Pemanfaatan Virtual Reality Dalam Desain Mobil

Melanjutkan cerita tentang perjalanan saya ke tempat desain mobil Ford di Melbourne yang tertinggal, kali ini saya akan menceritakan tentang pemanfaatan virtual reality dalam desain mobil. Sesungguhnya mungkin ini alasan utama mengundang saya ke sana, karena bidang saya yang terkait dengan teknologi informasi.

Setelah melihat SYNC2, kami pindah ke ruangan demo pemanfaatan VR untuk mendesain mobil. Nama labnya adalah Ford’s Immersive Vehichle Environment (FIVE). Di situ seorang desainer (atau juga pembeli mobil) dapat menggunakan sebuah peralatan yang dipasang di kepala – head mounted display, yang dugaan saya adalah produk Occulus Rift. Setelah dipasang, maka dia akan seperti berada di sebuah ruangan dengan sebuah mobil.

Dalam contoh yang kami coba, kami seakan-akan menginspeksi sebuah mobil yang baru didesain. Kami dapat melihat dashboardnya, melihat ke sekeliling, bahkan kami dapat “turun dari mobil” dan menginspeksi bawah mobilnya. Kami juga mencoba membuka kap mesin dan melihat mesin dari mobil tersebut. Desain warna mobil juga dapat diganti. Jadi kita bisa melihat kalau warna mobilnya biru metalik dengan latar belakang sunset cocok tidak. (Lingkungan sekitar juga dapat diubah-ubah; mau perkotaan, pantai, dan seterusnya.) Keren kan. Sebelum mobil betul-betul dibuat, mereka dapat melakukan perubahan terhadap desain sehingga dapat menghemat biaya.

IMGP0148 FiVE 1000

Foto di atas menunjukkan situasi di labnya. Kami dapat melihat apa yang dilihat oleh sang pengguna melalui layar lebar yang terpasang di dinding. (Aris Harvenda sedang mencoba, sementara Indra dari Dapurpacu.com sedang mengamati.)

Dari sisi komputasi, karena semuanya dilakukan secara 3D dan real-time, pasti tinggi sekali. Saya tidak tahu berapa besar kemampuan komputasi yang mereka miliki. Setahu saya, lab ini juga terhubung dengan lab-lab lainnya. Entah apakah CPU dari berbagai mesin di lab lain juga digunakan secara bersama-sama atau mereka hanya menggunakan CPU yang ada di tempat itu saja.

Menggunakan VR itu butuh penyesuaian. Agak bingung awalnya. (Bahkan di video-video yang saya lihat di internet, penggunaan VR itu bisa bikin pusing penggunanya sampai jatuh.) Sayangnya saya hanya sempat mencoba sebentar karena harus bergantian dengan yang lainnya. Cukup puaslah melihat teknologi yang ada di Ford ini.

Perlakuan Tidak Adil Mizone di Bandung Car Free Day

Seperti biasa, hari Minggu kami bersiap-siap untuk buka lapak toko kami di Bandung Car Free Day. Tempat kami di depan bank Muamalat, dekat dengan SMAN1.

Namun pagi ini ternyata kami tidak boleh berada di tempat tersebut oleh seseorang dari Mizone. Saya tanya kenapa. Katanya akan ada acara senam di depan SMAN1 Bandung dan pak Walikota Bandung, Ridwan Kamil – atau dikenal juga dengan nama Kang Emil, akan datang mengikuti senam yang mereka adakan itu.

Karena tidak mau ribut dan menghargai kang Emil, saya mengalah dan memasang banner kami jauh dari jalan. Saya kemudian menanyakan kepada rekan-rekan apakah benar memang kang Emil mau datang ke acara itu? Hasil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman di Bandung Smart City Forum, ternyata kang Emil tidak ada acara ke sana. Nah lho. Jadi panitia ini mencatut nama Kang Emil? (Oh ya, pencatutan nama kang Emil ini sudah saya laporkan ke lapor.ukp.go.id)

Yang saya tidak terima adalah mengapa Mizone (sebagai perusahaan besar) mengusir para pedagang kecil (yang protes ke saya; ada penjual juice, minuman, dll.) dari tempat itu. Sementara mereka sendiri berjualan produk mereka??? Apakah ini adil? Mereka juga mengambil seluruh bagian jalan Dago yang menuju ke atas (di depan SMAN1) untuk acara mereka. Di mana letak keberpihakan kepada usaha kecil? Saya sendiri yang menjalankan usaha kreatif ikut terusir.

