Tag Archives: presentasi

5 Hari 5 Presentasi

Beberapa hari terakhir ini jadwal saya lumayan padat. Setiap hari harus memberikan presentasi. Itu dengan topik yang berbeda-beda lho. Luar biasa muter otak. (Padahal selain itu ada juga kuliah yang harus saya berikan pada hari-hari itu. Ini juga perlu persiapan dan juga menjelaskan di depan kelas.)

Mau menuliskan tentang presentasinya juga tidak sempat karena waktu yang ada saya gunakan untuk menyiapkan materi presentasi tersebut. Memangnya materi presentasi bisa jadi dengan sendirinya? hi hi hi.

Sementara itu dulu. Masih ada 1 presentasi lagi yang belum saya buat materinya. ha ha ha.


Aspek Kejutan Dalam Presentasi

Setiap sebelum memberikan presentasi, selalu saya diminta untuk memberikan materi presentasi. Bagi saya sebetulnya ini tidak masalah karena umumnya materi presentasi ini saya upload ke web saya (budi.rahardjo.id). Jadi saya tidak punya masalah berbagi materi. Yang saya punya masalah adalah membagikan meteri sebelum presentasi.

Membagikan materi sebelum presentasi mengurangi aspek kejutan (surprised) dalam presentasi. Ada hal yang lucu dan penting menjadi garing dan basi jika pendengar sudah melihat (membaca) materi presentasinya.

Jadi solusinya bagaimana? Solusinya adalah saya membuat dua versi presentasi. Versi singkat yang saya berikan ke panitia dan versi yang akan dipresentasikan (yang berisi kejutan-kejutan). he he he.

Semoga terkejut …


Improvisasi Presentasi

Salah satu aspek dari memberikan presentasi adalah improvisasi. he he he. Ini terjadi mana kala situasi membutuhkan aksi yang drastis.

Tadi pagi, saya memberikan presentasi di acara Big Data. Masalahnya adalah pergantian slide diatur oleh panitia. Biasanya saya mengganti slide sendiri sebagai bagian dari teknik presentasi saya. (Ini cerita lain, tapi bagi yang sudah pernah mendengarkan teknik presentasi saya tentu tahu trik itu.) Yang lebih “menarik” lagi adalah tim yang menggerakkan slide berada di bagian lain dari ruang presentasi. (Ceritanya alat sorot – mau disebut infocus kok nyebut merek – tidak jalan pas acara mau mulai. Panitia harus berimprovisasi.) Tambahan lebih menarik lagi tim ini tidak dapat mendengarkan suara presenter. Maka pusinglah sang presenter.

Setelah melihat situasi ini dan melihat beberapa usulan, saya mengusulkan kepada tim slide bahwa kalau saya mau memajukan slide maka saya menggerakkan tangan kanan saya seperti meng-slide (atau malah seperti melambaikan tangan). Kalau mau mundur slidenya, saya menggunakan tangan kiri. Tujuannya adalah tim slide bisa melihat gerakan saya dan tidak perlu mendengarkan apa kata saya, yang memang tidak dapat mereka dengar.

Sukses! hi hi hi. Memang presenter harus siap-siap dengan improvisasi.

Acaranya sendiri keren. Sayang sekali saya tidak sempat mengunjungi semua booth yang ada.


Materi Presentasi Diperiksa Dahulu

Salah satu pekerjaan saya adalah memberikan presentasi. Mungkin malah ini pekerjaan utama saya. hi hi hi. Umumnya saya sangat bebas dalam memberikan presentasi, tetapi ada beberapa klien yang kadang minta draft materi presentasinya dahulu. Biasanya yang gini adalah perusahaan besar. Mungkin untuk memastikan materinya cocok? Atau tidak percaya kepada kemampuan pembicara untuk memberikan topik tersebut? Mungkin mereka pernah terkecoh sebelumnya? Atau bagaimana?

Bagi saya sebetulnya hal ini merupakan hal yang agak sulit. Pertama karena saya harus membuat materi jauh hari sebelum hari h-nya. Padahal kebiasaan saya adalah membuat materi mepet sebelum hari h-nya. hi hi hi. I work better under pressure. Kalaupun materi dibuat jauh hari, pas mendekati hari h-nya saya ubah lagi. hi hi hi.

Hal kedua, ada beberapa hal yang ingin saya buat suprise pada presentasinya. Kalau ini sudah disampaikan sebelumnya, ya tidak menarik lagi. Atau bagian ini mungkin tidak perlu saya tampilkan dalam versi draft-nya ya?

