Tag Archives: startup

Mentoring

Sesi mentoring untuk the Founder Institute (Jakarta Summer 2016) dimulai lagi dan saya akan ikut serta sebagai salah satu mentornya. The Founder Institute adalah sebuah jejaring dari Silicon Valley yang bertujuan untuk mengajari para pendiri (founder) dari usaha rintisan (startup company) tentang berbagai aspek dalam mengembangkan rintisannya.

13958284_181313635620044_2659001774560875883_o

Harus siap-siap memperbaharui materi presentasi saya nih. Seperti sebelumnya, saya akan bercerita tentang pengembangan produk (product development). Sampai berjumpa di acara mentoring …


Buku Zero to One

Horeee … Selesai baca satu buku lagi. I’m on a roll. Lagi lancar baca buku. Setelah beberapa hari yang lalu menyelesaikan satu buku, barusan selesai baca satu buku lagi. Buku yang baru selesai saya baca adalah “Zero to One” karangan Peter Thiel.

zero-to-one-cover-art

Buku yang ini sebetulnya sudah lama dimulai bacanya, tetapi tidak selesai-selesai. “Masalahnya” (kalau bisa disebut masalah) adalah banyak poin-poin bagus di dalam buku ini sehingga saya harus berhenti dan meresapi poin itu. Baca lagi, berhenti lagi, mikir dulu. Setelah beberapa hari, baca lagi, berhenti lagi, dan seterusnya. Itulah yang menyebabkan lambatnya selesai membaca buku ini. Jadi, buku bagus justru membuat lambat selesai bacanya.

Buku ini bercerita tentang bagaimana membuat perusahaan (startup) yang bagus. Peter Thiel ini dikenal sebagai salah satu pendiri dari PayPal. Sekarang PayPal sudah mereka jual. Pendiri-pendiri PayPal dikenal sebagai “Mafia PayPal” dan mereka kemudian mendirikan berbagai perusahaan yang juga sama (atau lebih) sukses; YouTube, Tesla, SpaceX, dan seterusnya. (Salah satu yang sekarang sedang ngetop tentunya adalah Elon Musk.)

Apa itu “0-to-1”? Maksudnya zero (0) adalah tiada. Tidak ada. Sementara zone (1) adalah ada. Jenis perusahaan yang didirkan sebaiknya adalah yang memberikan layanan atau membuat produk yang dahulu belum ada. Sebagai contoh, dulu belum ada sistem operasi komputer maka kemudian ada Microsoft yang membuat sistem operasi MS-DOS. Dahulu belum ada tempat orang kongkow-kongkow online, sekarang ada Facebook. Kalau membuat kantor cabang dari sebuah usaha yang sudah ada (membuka di kota lain, di negara lain) itu namanya dari “1” ke “n“. Ini tidak terlalu menarik.

Startup yang sukses adalah yang membuat sesuatu yang baru. Jadi jika ada yang ingin membuat sesuatu yang mirip Facebook, Twitter, Google, atau sejenisnya akan sulit untuk sesukses mereka. The next big thing tidak mungkin search engine seperti Google, misalnya.

Selain membuat hal yang baru, buku ini juga menguraikan apa-apa kunci kesuksesan lainnya. Misalnya, kalau kita membuat sebuah produk (teknologi) yang mirip dengan yang sudah ada seperti sekarang maka dia harus minimal 10 kali lebih hebat dari yang sudah ada. (Istilahnya adalah “one fold better”.) Kalau hanya lebih bagus, 20% lebih bagus atau bahkan dua kali lipat lebih bagus, tidak cukup untuk menarik orang ke produk kita. Poin ini juga menarik.

Selain poin di atas, masih banyak poin-poin lain yang penting. Itulah sebabnya saya banyak berhenti membaca buku ini. Mencoba mencerna dahulu poin yang dimaksud. Apa saja poin-poin yang dibahas? Silahkan baca bukunya.

Pokoknya buku ini adalah bacaan wajib bagi yang ingin membuat Startup. Sangat direkomendasikan.

 


Download Lagu Legal

Beberapa tahun yang lalu – sebetulnya sudah lamaaa banget, tahun 89? – saya membuat beberapa lagu. Lagu-lagu tersebut saya karang ketika saya berada di Kanada. Sayang juga kalau lagu tersebut hilang demikian saja. Lumayan kalau bisa didengarkan oleh orang lain. Saya yakin banyak dari Anda yang punya lagu dan punya masalah yang sama.

Selain itu mungkin juga Anda punya teman yang punya band tetapi tidak tahu harus diapakan lagu-lagunya. Mereka ingin mempromosikan lagunya. Bahkan lebih dari sekedar itu. Mereka ingin lagunya juga bisa diunduh (download) secara legal (dan berbayar).

Kalau dahulu belum banyak tempat untuk upload lagu-lagu. Sekarang sudah ada banyak tempat untuk upload lagu-lagu tersebut. Yang paling terkenal tentunya adalah iTunes. Hanya saja untuk upload ke iTunes tidak mudah. Itu juga tempatnya di luar negeri.

Nah, saya memiliki toko musik digital – Insan Music Store (IMS). Situsnya adalah toko.insanmusic.com. Beberapa hari yang lalu, saya nekad upload beberapa lagu saya. Sekarang lagu-lagu tersebut sudah dapat didownload di sini:

toko.insanmusic.com/artist/budi-rahardjo/

Ini screenshot-nya.

10623542_10153431155266526_5814226168791331358_o

Ayo download lagu-lagu saya secara legal. Untuk mencobanya, silahkan Anda bergabung (membuat akun, create account). Gratis kok. Ayo ceritakan pengalaman Anda setelah mencoba toko musik digital saya.

Oh ya, kalau Anda (atau teman Anda) punya band, silahkan bergabung juga.


Panci Halal

Dalam sebuah sesi mentoring entrepreneurship ada yang bertanya kepada saya.

Tanya (T): Bagaimana pendapat bapak tentang sertifikasi halal?
Saya (S): Baik-baik saja. [he he he. habis mau saya jawab apa?]
T: Maksud saya, apakah saya perlu melakukan sertifikasi halal untuk produk saya?
S: Apa produk kamu?

[Saya sudah membayangkan berbagai jenis makanan, siomay, tahu, juice, kopi, atau sejenisnyalah.]

T: Sandal, pak
S: (bengong)
T: Bagaimana, pak?

Hmmm… tidak terbayang oleh saya kenapa produk sandal perlu disertifikasi halal. Apa ada yang mau makan sandal ya? Ah, mungkin supaya dapat diyakinkan bahwa sandalnya terbuat dari kulit babi? Terus kalau tidak disertifikasi halal itu artinya haram?

S: Kalau menurut Anda, panci perlu disertifikasi halal tidak?
T: (setelah berpikir sejenak) Tidak, pak.
S: Nah.

Bisa kebayang oleh saya kalau ada panci yang memiliki sertifikasi halal. Apakah artinya panci yang lain tidak halal? Terus panci yang tidak disertifikasi halal itu tidak boleh dipakai memasak?

Bagaimana menurut Anda? Perlukah sandal (atau panci) ini disertifikasi halal?


Banjir Pesan

Judulnya agak aneh. Tadinya saya mau menulis judulnya kebanjiran messages dari program Whatsapp, Telegram, dan sejenisnya, tetapi terlalu panjang ya. Ya sudah, banjir pesan saja.

Saat ini saya sudah mulai kewalahan dengan banyaknya pesan-pesan yang ada di SMS, Whatsapp, Telegram, Signal, dan seterusnya. Masalahnya, aplikasi-aplikasi ini tidak memiliki fitur untuk melakukan management datanya. Bayangkan, ada puluhan group di program-program tersebut. Ada group yang sangat aktif, lebih dari 100 pesan setiap harinya. Silahkan dihitung berapa jumlah pesan yang saya terima. Bagaimana mencari pesan yang dikirim seminggu yang lalu, misalnya. Pusing.

Yang saya heran, apakah orang-orang tidak mengalami masalah yang sama? Apakah tidak membutuhkan aplikasi yang mengelola pesan-pesan tersebut? Ini potensi untuk start-up.


Promosi E-Commerce UMKM

Melanjutkan tulisan tentang e-Commerce untuk UMKM. Salah satu hasil kajian yang kami lakukan adalah UMKM sebaiknya memiliki web site sendiri untuk mempromosikan dan melakukan transaksi produknya. Situs web ini boleh dibuat sendiri, tetapi umumnya dibuatkan oleh pihak lain yang memang memfokuskan di sisi teknologi informasi. Penjual (UMKM-nya) dapat fokus ke membuat produknya.

Dalam kajian ini kami mencoba membuat situs web untuk delapan UMKM. Back-end, atau sistem yang digunakan adalah Hydro – yang merupakan produk dari Cyberlabs. Contoh dari situs yang kami coba adalah toko online Scarrymo.com. (Di bawah ini adalah contohnya.)

scarrymo1

Scarrymo adalah usaha yang menjual produk jamu (seperti dapat dilihat di situs webnya). Selain itu mereka juga menjual kacang teri. Tentu saja sebelum menuliskan di sini saya sudah mencoba produk-produk mereka. Enak! Seriously, enak.

Nah, saat ini kami mencoba mempromosikan situs-situs e-commerce UMKM ini. Mohon dicoba dan berikan umpan balik (feedback) kepada kami agar kajian kami menjadi baik dan bagi pelaku e-commerce sektor riil ini juga menjadi bermanfaat. Silahkan dicoba untuk memesan.


Menciptakan Entrepreneur (Startup)

Di berbagai tempat sedang ramai diberitakan tentang upaya-upaya untuk meningkatkan jumlah entrepreneur (orangnya) atau startup (perusahaannya). Upaya-upaya ini harus didukung. Namun, perlu diingat bahwa menciptakan entrepreneur bukanlah usaha yang mudah. Jangan digampangkan.

Beberapa (10?) tahun yang lalu saya sempat mengusulkan adanya program 1000 startup dalam 10 tahun. Tadinya saya pikir angka 1000 itu adalah angka yang kecil dan mudah dicapai dalam 1 tahun. Ternyata setelah saya telaah, itu upaya yang terlalu berat. Kalau dalam 10 tahun, lebih masuk akal. Coba kita hitung secara kasar. Kalau 1000 startup dalam 10 tahun, berarti ada 100 startup setiap tahun, atau sekitar 10 startup setiap bulan. Bayangkan, 3 hari sekali ada startup baru!

Tentu saja kalau itu dilakukan oleh satu orang akan merupakan hal yang sangat sulit, tetapi kalau itu dilakukan secara keroyokan masih memungkinkan. Nah, ayo kita keroyok.

Tadi malam, saya ikut berpartisipasi di acara ini; upaya untuk membentuk “ITB Startup Network”. Semoga ada kelanjutan yang nyata dari acara tadi malam.

ITB startup network


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.892 pengikut lainnya