Ini gambar seorang petugas (entah dari mana) yang melarang pedagang masuk ke daerah di depan SMAN 1. Tadinya mau saya tanya dia dari mana dan mana surat tugasnya.

IMG_6319 body guard 1000

Saya bersabar saja dan tidak mau bikin ribut. Mosok saya harus bilang bahwa saya ini calon menteri – yang menolak. ha ha ha. Atau saya bilang bahwa saya adalah wakil ketua Bandung Smart City? Atau pakai atribut-atribut lain? Di sana, saya memakai topi saya sebagai orang kecil – agar saya dapat merasakan bagaimana sesungguhnya menjadi orang kecil. (Blusukan incognito?)

Akhirnya saya duduk di pinggir jalan dan melakukan marketing seperti biasa. Sementara itu pedagang lain tidak berani dan mereka menjauh atau malah gagal membuka lapak. Salah seorang bahkan mengeluhkan bahwa dia tidak dapat berjualan hari itu. Terusir. Dia berkata harusnya dia mendapat kompensasi. Saya dapat merasakan kegundahannya.

[biasanya di sebelah kami ada lapak bapak yang jualan mainan binatang dari plastik / karet seperti ini, tetapi tadi tidak ada. entah dia pindah ke mana.]

IMG_5985 lapak 1000

Seharusnya tidak apa-apa para pedagang kecil itu ikut berjualan di tempat biasanya. Toh ini namanya berbagi bersama. Tidak ada hak perusahaan besar lebih besar dari hak pedagang kecil. Itu tidak adil. Mengapa harus over acting seperti ini. (Jika ada rekan-rekan yang kenal dengan pimpinan Mizone, tolong beritahu ya. Tegur panitianya / korlap acaranya.)

Sebagai seseorang yang tadinya penggemar Mizone, saya sekarang berhenti beli Mizone ah.

Update: Tadi sore (22 Oktober 2014), organizer acara (dari Jakarta dan partnernya yang di Bandung) dan saya bertemu. Kami membahas mengenai kasus ini. Seharusnya memang ada sosialisasi terhadap para penjual yang berada di area tersebut 2 minggu dan 1 minggu sebelum acaranya. Kemudian ada kompensasi bagi pedagang yang ada di situ. Hal ini nampaknya kurang tereksekusi dengan sempurna. Hal lain, saya mengusulkan agar di kesempatan lain mereka tidak melakukan pemisahan diri dengan masyarakat (pedagang) lainnya. Toh para pedagang ini bukan kompetitor dari mereka dan juga tidak mengganggu. (Contoh: di depan hotel Regency juga ada acara senam bersama tanpa perlu mengalienasi pedagang lainnya.) Perlu dipikirkan lagi setingannya. Di tempat lain, yang luas, mungkin bisa dibuat pembatasan tetapi di Bandung CFD tidak bisa karena menghabiskan jalan, membuat choke point, serta membuat pemisahan. Harus dapat berbagi dengan para pedagangan lainnya. Ini adalah tempat bersama. Begitu.

Topik Hari-hari Ini

Singkat katanya, sibuk! Mulai dari hari Minggu, saya sudah sibuk dengan acara musik dan entrepreneurship. Hari Senin, saya di seminar berbicara tentang creative industry. Hari ini, Selasa, saya berbicara tentang cloud computing (security). Topik yang bervariasi.

