan. Silihakan tuliskan contoh-contoh lainnya yang Anda ketahui di bagian komentar.)

Sementara itu, biasanya saya hanya dapat meringis membaca tulisan orang yang berkata “adakan lagi dong” atau “beritahu kami kalau ada lagi”.


Kuliah di IndonesiaX

Horeee … kuliah saya – information security – sudah tersedia di IndonesiaX. Silahkan kunjungi dan ikutan.

indonesiax-information-security


Memeriksa Ujian

Ini adalah waktunya para dosen berkeluh kesah; waktunya memeriksa ujian-ujian dan tugas mahasiswa. Tentu saja, termasuk saya. hi hi hi.

BR periksa tugas mhs

Yang susah dari memberi nilai adalah memberi rasa keadilan. Mahasiswa yang sudah bekerja keras dan cerdas, mestinya nilanya lebih baik daripada mahasiswa yang malas dan kurang berprestasi. Begitu kan?

Berilah kami dukungan dan doa agar cepat selesai menilai ujian dan tugas-tugas sehingga bisa cepat memasukkan nilainya. Bagi yang nilainya kurang baik, semoga ini menjadi pelajaran untuk tidak diulangi lagi.


Desain Masih di Kepala

Sebetulnya saya ingin menceritakan tentang masalah (program) yang saya hadapi, tetapi untuk menuliskannya saja membutuhkan banyak waktu. Ada banyak detail yang harus diuraikan untuk menghindari salah paham. Akhirnya selalu tidak sempat saya tuliskan dalam blog ini.

Singkatnya begini. Saya punya banyak makalah hasil tugas mahasiswa dalam bentuk elektronik (soft copy). Makalah-makalah tersebut ingin saya online-kan, lengkap beserta informasi mengenai nama pengarangnya (sang mahasiswa), judul makalahnya (dan kadang ada beberapa versi / revisi), dan link kepada makalahnya sendiri (yang boleh beberapa versi itu). Dahulu ini semua saya lakukan secara manual. Satu persatu. Maklum, dulu masih sedikit. Nah sekarang sudah lebih dari 1000 buah. Repot kalau dikerjakan satu persatu. Mau saya otomatisasikan. Inilah masalahnya.

Desain untuk hal ini sudah ada di kepala, tetapi untuk menuangkannya ke kertas masih belum sempat. Biasanya memang harus saya corat-coret di kertas juga sih. Ini belum sempat saja.

Kalau dalam kondisi sekarang, ya tulisan yang muncul hanya seperti ini dulu. Malah menimbulkan banyak tanda tanya, bukan?


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.730 pengikut lainnya