Sekarang sedang membuat materi presentasi. ihik.


Membuat Slide Presentasi

Baru selesai membuat slide materi presentasi. Fiyuh. Saya sadar bahwa membuat slide presentasi itu tidak mudah. Maksudnya adalah slide presentasi yang enak (indah) untuk dilihat dan tentunya mudah dimengerti.

Kebanyakan orang membuat materi presentasi asal-asalan. Pokoknya asal memenuhi syarat administratif saja, yaitu asal poin-poinnya nampak di materi presentasinya. Mereka tidak mempertimbangkan kata-kata yang digunakan.

Desainnya pun asal-asalan. Yang saya maksud dengan asal-asalan adalah yang terlalu banyak animasi atau gambar yang malah membuat bingung. Kalau isi dari presentasi kosong melompong, biar didesain bagus pun tetap akan kosong melompong. he he he.

Ada banyak tempat untuk melihat contoh-contoh slide yang bagus, misalnya Slide Share. Untuk yang di Indonesia ada presentonomics.


Seni Teknik Presentasi

Tadi saya mencoba menjabarkan teknik presentasi yang saya ketahui. Saya sampaikan “seni” (the art) dari presentasi. Saya gunakan kata seni karena saya belum yakin apa yang saya jelaskan dapat dikategorikan kepada ilmu :)  Jadi saya gunakan seni dulu saja.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan presentasi. Yang pertama adalah presentasi bukan pameran. Jadi pendengar tidak hanya sekedar menonton, seperti halnya pada pameran lukisan, misalnya. Pada presentasi yang bagus seharusnya terjadi dialog, baik secara verbal maupun secara telepati. he he he.

Yang kedua, ketika kita memberikan presentasi, kita harus hadir dalam presentasi tersebut. Maksudnya hadir di sini bukan secara fisik berada di tempat, tetapi secara emosi ikut terlibat dalam presentasi tersebut. Mungkin “immerse” kata yang lebih tepat. Kita masuk ke dalam presentasi kita.

Dan seterusnya. Lho kok? Iya, saya rapikan materi presentasi saya dulu. Nanti saya upload dan link-nya akan saya berikan di sini. Tulisan ini hanya sekedar iming-iming dulu. hi hi hi.


Salah Presentasi (Mahasiswa)

Dalam penjurian APICTA, saya duduk menjadi juri di bagian proyek mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Asia Pasifik. Berbagai hasil karya mahasiswa dipresentasikan; mulai dari desain web, games, sampai robot dan aplikasi embedded system lainnya. Hasil karyanya sebagian besar bagus-bagus. Masalahnya adalah dalam presentasi mereka.

Sebagian besar, atau malah boleh dikatakan hampir semua, peserta mengalami masalah dalam presentasinya. Yang paling sering terjadi adalah salah arah (misguided). Saya ambil contoh agar lebih jelas saja. Mahasiswa mempresentasikan topik keamanan dalam berkendaraan (atau kendaraan yang memiliki fitur keamanan), yaitu mendeteksi kalau pengemudinya mabuk atau lelah. Salah satu hal yang mereka lakukan adalah mengamati jalan dan membantu mobil mengamati jalannya. Untuk itu mereka harus membuat sebuah jalur. Path finder, kira-kiranya.

Sebetulnya inovasi mereka adalah pada ide, algoritma, dan trik dalam membuat jalur tersebut. Semestinya ini yang mereka tampilkan. Fokus. Namun mahasiswa mempresentasikan bahwa sistem mereka membantu keamanan pengendara. Pada presentasinya pun tidak dijelaskan kaitan antara path finder mereka dengan keamanan. Jadi mereka lebih banyak cerita kepada konteks, tetapi tidak pada inovasi mereka sendiri. Padahal yang dinilai adalah inovasi mereka.

Ada banyak contoh lain yang serupa. Mungkin mahasiswa ini ketakutan karyanya dianggap kecil efek atau manfaatnya? Padahal justru  yang kecil-kecil, tetapi cerdas (clever), inilah yang menarik dari karya mahasiswa. Kita tahu bahwa mereka tidak akan membuat produk yang setingkat dengan kualitas buatan perusahaan. Di sisi lain, kita juga sadar bahwa seringkali mahasiswa menemukan ide yang lebih cerdas dari perusahaan. Coba saja kalau sang mahasiswa fokus kepada inovasinya…

Begitu oleh-oleh dari penjurian kali ini.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.769 pengikut lainnya