Sampai rumah sudah mendekati tengah malam. (Sekarang pukul 23:15 dan tadi keluar dari rumah pukul 6:00an. 17 jam sudah di jalan.) Ngeblog sebentar. Besok urusannya adalah network security dan mentoring entrepreneurship. Busyet deh sibuknya. Maka dari itu ngeblog ini tidak boleh panjang-panjang supaya saya segera bisa tidur. Besok – mudah-mudahan kalau gak sibuk lagi wk wk wk – bisa ngeblog yang lebih panjang dan lebih bernas.

z z z

Pendiri Facebook Ada di Indonesia

Ini sebetulnya bukan berita yang super baru karena mungkin Anda sudah membacanya di beberapat tempat yang lain. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berada di Indonesia sebagai bagian dari kegiatan internet.org. Salah satu acaranya adalah menemui pak Joko Widodo (Jokowi).

Yang menarik bagi saya dari acara ini adalah potret-potretnya. Salah satu potret yang membuat saya senyum-senyum adalah potret Jokowi mengajak Mark Zuckerberg (MZ) ke Tanah Abang. hi hi hi. Mark dibawa blusukan. Gak tahu juga apa dia nawar celana (jeans?) yang ditunjukkan oleh Jokowi kepadanya. ha ha ha. MZ juga termasuk orang yang sederhana dalam berpakaian.

10661930_327779680762500_680710807921295018_o

Sebelum ke Jakarta, Mark Zuckerberg ke Yogyakarta dulu. Tentunya salah satu obyek wisata yang dia kunjungi adalah Borobudur. Yang menarik adalah di sana ada turis-turis yang tidak kenal siapa itu MZ dan minta tolong kepada MZ untuk memotret mereka. Jadilah si MZ ini fotographer abal-abal. ha ha ha. Bagusnya adalah dia mau saja. Ini dia potretnya.

zuckerberg as photographer

Seru juga ya. Harusnya MZ ke Bandung. Kalau saja dia ke Bandung, saya ajak jalan-jalan seputar Bandung dan Lembang. Akan saya ajak juga lihat Tangkuban Perahu. Terus kami bisa ngobrol soal Internet dan Facebook (yang mulai menurun menurut saya). Eh, tapi biar sajalah dia menikmati liburan dan tidak membicarakan soal kerjaan. Have fun.

Inikah Cita-citamu? Menjadi PNS?

IMG_6173

[tanda ini saya potret tadi pagi di kampus ITB]

Belum pernah saya mendengar anak kecil yang bercita-cita menjadi PNS ketika dia masih kecil. Dalam perjalanan hidupnya, menjadi semakin tua, ada banyak yang kemudian bercita-cita menjadi PNS. Sesungguhnya, kebanyakan ini adalah cita-cita orang tuanya.

Apa yang dicari dari menjadi PNS? Pensiun. Ah, realitasnya dana pensiun tidak cukup untuk sekadar bisa hidup di hari tua. Sudah banyak cerita PNS yang hidupnya terlunta-lunta. Pensiun tidak seperti dulu lagi. Saya tidak menyalahkan untuk menjadi PNS. Yang saya salahkan adalah alasannya. Maka dari itu, apakah ini cita-citamu?

Acara Toko Musik Digital: Insan Music Store

Bagi Anda yang ingin mengetahui toko musik digital kami, Insan Music Store, silahkan hadir di acara kami yang akan diselenggarakan.

Minggu, 12 Oktober 2014

Tempat: Krang Kring Cafe (Jl. Ciliwing, Bandung)

Bagi band-band atau artis-artis yang ingin memasukkan lagu-lagunya ke toko musik digital kami, silahkan langsung hadir di sana dengan membawa lagu-lagunya. Ditunggu …

Flyer Insan Music

Siapkah Berkorban?

Kemarin adalah hari Idul Adha. Berkurban adalah topik utamanya. Namun yang menjadi sorotan kalau di kita adalah kurban domba dan sapi. Bagi sebagian orang, ini hal yang tidak terlalu sulit meskipun harganya sudah mahal. Bagi sebagian besar lagi, harga ini sudah tidak terjangkau.

Bagaimana dengan pengorbanan yang dilakukan oleh nabi Ibrahim (as)? Beliau diminta untuk mengorbankan sesuatu yang sangat berharga, anaknya. Sungguh sangat sukar untuk dibayangkan betapa sulitnya.

