Pidato, Debat, Presentasi, dan hal-hal terkait

Mumpung pas sedang ramai dibicarakan soal pidato dan debat dalam rangka pemilihan presiden maka saya angkat topik ini. Topik ini sebetulnya sudah banyak saya bahas – terutama di kelas – dalam kerangka presentasi, tetapi akan saya bahas kembali di sini.

Banyak orang yang mempertanyakan ketika salah satu pasangan calon (eh, atau bahkan semua) melakukan latihan pidato atau debat (atau dalam tulisan ini saya akan gunakan istilah “presentasi” secara umum). Konotasinya negatif. Justru saya malah melihat bahwa kebanyakan orang KURANG latihan presentasi. Termasuk para paslon itu kurang latihan presentasi. Ha ha ha.

Salah satu modal utama dari kebagusan presentasi adalah latihan. Ini merupakan bagian dari persiapan. Berapa kali Anda mencoba latihan mempresentasikan materi Anda? Satu atau dua kali? Saya usulkan 40 kali! Sebanyak itu? Iya, sebanyak itu. Kalau hanya sekali atau dua kali, itu masih jauh dari siap.

Orang-orang yang presentasinya bagus-bagus, termasuk Steve Jobs, berkali-kali mencoba presentasinya. Bukannya mereka tidak bisa, tetapi untuk membiasakan dengan materi tersebut. Excellence is not an act, but a habbit.

Oh ya, saya sering latihan presentasi karena terpaksa. Dalam satu bulan biasanya saya sedikitnya memberikan dua presentasi. Kadang kala ada dua presentasi dalam seminggu, sehingga totalnya 8 presentasi dalam sebulan. Dalam setahun, tinggal dikalikan saja, ada 96 kali presentasi. Itu belum termasuk mengajar 4 mata kuliah yang mana setiap minggu saya harus presentasi antara 4 sampai 8 kali. Satu bulan saya harus presentasi 12 sampai 30 kali. Satu tahun ada 300 kali presentasi. Dikalikan 10 tahun saja (padahal saya sudah mengajar lebih dari 20 tahun), maka ada 3000 kali saya presentasi yang sudah saya lakukan. Dan saya masih menghargai latihan presentasi.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda berlatih melakukan presentasi? Apakah Anda masih akan mencela latihan presentasi?

Iklan

Lomba Pemrograman (IoT)

Internet of Things (IoT) sedang ramai dibicarakan. Salah satu pemanfaatan yang paling mudah dilakukan dengan IoT adalah untuk memantau temperatur, kelembaban, dan hal-hal yang terkait dengan lingkungan (cuaca? weather).

Di Bandung, kami sudah memasang beberapa (banyal) sensor yang terkait dengan cuaca ini. Weather sensors. Target awalnya adalah tersedia 150 sensor yang tersebar di kota Bandung. Data dari sensor-sensor tersebut kami kumpulkan dalam sebuah basis data. Nah, sekarang data tersebut kami buka.

Kami mengajak semua untuk mengembangkan aplikasi terkait dengan data cuaca tersebut dalam sebuah lomba. HackBDGWeather. Hackathon ini sekarang sudah dibuka dan kami menunggu proposal-proposal (ide-ide) dari Anda sekali. Silahkan kunjungi situs webnya di

https://hackathon.cbn.id


Ayo ramaikan. Kami tunggu proposalnya ya. Ditunggu sampai tanggal 15 Januari 2019.