Tag Archives: Prosa

Koran Setiap Hari

Koran hari ini dan kemarin sama isinya
Koran hari esokpun tidak jauh berbeda

Berita seperti itu yang selalu muncul
Cara penyampaiannya pun selalu tumpul

Engkau seharusnya menjadi pembawa berita
Kejujuran yang tidak manipulatif atau tendensius
Bukan untuk mengejar rating atau jumlah klik

Koran hari ini adalah koran setiap hari
Hanya perlu kau baca sekali-sekali


(Manusia Langka) Rasa Hormatku

kepadamu
kusampaikan
rasa hormatku padamu

     engkau adalah manusia langka
yang pantas kuhormati

tutur katamu
perilakumu
hatimu

     engkau adalah manusia langka
yang pantas kuhormati

usia bukan ukuran
gelar bukan jaminan
apalagi golongan

     engkau adalah manusia langka
yang pantas kuhormati

sekali lagi
kusampaikan
rasa hormatku padamu


Fakta Khayalan

Bermula dari fakta khayalan
Muncul cerita rekaan
Membakar emosi kerumunan

Tak sedikitpun kau menyesal
Telah membuat orang kesal
Membuat kebencian masal

Jangan tersinggung kawan
Karena ini hanya fakta khayalan


We Are All … (superheroes)

We are all … superheroes
Trying to make ends meet
When everything seems to be dark
(is there a light at the end of the tunnel?)

We are all … superheroes
Trying to support our families
When nobody seems to care
(are you there? … are you there? … are you there?)

We are all … superheroes
Trying to make changes in our society
When everybody just talks
(and talk … and talk … and talk)

We are all .. superheroes
Learning to fly
Together …


Dosa Tombol “Share”

wahai tombol “share”
berapa banyak berita bohong dan fitnah
yang berhasil kau sebarkan?

bagaikan setan,
kau ajak manusia untuk berbuat dosa
dengan hanya sekedar menekan dirimu

kubacakan doa-doa
agar kau menjauh dari umat manusia


Kadal

jika aku menjadi kadal
maka aku ingin menjadi kadal yang manfaat
bukan kadal yang kerjanya meng-kadal-i orang

jika aku menjadi kadal
akan kutangkapi serangga yang mengganggu manusia
sehingga meng-kadal-i justru disukai

jika aku menjadi kadal
aku kadal yang bersendal
karena aku bukan begundal

jika engkau menjadi kadal
apa yang akan kau perbuat?


Tulisan Yang Tidak Selesai

Memiliki tulisan yang tidak selesai – eh, belum selesai – mungkin bukan masalah saya sendiri tetapi masalah umum bagi penulis. Apa yang dilakukan oleh para penulis terkenal dalam menghadapi hal ini ya?

Saya sih mengabaikannya. Kalau tidak selesai, ya tidak selesai. Hilang. Poof. Dissapear. Kalau memang tulisan itu layak untuk tayang, dia akan muncul kembali. Bahwa dia akan hadir melalui jemari saya atau orang lain, itu persoalan lain. Itu masalah keberuntungan saja. Itu masalah perang ego.

Yang membuat saya kesal adalah saya merasa potongan tulisan – atau bahkan sekedar potongan ide – luar biasa bagusnya. Bukan hanya sekedar pantas untuk dibagi, tetapi *harus* dibagi. Hanya saja dalam bentuknya yang potongan tersebut maknanya masih belum terkumpul secara sempurna. Ide yang ada di kepala saya tidak sampai kepada pembaca. Eh, bukankah itu hal yang bagus juga? Interpretasi yang berbeda merupakan hal yang menarik juga.

[contoh potongan prosa; unfinished poem?]


people are afraid of fading away

but, fading away we must

[soundtrack: Camel – Long Goodbyes …]


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.733 pengikut lainnya