Bagaimana kalau kita diminta untuk mengorbankan sesuatu yang (paling) berharga bagi kita? Relakah? Coba pikirkan benda yang paling berharga yang Anda miliki – mungkin handphone, komputer, mobil, rumah, dan seterusnya. Relakah Anda mengorbankannya? Padahal ini hanya benda lho.

Nah, sekarang yang mungkin “mudah”. Maukah Anda berkorban ego? Tidak mau menang sendiri. Berempati kepada orang. Ini semestinya tidak sulit, tetapi nampaknya masih banyak yang tidak sanggup mengorbankan ego. Padahal hanya ego saja. Wah.

Bandung Kota Cerdas?

Kemarin sore kami mengadakan pertemuan rutin terkait dengan program “Bandung Smart City”, Bandung Kota Cerdas. Ada banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah tentang persepsi orang terhadap kota Bandung.

Kalau menurut Anda, kota Bandung itu kota apa ya? Misalnya, kota Bandung itu mengingatkan Anda tentang apa? Fashion? Kuliner? Pendidikan? Atau apa ya? Apakah menurut Anda, Bandung itu kota cerdas? (Dengan definisi cerdas yang bebas.)

Kalau menurut Anda, kota-kota di Indonesia yang dapat disebut kota cerdas juga apa ya?

Entrepreneurship: Mentoring

Salah satu cara untuk mengajari entrepreneurship adalah melalui mentoring. Ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang belum terkodekan dalam bentuk tulisan (atau video). Masih banyak pengetahuan dan pengalaman ini yang terekam dalam kepala orang yang bersangkutan. Tacit. Itulah sebabnya metoda mentoring dirasakan cukup efektif.

Kemarin saya menjadi mentor beberapa mahasiswa entrepreneurship – sekolah bisnis dan managemen ITB. Topik yang kami bahas kemarin adalah marketing. (Mengenai topiknya kapan-kapan saya tuliskan.) Ini foto di akhir mentoring.

IMG_6145 mentoring

Saya jadi teringat sebuah foto yang berisi venture capital dan beberapa pendiri (founder) beberapa startup yang didanai oleh VC tersebut. Keren banget. Semoga foto ini juga dapat jadi foto bersejarah karena mereka sukses dengan startups-nya. Aaamiiin.

Link terkait …

  • Syncosta: statistics
  • Patiama: modern Indonesian motif fashin
  • Arthurapple: marketing and advertising
  • Mobydick: Point of Sale
  • Sampeyan Motor: motorcycle sparepart & accessoris
  • Pedstreat: juice …

Kadal

jika aku menjadi kadal
maka aku ingin menjadi kadal yang manfaat
bukan kadal yang kerjanya meng-kadal-i orang

jika aku menjadi kadal
akan kutangkapi serangga yang mengganggu manusia
sehingga meng-kadal-i justru disukai

jika aku menjadi kadal
aku kadal yang bersendal
karena aku bukan begundal

jika engkau menjadi kadal
apa yang akan kau perbuat?

Menjadi Manusia Yang Manfaat

Menjadi manusia 3.0 adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat manusia. Apa kontribusimu kepada humanity?

Saya sedang mendengarkan lirik lagu “Malaria” karangan (alm) Harry Roesli. Maukah Anda menjadi nyamuk? Bukan sekedar nyamuk saja, tetapi nyamuk malaria. Yang bikin masalah bagi banyak orang. Itukah Anda?


Apakah kau se ekor monyet
Yang hanya dapat bergaya
Kosong sudah hidup ini

Lanjutkan saja hidup ini
Sebagai nyamuk Malaria

Saya ingin jadi manusia. Saya tidak ingin jadi nyamuk. Bukan hanya jadi manusia saja, tapi manusia yang manfaat bagi umat manusia. Aaamiin.

