Tag Archives: Teknologi Informasi

Mari Kita Blokir Memblokir

Sekarang sedang ramai dibicarakan tentang blokiran situs tertentu karena dianggap terkait dengan radikalisme(?) sesuai dengan permintaan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). [Link Kominfo.] Riuh rendah pendapat dan komentar di media sosial (Facebook, Twitter). Ada yang menuduh pemerintah anti Islam. Padahal tuduhan ini tidak benar, tetapi begitulah pendapat yang ada di dunia siber Indonesia. Kominfo kurang public relation nampaknya. hi hi hi.

Tidak produktif. Sebetulnya blokir memblokir ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya sudah diterapkanĀ  blokiran dengan alasan pornografi. Sekarang alasannya adalah terkait dengan radikalisme. Nanti lama kelamaan alasannya adalah tidak sesuai dengan budaya Indonesia atau bahkan beda cara pandang dengan Pemerintah. Ini berbahaya. Padahal jaman pak Harto-pun internet Indonesia tidak pernah ada blokir-blokiran.

Dari dahulu saya berpendapat bahwa blokir-memblokir yang dilakukan Pemerintah ini kurang tepat. Terlalu banyak cara untuk melewati pemblokiran tersebut. Ini menjadi kontraproduktif. Kita jadi sibuk memblokir dan membuat anti-blokir. (Nanti dilanjutkan dengan anti-anti-blokir dan anti-anti-anti-blokir … dan seterusnya.)

Cara terbaik untuk menangani kasus-kasus perbedaan pendapat dan sejenisnya adalah dengan pendidikan dan perbanyak konten positif. Cara ini lebih elegan dan berkesinambungan (long lasting).

Ayo kita perbanyak konten yang positif. Mosok kita hanya bisa berkeluh kesah?


Kabel iPhone5

Ternyata punya handphone iPhone itu agak rese. Sebetulnya semua produk Apple itu agak rese kalau urusan perkabelan. he he he. Kabel data yang merangkap untuk nge-charge untuk iPhone 5 saya rusak. Padahal saya memakainya baik-baik saja, tapi dia rusak juga. Kadang nyambung, kadang tidak. Repot kalau batre habis dan ternyata ketika di-charge tidak ngisi.

Akhirnya saya mencoba beli kabel yang bukan asli. Cari-cari di toko handphone. Ada yang harganya 75 ribu, tetapi tidak jalan semua. Akhirnya saya membeli yang 200 ribu. Beberapa hari pertama dipakai tidak apa-apa. Selang beberapa hari mulailah dia bermasalah. Si iPhone mendeteksi bahwa ini bukan kabel asli dan dia TIDAK MAU nge-charge. Grrr. Anehnya, kadang dia mau, kadang tidak. Intermitten. Jadi repot juga.

Ketika di sebuah mall Jakarta beberapa hari yang lalu, iseng-iseng saya masuk ke TokoPDA.com. Nanya ada kabel iPhone 5 dan dijawab ada. Kemudian diberikan kabel ini. Harganya 150 ribu rupiah. Sebetulnya saya agak ragu. Lah yang 200 ribu saja gak jalan, apa lagi yang ini. Saya coba dulu kabel itu di sana, jalan. Bisa ngecharge. Langsung dibayar. (Maklum lagi mau meeting jadi harus buru-buru.) Alhamdulillah sampai sekarang dia bisa ngecharge. Semoga iPhone tidak mendeteksi bahwa ini bukan kabel aslinya (dan berhenti ngecharge lagi).

IMG_7765

IMG_7762 box kabel iphone


Hari Terbaik Untuk Ngeblog

Berdasarkan statistik yang saya miliki dari blog ini, hari yang terbaik untuk menuliskan (menampilkan) blog adalah Senin pagi menjelang siang. Orang terbanyak mengakses blog ini menjelang atau sekitar makan siang.

Meskipun akses internet bisa lewat handphone pribadi, nampaknya orang masih banyak mengakses internet – setidaknya, blog – dari kantor atau kampus. Itulah sebabnya, setelah liburan Sabtu dan Minggu, orang kembali ke kantor untuk memulai kerja. Pas jam makan siang mereka mau istirahat, menghela nafas sejenak. Ini waktu untuk membuka blog. Nah, jika Anda ingin mendapatkan traffic terbaik ke blog Anda, tampilkan pas jam makan siang hari Senin.

Hari Senin juga merupakan hari kerja yang paling bahagia. Katanya. Setelah kita di-charge pada weekend, maka hari Senin masih ada sisa kebahagiaan … he he he. Sebelum dihajar oleh pekerjaan, kuliah, dan tugas-tugas lainnya. Jadi, kalau mau nagih hutang, lakukan hari Senin. Mumpung masih bahagia. wk wk wk.

Sayangnya, hari Senin (dan Selasa) bagi saya di semester ini adalah hari yang paling sibuk! Dari pagi sampai malam ada saja pekerjaan yang harus saya selesaikan. Akibatnya, saya tidak bisa ngeblog di prime time. uhuk. Tulisan ini saja saya buat di antara kesibukan (sehabis ngajar, sebelum mentoring / bimbingan mahasiswa). Begitulah ceritanya.


Masalah iPhone

iPhone 5 saya mulai bermasalah. Batrenya mulai terasa cepat habis. Pagi hari batre penuh 100% (karena sudah dicharge semalam). Siang-siang batrenya sudah di bawah 50%. Bahkan kadang-kadang pukul 2 siang batre sudah tinggal 20%. Hadoh!

Memang iPhone ini saya gunakan untuk mengakses messaging (whatsapp, telegram) dengan menggunakan layanan 3G (dari sebuah operator yang tidak perlu saya sebutkan namanya). Selain messaging itu, rasanya tidak ada aplikasi lain yang saya gunakan secara penuh. Kadang, kalau lagi iseng aja, saya jalankan Nike+ yang menyalakan GPS dan ini sudah pasti menguras batre lebih deras lagi. Semua saya matikan kecuali 3G itu saja. Saya menduga efek dari sinyal operator yang bermasalah (kecil, kadang hilang) di tempat saya berada juga ikut andil dalam menguras batre.

Saya beli kabel untuk nge-charge iPhone 5 saya. Kabel aslinya mulai bermasalah (putus). Eh, iPhone ini gak mau dengan kabel yang murah meriah. Yang harganya 75 ribu rupiah tidak mau. Terpaksa saya beli yang 200 ribu. Kabel ini berjalan baik dengan charger-nya meskipun kadang muncul pesan yang mengatakan bahwa perangkat ini (kabel?) tidak didukung. Ngechage tetap jalan. Jadi saya tidak peduli. Sampai saya beli power bank. Eh, ternyata kalau saya pasang dengan kabel ini dia hanya ngecharge beberapa detik kemudian off lagi. Saya harus cabut dan pasang kabelnya lagi untuk ngecharge (beberapa detik) kemudian off lagi. Hayaaahhh. Mosok saya harus beli kabel asli dan power bank yang lebih bagus???

Saya baca-baca memang kayaknya masalah batre ini masalah umat manusia. he he he. Namun saya merasa kok iPhone saya ini seharusnya bisa lebih baik dari kondisi yang ada saat ini.


Perijinan Toko Online?

Apakah toko online harus mendapatkan ijin? Hmmm … Dalam dunia nyata apakah kita perlu mendapatkan ijin jika kita membuat sebuah tempat untuk berdagang? Mungkin iya jika kita membuat pasar ya? Kemana ijinnya? Apakah ke Kementrian Perdagangan?

Kita lihat pro dan kontranya tentang ijin toko online ini ya.

Kontra

  • Menghambat inovasi. Ada banyak UKM dan start-up yang mencoba mengembangkan toko online. Upaya ini belum tentu berhasil. Jika pada tahap awal sudah harus memiliki ijin ini dan itu, akan mengecilkan hati para inovator ini.
  • Ijin kemana? Berapa? (Ini sebetulnya terkait dengan sebelumnya.) Hal-hal yang terkait dengan teknologi informasi biasanya terkait dengan Kominfo, tetapi untuk perdagangan biasanya terkait dengan Kemendag.
  • Ini akan menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi.
  • Bagaimana jika toko online ini dibuat di luar negeri? Jika aturan ini diterapkan, maka akan banyak start-up yang membuka usahanya di luar negeri meskipun pasarnya di dalam negeri. (Alibaba.com misalnya.) Ini justru akan merugikan Indonesia. Pengawasan juga akan makin sulit. Mungkin lebih baik bukan meminta ijin akan tetapi mendaftarkan (agar terpantau dulu)?

Pro

  • Untuk memastikan bahwa pelaku perdagangan memang benar-benar serius dalam melakukan pekerjaannya.
  • Untuk mengurangi potensi terjadinya penipuan (fraud) yang banyak terjadi secara online. Bahkan Indonesia dianggap sebagai tempat yang banyak melakukan transaksi palsu. Stereotype ini yang harus kita perangi. (Atau memang ini sungguhan?)

Bagaimana pendapat Anda?


Teka Teki Kriptografi

Apakah ada pesan tersembunyi di dalam barisan karakter yang terlihat random seperti ini?



GF03hD3rkwvt9CTbYL93UiUTGjCCsPCoTfFe0ado2axJ
4JTWFtssu4NB7pzFFA3bRr5tbWa87VOwPgf9SpNWgEM=
jPKW=MmpJ1z8snQiRSUxXDSZXptsbVwTClxVbkrjGyNL
mglQYWRqyAWLuWV4h0PSPff2BEmffmatkpx1HpaYC8jB
JCT92CUC2dZnG9HAbThO8hjiJvWZknSLKl=jbc8BX43k
9ypGd9WLUrXxi6xpsfBH8oUVlDKDgnRL4H1DB6CkxBi6
2l68XnOPzuwZjokYsKnPqcx5Ys0fa2bsz7en7PeYlGDj
1EEhXzdhv4qBlRgZtBBMqXI0j2xwxWzOu189f=u9r=1S
xNtXFQHZutGsiYYtljSXVM1cQodvCr6wRTDd6crqdh5P
EgBCxuhW82EeRGLHb8vFhjtcKb6IXs=IAa1uqEXpmkgN
TDFZ1WcaVvsz4A=MO=JwfGRUZClS9vIsSpi85eepHNeg
U2FsdGVkX18RgbSjoOwUuLO5sC2sHjA+1vkI2gUkouU=
42xkVb5G6KF69MoFrp8a45CVLOv6FtpW2uHW6hlm=0HY
j73dWO4eg3f=HnDi2JdRG4pb8SCUSfdxJyCGKv9Rc02P
ZjMbCzwj=inmwCcDvnIY7TRjpuW7IzLEyf62OlPg=uFO
G96oWfPDz0Pp6Y4sFC4FGd9w8Wx8b61ykjEpwB46Fca2


Jika ada, apa isi pesannya? Kalau ada. Boleh jadi sesungguhnya tidak ada pesan apa-apa. ha ha ha. Itu bisa jadi hanya sampah (noise) belaka.


Rahasia Hit Web Site Yang Besar: How to generate web traffic

Di lapak sebelah sedang ada diskusi tentang bisnis yang terkait dengan menghasilkan ranking-rankingan di internet. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana menghasilkan hits yang besar. Saya mencoba menyimak, tetapi nampaknya banyak hal yang ditutup-tutupi. Atau mungkin memang ada banyak hal yang sifatnya tidak pasti (not exact). Dengan kata lain, coba-coba. he he he.

Ya ampun. Bisnis / layanan dibangun di atas coba-coba. Nekad amat. Tapi ada saja orang yang mau dengan iming-iming uang yang besar. Instant fame and fortune. Maka berbondong-bondong orang mencari “rahasia” marketing di internet.

Saya tahu rahasia itu. Mau tahu? Jawaban dari kesuksesan marketing di internet adalah …

KERJA KERAS!

Itu dia rahasianya. hi hi hi. Ternyata bukan rahasia ya?

Nah, sekarang saya ingin berbagi ilmu dengan para pembaca sekalian. Salah satu kata kunci yang sering dicari orang Indonesia adalah “lowongan pekerjaan” (loker). Maka banyak tempat (situs) yang membuat tulisan tentang lowongan pekerjaan, meskipun sesungguhnya di tempat itu tidak ada lowongan pekerjaan. Ini nakal menurut saya. Tapi begitulah salah satu abuse yang dilakukan untuk menghasilkan traffic.

Silahkan dicoba di situs Anda. Buatlah berita-berita tentang lowongan pekerjaan. Anda tinggal comot informasi lowongan pekerjaan itu dari sana-sini. Misalnya, cari informasi mengenai lowongan pekerjaan di kantor Anda atau dari surat kabar loka. Ketikkan di web Anda. Pasti banyak yang berkunjung. Syukur-syukur kalau ternyata malah situs Anda yang dijadikan rujukan untuk lowongan pekerjaan karena menjadi agregator lowongan pekerjaan di Indonesia. Bahkan mengalahkan situs-situs yang sudah ada sekarang ini karena Anda lebih rajin dari mereka. (Baca: Anda bekerja lebih keras dari mereka. hi hi hi.)

Selain lowongan pekerjaan ada beberapa kata kunci lain yang rajin mengunjungi blog ini. Lain kali akan saya ulas mengenai kata kunci yang lain tersebut.

Semoga bermanfaat. Sementara itu saya kembali melakukan … kerja keras!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.289 pengikut lainnya.