 

Gagal Ngeblog (part x)

Ini sebagai ungkapan maaf saya karena tidak berhasil ngeblog dalam beberapa hari terakhir ini. Dalam beberapa hari terakhir ini, saya harus bangun (terlalu) pagi untuk menyiapkan kegiatan hari itu. Biasanya kegiatan ini mulai pukul  7 pagi. Sementara itu malamnya kegiatan saya baru selesai lewat pukul 22. (Sebagian dari malam harus saya gunakan untuk menyiapkan materi keesokan harinya.)

Yang lebih seru, ini semua berlangsung sampai ke akhir pekan (weekend) juga. Tadi pagi – ini hari Minggu – saya juga harus hadir di Bandung Car Free Day. Pukul 6 pagi saya harus sudah mulai loading barang-barang ke mobil dan menuju tempat. Lumayan juga capeknya.

Akibatnya, saya tidak sempat ngeblog. Maap. Punten. Sorry.

Menulis Adalah Menginspirasi

Jika tulisan satu paragraf dapat menginspirasi banyak orang, maka mungkin tulisan itu lebih baik dari buku yang sekedar dipenuhi dengan untaian kata tanpa makna.

Tentu saja ini mungkin alasan bagi orang yang tidak pandai memilih dan menguntai kata. Yaaa, seperti saya begitulah. hi hi hi.

(Tulisan ini terinspirasi dari buku kami yang terlihat sangat tipis. Nah, sekarang saya sedang berusaha untuk membuatnya lebih tebal dan mungkin mengalami kegagalan dalam melakukannya. Biarlah dia tetap tipis kalau memang dia harus tipis.)

Kode: Menampilkan Basis Bilangan 10, 2, 8, dan 16

Kuliah “Pengantar Teknologi Informasi” hari ini menjelaskan tentang basis bilangan. Manusia terbiasa dengan basis bilangan 10 atau desimal. Sementara itu, komputer bekerja dengan basis bilangan dua atau biner. Untuk memperjelas dan memberikan contoh bilangan yang sama tetapi ditampilkan dalam basis yang berbeda, saya buat skrip (perl) yang sederhana.

Berikut ini adalah skripnya. (Catatan: saya menuliskannya dengan pakem bahasa C.

#! /usr/bin/perl
# a simple counter to show numbers in 
# decimal, binary, octal, and hex
# Budi Rahardjo - br-paume.itb.ac.id - rahard
# 2014
$n=128;
print "decimal - binary - octal - hexadecimal\n";
print "========================================\n";

for ($i=0; $i <= $n ; $i++) {
   $decimal = sprintf("%04d", $i);
   $binary = sprintf("%08b", $i);
   $octal = sprintf("%08o", $i);
   $hex = sprintf("%08x", $i);
   print "$decimal - $binary - $octal - $hex\n";
   sleep 1; # pause for a second to enjoy the output 🙂
}

Jika dijalankan, potongan hasilnya seperti ini (sesungguhnya dia berjalan sampai mencapai 256):

decimal - binary - octal - hexadecimal
========================================
0000 - 00000000 - 00000000 - 00000000
0001 - 00000001 - 00000001 - 00000001
0002 - 00000010 - 00000002 - 00000002
0003 - 00000011 - 00000003 - 00000003
0004 - 00000100 - 00000004 - 00000004
0005 - 00000101 - 00000005 - 00000005
0006 - 00000110 - 00000006 - 00000006
0007 - 00000111 - 00000007 - 00000007
0008 - 00001000 - 00000010 - 00000008
0009 - 00001001 - 00000011 - 00000009
0010 - 00001010 - 00000012 - 0000000a
0011 - 00001011 - 00000013 - 0000000b
0012 - 00001100 - 00000014 - 0000000c
0013 - 00001101 - 00000015 - 0000000d
0014 - 00001110 - 00000016 - 0000000e
0015 - 00001111 - 00000017 - 0000000f
0016 - 00010000 - 00000020 - 00000010
0017 - 00010001 - 00000021 - 00000011
0018 - 00010010 - 00000022 - 00000012
0019 - 00010011 - 00000023 - 00000013

Saya kemudian dapat menjelaskan kepada mahasiswa contoh-contoh bilangan dalam beberapa basis. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat.